Ustadz Wadi Abu Hazim

Kumpulan kajian rutin bersama Ustadz Samsuril Wadi Abu Hazim, SH, M.Pd

Rasulullah ﷺ dalam berbagai riwayat shahih justru memuji keberadaan harta yang berada pada tangan orang beriman. Harta tersebut dapat digunakan untuk menolong sesama, berinfak, dan menopang perjuangan agama. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (Muttafaqun ‘Alaih) dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallohu’anhu.

Dari Abu ‘Amr—dikatakan juga Abu Abdullah dan Abu Laila—yaitu Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Anak Adam tidak memiliki hak (kebutuhan mendasar) selain dalam hal-hal berikut: rumah yang ia tinggali, pakaian yang menutupi auratnya, roti yang keras, dan air.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2341, dan ia menilai: Hadis Hasan Sahih)

Dari Abu ‘Amr—dikatakan juga Abu Abdullah dan Abu Laila—yaitu Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Anak Adam tidak memiliki hak (kebutuhan mendasar) selain dalam hal-hal berikut: rumah yang ia tinggali, pakaian yang menutupi auratnya, roti yang keras, dan air.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2341, dan ia menilai: Hadis Hasan Sahih)

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Daurah Al-Khor Sabtu Pagi – Masjid At-Tauhid Syarah Riyadhus Shalihin Bab 55-25 🎙️ Ustadz Abu Hazim Syamsuril Wa’di, SH, M.Pd, PhD. Hafidzahullah 📗 | Syarah: Prof. Dr. Khalid Utsman Ats-Tsabt Hafidzahullah 🗓️ Al-khor, 01 Rabi’ul Akhir 1448 / 12 September 2026 📗 | https://shamela.ws/book/9260/1570#p1   Segala puji bagi Allah Subhanahu wa […]

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيِ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: تُوفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَا فِي بَيْتِي مِنْ شَيْءٍ يَأْكُلُهُ ذُو كَبِدٍ إِلاَّ شَطْرُ شَعِيرٍ فِي رَفٍّ لِي، فَأَكَلْتُ مِنْهُ حَتَّى طَالَ علَيَّ، فَكِلْتُهُ فَفَنِيَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

474. Dari Aisyah radhiyallahu anha dia berkata, “Pada waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, di rumahku tidak ada sesuatu untuk dimakan, kecuali sedikit tepung gandum yang terletak di atas rak milikku, lalu dimakannya sehingga berlansung lama padaku. Kemudian apabila aku menakarnya dan ternyata tepung sudah habis.”

[Shahih Al-Bukhari no. 3096, 6451. Muslim no. 2973]