بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Daurah Al-Khor Sabtu Pagi – Masjid At-Tauhid
Syarah Riyadhus Shalihin Bab 55-17
🎙️ Ustadz Abu Hazim Syamsuril Wa’di, SH, M.Pd, PhD. 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱.
📗 | Syarah: Prof. Dr. Khalid Utsman Ats-Tsabt 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱.
Al-khor, 8 Dzulqa’dah 1447 / 25 April 2026
| https://shamela.ws/book/9260/1566#p1
٥٥- باب فضل الزهد في الدنيا والحث على التقلل منها، وفضل الفقر
Bab 55: Keutamaan Zuhud Terhadap Kenikmatan Dunia Dan Perintah Untuk Hidup Sederhana Serta Keutamaannya
📖 Hadits ke-17/473: Kezuhudan Nabi ﷺ di Dunia dan Kesabarannya Menahan Rasa Lapar
Ustadz melanjutkan penjelasan mengenai faedah pada hadits #16 yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya:
Riyadhus Shalihin Bab-55 | Hadits ke-16/472: Zuhud Terhadap Dunia
١٧/٤٧٣- عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ذَكَرَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا أَصَابَ النَّاسُ مِنَ الدُّنْيَا، فَقَالَ: لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُظَلُّ الْيَوْمَ يَلْتَوِي، مَا يَحْدُثُ مِنَ الدَّقَلِ مَا يُمْلَأُ بِهِ بَطْنُهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
“الدَّقَلُ” بِفَتْحِ الدَّالِ الْمَهْمَلَةِ وَالْقَافِ: رَدِيءُ التَّمْرِ.
473. Dari an-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu’anhuma, ia bercerita bahwasanya Umar bin al-Khathab Radhiyallahu’anhu pernah berkata terkait apa yang diperoleh orang-orang berupa dunia: “Suatu ketika aku menyaksikan Rasulullah menekuk perutnya seharian penuh. Beliau tidak mendapatkan kurma terburuk sekalipun yang bisa dipergunakan untuk mengisi perutnya.” (HR. Muslim)
📗 Pengesahan Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (2978).
Perawi:
An-Nu‘mān bin Basyīr رضي الله عنه adalah salah satu sahabat Nabi ﷺ yang terkenal dengan keadilannya, ketakwaannya, dan perannya sebagai perawi hadits. Beliau merupakan anak pertama dari kalangan Anshar yang lahir setelah hijrah, dan menjadi bagian penting dalam masyarakat Madinah pada masa Rasulullah ﷺ dan generasi setelahnya.
Berasal dari suku Khazraj. Ayahnya Basyir juga sahabat dan ikut Pertempuran Badar. Nu’man lahir 14 bulan setelah Hijrah Muhammad ke Madinah. Ibunya bernama Amrah bin Rawahah, saudara perempuan Abdullah bin Rawahah.
📃Kosa Kata Hadits
- Kata مَا أَصَابَ النَّاسَ : Apa yang diperoleh mereka.
- Kata مِنَ الدُّنْيَا: Dari dunia. Yakni perihal dunia baik berupa harta kekayaan,kekuasaan, maupun yang lainnya.
- Kata يَلْتَوِي : Menekuk. Maksudnya, beliau menekuk perut seharian karena menahan rasa lapar.
📃 Penjelasan:
Dilihat dalam sejarah, dibukanya kenikmatan dunia bagi umat Islam adalah pada zaman Umar bin Khathab Radhiyallahu’anhu, hingga beliau menceritakan kondisi Nabi ﷺ yang menahan lapar.
Ini juga menunjukkan keutamaan Umar sebagai pemimpin yang amanah, yang memiliki empati kepada rakyatnya. Beliau mengingatkan akan nasehat akhirat diimbangi dengan bukti nyata menegakkan keadilan di masyarakat.
Dan perawi an-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu’anhuma, menceritakan Keutamaan Umar dengan meriwayatkan hadits ini dimana beliau melihat langsung kisah umar ini, dimana Rasulullah ﷺ kelaparan dan tidak menemukan kurma meskipun dari kualitas yang terburuk (الدَّقَلِ). Ini menunjukkan tidak ada makanan bagi Nabi ﷺ pada saat itu.
Dan Rasulullah ﷺ jika bersedekah tidak memperhatikan apapun untuk dirinya, beliau meninggalkan kelezatan-kelezatan dunia untuk akhirat, sekaligus memberi contoh kepada sahabat-sahabatnya.
Ini menunjukkan susahnya kehidupan pada saat awal keberadaan Islam. Maka, lihatlah diri kita, jika dikaruniai nikmat yang berlimpah, hendaknya menjadikan kita bertambah syukur.
Seandainya kebahagiaan akhirat diukur dari kekayaan dunia, niscaya Nabi ﷺ adalah orang yang terkaya di dunia ini, karena beliau lah orang yang paling mulia.
💡 Faedah Hadits:
- Keharusan bagi para Sahabat dan anak didik guna mengetahui kondisi pembesar dan mengajar mereka, lalu merasa sedih atas keadaan buruk yang dialami serta merasa bahagia atas kegembiraan yang dirasakan, sebagaimana dilakukan para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
- Kezuhudan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia dan kesabarannya menahan rasa lapar, sebagai upaya mengutamakan akhirat atas dunia, sekaligus sebagai bentuk pendidikan bagi para Sahabat beliau.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

