Bagaimana mungkin hati tidak mencintai Dzat, yang tidaklah kebaikan itu datang melainkan dari Nya, tidak ada yang menghilangkan kejelekan, mengabulkan do’a, menghapus kesalahan, mengampuni dosa, menutup aib, mengeluarkan dari kesusahan, menolong orang yang kesulitan, dan menyampaikan kepada harapan, melainkan hanya Dia semata?
Allahlah yang paling berhak disebut, disyukuri, disembah, dan dipuji. Dialah yang Maha Melihat untuk digapai, Mahabelas Kasih untuk dimiliki, Yang paling dermawan untuk diminta, Yang paling luas pemberiannya, Maha Penyayang untuk dimintai rahmat, Mahamulia untuk dituju, Mahaperkasa untuk bersandar, dan Maha Mencukupi untuk bertawakkal. Kasih sayang Allah kepada hamba Nya melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Dia lebih gembira dengan taubat hamba Nya daripada kegembiraan orang yang menemukan kembali hewan tunggangan yang membawa seluruh makanan, minuman, dan perbekalannya di padang tandus yang berbahaya, setelah sebelumnya hewan itu hilang dan dia berputus asa untuk bertahan hidup.





