Ustadz Isnan Efendi

Kumpulan kajian rutin bersma Ustadz Isnan Efendi, BA Hafidzahullah

Syaikh Abdurrahman As-Sa‘di rahimahullah menyebutkan berbagai sarana, sebab, dan perkara yang dapat mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan, baik kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat.

Pada paragraf pertama beliau mengatakan: “Sebab yang paling agung untuk meraih kebahagiaan tersebut, sekaligus asal dan fondasinya, adalah iman dan amal saleh.”

Kalimat ini sangat penting. Sebab terbesar dan paling utama untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat adalah iman dan amal saleh.

Pembahasan kali ini merupakan muraja’ah ringkas untuk meninjau kembali kesimpulan (al-masail) atau kandungan bab dari kitab Kitabut Tauhid karya Shaykh Muhammad ibn Abd al-Wahhab. Bab ini membahas tentang “Barang siapa yang mewujudkan (tahqiq) tauhid dengan sebenar-benarnya, maka ia akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.”

Nikah disyariatkan berdasarkan Dalil-dalil berikut ini: Firman Allah: Jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Akan tetapi, jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk tidak berbuat zalim. (An-Nisa’: 3)

Namun begitu, nikah hukumnya wajib bagi siapa saja yang mampu membiayainya dan ia khawatir akan terjerumus ke dalam Hal-hal yang haram. Nikah hukumnya sunah bagi orang yang sanggup membiayainya, namun ia tidak khawatir akan terjerumus ke dalam Hal-hal haram.

Kajian risalah ini insya Allah akan kita bahas secara berkala pada halaqah rutin setiap hari Sabtu. Semoga Allah memberikan keikhlasan, keistiqamahan, serta taufik agar kita senantiasa konsisten meluangkan waktu untuk menuntut ilmu agama.

Sebagaimana disampaikan oleh Syaikh Abdurrazzaq hafizhahullah, risalah ini tergolong ringkas namun memiliki posisi yang sangat penting. Sangat sedikit kitab ringkas yang mampu menyamai kedalaman faedah dan isi kandungan risalah ini. Pujian senada juga datang dari banyak ulama lainnya, seperti Syaikh Nasir Al-Barrak dan para masyayikh lainnya.

Pada intinya, sebagaimana dijelaskan dalam pertemuan awal, tujuan utama dari kehidupan kita di dunia ini adalah untuk mewujudkan (mentahqiq) tauhid, beribadah kepada Allah . Dalam kajian Kitab at-Tauhid, bab pertama membahas tema “Keistimewaan Tauhid dan Dosa-Dosa yang Diampuni Karenanya.”

Setelah memahami bab pertama mengenai hakikat tauhid sebagai tujuan diciptakannya manusia—yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah—penulis (rahimahullahu ta’ala) membawakan ayat dan hadis tentang keutamaan tauhid. Tabiat dasar jiwa manusia, apabila mengetahui besarnya balasan atau keutamaan dari suatu amalan, akan tumbuh semangat yang kuat untuk meraihnya.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (218)

Kajian risalah ini insya Allah akan kita bahas secara berkala pada halaqah rutin setiap hari Sabtu. Semoga Allah memberikan keikhlasan, keistiqamahan, serta taufik agar kita senantiasa konsisten meluangkan waktu untuk menuntut ilmu agama.

Sebagaimana disampaikan oleh Syaikh Abdurrazzaq hafizhahullah, risalah ini tergolong ringkas namun memiliki posisi yang sangat penting. Sangat sedikit kitab ringkas yang mampu menyamai kedalaman faedah dan isi kandungan risalah ini. Pujian senada juga datang dari banyak ulama lainnya, seperti Syaikh Nasir Al-Barrak dan para masyayikh lainnya.

Pada intinya, sebagaimana dijelaskan dalam pertemuan awal, tujuan utama dari kehidupan kita di dunia ini adalah untuk mewujudkan (mentahqiq) tauhid, beribadah kepada Allah . Dalam kajian Kitab at-Tauhid, bab pertama membahas tema “Keistimewaan Tauhid dan Dosa-Dosa yang Diampuni Karenanya.”

Setelah memahami bab pertama mengenai hakikat tauhid sebagai tujuan diciptakannya manusia—yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah—penulis (rahimahullahu ta’ala) membawakan ayat dan hadis tentang keutamaan tauhid. Tabiat dasar jiwa manusia, apabila mengetahui besarnya balasan atau keutamaan dari suatu amalan, akan tumbuh semangat yang kuat untuk meraihnya.