بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Daurah Al-Khor Sabtu Pagi – Masjid At-Tauhid
Syarah Riyadhus Shalihin Bab 55-15
🎙️ Ustadz Abu Hazim Syamsuril Wa’di, SH, M.Pd, PhD. 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱.
📗 | Syarah: Prof. Dr. Khalid Utsman Ats-Tsabt 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱.
🗓️ Al-khor, 1 Dzulqa’dah 1447 / 18 April 2026
📗 | https://shamela.ws/book/9260/1566#p1
٥٥- باب فضل الزهد في الدنيا والحث على التقلل منها، وفضل الفقر
Bab 55: Keutamaan Zuhud Terhadap Kenikmatan Dunia Dan Perintah Untuk Hidup Sederhana Serta Keutamaannya
📖 Hadits ke-16/472: Zuhud Terhadap Dunia
Ustadz melanjutkan penjelasan mengenai faedah pada hadits #15 yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya:
Riyadhus Shalihin Bab-55 | Hadits ke-15/471: Hiduplah di Dunia seperti Orang Asing
١٦/٤٧٢- وعن أبي العباس سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه قال: جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله، دلنى على عملٍ إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس. فقال: ((ازهد في الدنيا يحبك الله، وازهد فيما عند الناس يُحبك الناس)) حديث حسن، رواه ابن ماجه وغيره بأسانيد حسنة رواه ابن ماجة.
16/472 – Abul-‘Abbās Sahl bin Sa’ad As-Sā’idiy -raḍiyallāhu ‘anhu- berkata, Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- dan berkata, “Wahai Rasulullah! Tunjukkan kepadaku suatu amal, jika aku lakukan, maka aku akan dicintai Allah dan dicintai manusia.” Beliau bersabda, “Zuhudlah terhadap dunia maka Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah dengan apa yang ada di tangan manusia maka manusia akan mencintaimu!”
📗 Pengesahan Hadits
Hadits ini hasan diriwayatkan oleh:
- Ibnu Mâjah no. 4102, dan ini lafazhnya.
- Ibnu Hibbân dalam Raudhatul ‘Uqalâ` hlm. 128
- Ath-Thabarâni dalam al-Mu’jamul Kabîr no. 5972
- dan lainnya.
Hadits ini dihasankan oleh Imam an-Nawawi, al-Hâfidz Ibnu Hajar al-Asqalâni, al-Irâqi, al-Haitsami, dan Syaikh al-Albâni rahimahumullâh dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah no. 944 dan Shahîh al-Jâmi’ish Shaghîr no. 922
Perawi:
Abu al-Abbas, yaitu Sahl bin Sa’d bin Mālik bin Khālid bin Ṡa’labah bin Hāriṡah al-Anṣārī al-Khazrajī as-Sā’idiy (wafat 91 H/710 M) adalah seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang berasal dari kaum Anshar (Bani Sa’idah) di Madinah. Beliau menikah dengan 15 wanita (secara bergantian). Beliau dikenal sebagai perawi hadits terkemuka, berumur panjang (wafat terakhir di Madinah), dan terkenal karena menarasikan banyak hadits tentang keseharian Nabi, termasuk tentang zuhud dan keutamaan beramal
📃 Penjelasan:
Pada hadits ini tidak disebutkan nama laki-laki yang datang. Terkadang tidak diperlukan karena tidak ada kaitan dengannya, yang penting inti dari hadits tersampaikan, kecuali untuk menjelaskan suatu hukum tertentu yang harus disebutkan. Misal, kasus hukum Zihar yang diriwayatkan dari Salamah bin Ṣakhr al-Bayāḍi, di mana ia menzihar istrinya atau li’an seperti hadits kisah Hilal bin Umayyah atau Uwaimir Al-Ajlani yang saling melaknat (li’an).
Hadits ini juga menyebut perbuatan yang dicintai Allah ﷻ dan manusia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
– إنَّ اللَّهَ إذا أحَبَّ عَبْدًا دَعا جِبْرِيلَ فقالَ: إنِّي أُحِبُّ فُلانًا فأحِبَّهُ، قالَ: فيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنادِي في السَّماءِ فيَقولُ: إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلانًا فأحِبُّوهُ، فيُحِبُّهُ أهْلُ السَّماءِ، قالَ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأرْضِ، وإذا أبْغَضَ عَبْدًا دَعا جِبْرِيلَ فيَقولُ: إنِّي أُبْغِضُ فُلانًا فأبْغِضْهُ، قالَ فيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنادِي في أهْلِ السَّماءِ إنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ فُلانًا فأبْغِضُوهُ، قالَ: فيُبْغِضُونَهُ، ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضاءُ في الأرْضِ.
“Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan, maka cintailah ia.’ Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit seraya berkata: ‘Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah ia.’ Maka penduduk langit pun mencintainya, lalu Allah menjadikan penerimaan dan simpati terhadapnya di bumi.
Dan apabila Allah membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku membenci si Fulan, maka bencilah ia.’ Maka Jibril pun membencinya. Lalu Jibril menyeru kepada penduduk langit: ‘Sesungguhnya Allah membenci si Fulan, maka bencilah ia.’ Maka mereka pun membencinya, kemudian kebencian terhadapnya ditanamkan di bumi.”
(HR. Muslim, no. 2637; juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari, no. 7485 dengan redaksi yang sedikit berbeda)
Hadits ini mengandung dua wasiat agung :
- Pertama, zuhud terhadap dunia. Zuhud ini bisa mengundang kecintaan Allah Azza wa Jalla kepada seorang hambaNya.
- Kedua, zuhud terhadap apa yang dimiliki orang lain. Zuhud ini bisa menyebabkan seseorang dicintai manusia.
Zuhud terhadap sesuatu maknanya berpaling darinya karena menganggapnya remeh, tidak bernilai, atau tidak meminatinya. Meskipun Sifat manusia tamak akan harta. Dalam Surat Al-‘Adiyat ayat 8:
وَإِنَّهُۥ لِحُبِّ ٱلْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
“Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan”.
Ayat ini menjelaskan sifat manusia yang sangat mencintai harta, seringkali berlebihan dan kikir.
Zuhud terhadap dunia tidak dengan mengharamkan yang halal dan menyia-nyiakan harta. Namun zuhud terhadap dunia ialah engkau lebih yakin kepada apa yang ada di tangan Allah Azza wa Jalla daripada apa yang ada di tanganmu.
Dijelaskan mengenai hukum donasi, dibenci meminta donasi secara individu, namun dibolehkan jika dishare secara umum via grup, misalnya. Meminta donasi via individual bukannya haram, namun bisa menimbulkan rasa benci pada orang yang diminta. Dia akan merasa sempit, jika dilakukan berulang kali akan menjadikannya berpikir negatif dan dibenci karena selalu meminta.
Dibolehkan seseorang meminta-minta kepada orang lain jika dalam keadaan fakir dan darurat sebagaimana ditegaskan dalam hadits Junadah.
Namun, ulama sepakat akan haramnya meminta-minta jika tidak dalam keadaan darurat.
💡 Faedah Hadits:
- Kegigihan para Sahabat dalam upaya mengetahui hal-hal yang dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah dan bermanfaat untuk umat manusia, agar kehidupan mereka bisa berjalan lurus dan bisa seiring dengan mereka. Hal itu termasuk dalam bab menghimpun kebaikan dunia dan akhirat.
- Siapa yang tidak rakus pada kenikmatan dunia dan lebih cenderung terhadap apa yang ada di sisi Allah serta rindu bertemu dengan-Nya, maka Dia akan mencintainya. Sebab orang yang mendambakan bisa bertemu Allah, maka Allah pun sangat ingin bertemu dengannya.
- Tidak mengharap-harap apa yang dimiliki orang lain mengantarkan seseorang untuk mendapatkan kecintaan mereka. Oleh karena itu, para Rasul Allah secara keseluruhan tidak pernah meminta upah dari umat manusia.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

