Artikel

Bab ini membahas tentang menyeru dan mengajak manusia kepada syahadat Laa Ilaaha Illallah. Akan tetapi, dakwah yang dimaksud bukan sekadar mengajak seseorang mengucapkan kalimat syahadat. Lebih dari itu, kita harus menerangkan makna Laa Ilaaha Illallah, baik kepada orang yang belum masuk Islam maupun kepada kaum muslimin yang telah mengucapkannya.

Setiap orang tua tentu berharap anak-anaknya menjadi anak yang saleh, berbakti, dan senantiasa mengingat orang tuanya. Namun, ada satu harapan yang jauh lebih penting untuk direnungkan: apakah kelak anak-anak kita akan menjadi orang yang mendoakan kita ketika kita sudah tidak mampu lagi beramal?

Hari ini, ketika anak-anak masih kecil, kita yang bangun ketika mereka menangis. Kita yang merawat ketika mereka sakit, mencari obat, membawa mereka ke dokter, memikirkan makanan dan gizi mereka, memilih sekolah, memikirkan masa depan, serta berusaha menjaga keselamatan mereka.

Akan tetapi, akan datang suatu masa ketika keadaan berbalik.

Rumah tangga bukan sekadar tempat tinggal bersama antara suami dan istri. Rumah tangga memiliki posisi yang sangat besar dalam kehidupan manusia, bahkan menjadi salah satu fondasi penting bagi terbentuknya masyarakat dan peradaban.

Karena itu, pembahasan tentang bagaimana membangun rumah tangga yang bahagia bukan perkara sederhana. Ia membutuhkan ilmu, kesabaran, ketakwaan, dan yang paling utama adalah hubungan yang baik dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.