All posts by: admin-assunnahqatar

About admin-assunnahqatar

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (218)

Mabit di Muzdalifah menurut pendapat yang dipilih oleh penulis kitab ini hukumnya adalah wajib, bukan termasuk rukun haji. Penjelasan ini menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan mabit di Muzdalifah tanpa uzur yang dibenarkan terkena konsekuensi berupa kewajiban membayar dam.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menjelaskan:

الْمَبِيتُ بِمُزْدَلِفَةَ وَاجِبٌ عَلَى الصَّحِيحِ

Mabit di Muzdalifah hukumnya wajib menurut pendapat yang benar.

Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama berpendapat mabit di Muzdalifah termasuk rukun, sedangkan sebagian lainnya menganggapnya sebagai amalan yang dianjurkan.

Bab ini membahas tentang menyeru dan mengajak manusia kepada syahadat Laa Ilaaha Illallah. Akan tetapi, dakwah yang dimaksud bukan sekadar mengajak seseorang mengucapkan kalimat syahadat. Lebih dari itu, kita harus menerangkan makna Laa Ilaaha Illallah, baik kepada orang yang belum masuk Islam maupun kepada kaum muslimin yang telah mengucapkannya.