All posts by: admin-assunnahqatar

About admin-assunnahqatar

Setelah memuji Allรขh dan bersyukur atas nikmat yang Allรขh ๏ทป karuniakan kepada kita semua, Ustadz mengawali kajian dengan menekankan pentingnya ilmu. Banyak orang yang terlewatkan kebaikan karena kurangnya ilmu.

Kajian kali ini mengambil tema Keutamaan Awal Dzulhijjah dan ini selalu diulang agar umat tetap semangat dalam menjemput kebaikan.

Amal-amal shalih pada hari-hari ini lebih dicintai oleh Allah Ta’ala, Allรขh ๏ทป menginginkan hamba-hamba-Nya untuk banyak beramal agar masuk ke dalam surga Nya.

๏ปฃ๏บŽ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏ปณ๏บŽ๏ปก ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ปค๏ปž ๏บ๏ปŸ๏บผ๏บŽ๏ปŸ๏บข ๏ป“๏ปด๏ปฌ๏ปฆ ๏บƒ๏บฃ๏บ ๏บ‡๏ปŸ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ปฃ๏ปจ๏ปช ๏ป“๏ปฒ ๏ปซ๏บฌ๏ปฉ ๏บ๏ปท๏ปณ๏บŽ๏ปก ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏บธ๏บฎ . ๏ป—๏บŽ๏ปŸ๏ปฎ๏บ : ๏ปญ๏ปป ๏บ๏ปŸ๏บ ๏ปฌ๏บŽ๏บฉ ๏ป“๏ปฒ ๏บณ๏บ’๏ปด๏ปž ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ุŸ ๏ป—๏บŽ๏ป : ๏ปญ๏ปป ๏บ๏ปŸ๏บ ๏ปฌ๏บŽ๏บฉ ๏ป“๏ปฒ ๏บณ๏บ’๏ปด๏ปž ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏บ‡๏ปป ๏บญ๏บŸ๏ปž ๏บง๏บฎ๏บ ๏บ‘๏ปจ๏ป”๏บด๏ปช ๏ปญ๏ปฃ๏บŽ๏ปŸ๏ปช ๏ปญ๏ปŸ๏ปข ๏ปณ๏บฎ๏บŸ๏ปŠ ๏ปฃ๏ปฆ ๏บซ๏ปŸ๏ปš ๏บ‘๏บธ๏ปฒ๏บ€

“Tidak ada hari-hari dimana amal shalih di saat itu akan lebih dicintai oleh Allah dari pada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari (pertama) dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : “Wahai Rasulullah, tidak juga berjihad fii sabilillah ?” Beliau menjawab : “Tidak juga berjihad fii sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatu apapun (yaitu mati syahid)” (HR. Bukhari no. 969, hadits dari Ibnu Abbas)

Kemuliaan bulan Dzulhijjah adalah takdir Allรขh ๏ทป, termasuk empat bulan haram. Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan di dalam Islam. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ุดู‘ูู‡ููˆุฑู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงุซู’ู†ูŽุง ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ุญูุฑูู…ูŒ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู‘ูู…ู ููŽู„ูŽุง ุชูŽุธู’ู„ูู…ููˆุง ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู‚ูŽุงุชูู„ููˆุง ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูƒูŽุงูู‘ูŽุฉู‹ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูู‚ูŽุงุชูู„ููˆู†ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุงูู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ

โ€œSesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.โ€ (Qs. At Taubah: 36). Keempat bulan yang dimaksud adalah Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Allah ๏ทป memberikan keajaiban-keajaiban dan kemampuan kepada Dajjal hakekatnya adalah untuk menguji manusia.

Telah dijelaskan di hadits sebelumnya:

1. Mata Dajjal Buta Sebelah Kanan

Makna Al-Masih

Kata al-Masih yang dikaitkan pada Dajjal dan kata al-Masih yang dikaitkan pada Isa alaihissalam.

โ–ช๏ธAl-Masih Bisa bermakna Jujur atau Dusta. Maka jika dikaitkan Dajjal bermakna Dusta dan jika dikaitkan dengan Nabi Isa alaihissalam bermakna Jujur.

Secara makna Al-Masih adalah mengusap, menghapus atau menutupi. Yaitu yang ditutupi adalah kebenaran atau keimanan. Sementara mata Dajjal yang satu terhapus hingga buta sebelah kanan.

โ–ช๏ธSementara pada Isa alaihissalam memiliki mukjizat mengusap orang yang buta matanya menjadi sembuh atas izin Allah ๏ทป. Sehingga disebut al-masih.

2. Tulisan di Antara Kedua Mata Dajjal

Tertulis di antara kedua matanya ูƒ ู ุฑ yang bisa dibaca oleh mukmin yang bisa baca tulis ataupun tidak.

3. Seorang pemuda yang berambut keriting dan kusut masai.

4. Fitnah Dajjal: Bersamanya ada surganya dan nerakanya.

5. Fitnah Dajjal: Bersamanya ada Air dan Api

6: Rasulullah ๏ทบ menjelaskan tentang Dajjal, cara menghadapi, keajaiban-keajaiban Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj, munculnya Nabi Isa dan Kematian Kaum Mukminin.

Hadits ke-3:

Dari Abu Ma’bad yaitu al-Miqdad bin al-Aswad ๐“ก๐“ช๐“ญ๐“ฑ๐“ฒ๐”‚๐“ช๐“ต๐“ต๐“ช๐“ฑ๐“พโ€™๐“ช๐“ท๐“ฑ๐“พ, katanya: “Saya berkata kepada Rasulullah ๏ทบ : “Bagaimanakah pendapat Engkau, jika saya bertemu seorang dari kaum kafir, kemudian kita berperang, lalu ia memukul salah satu dari kedua tanganku dengan pedang dan terus memutuskannya. Selanjutnya ia bersembunyi daripadaku di balik sebuah pohon, lalu ia mengucapkan: “Saya masuk Agama Islam karena Allah,” apakah orang yang sedemikian itu boleh saya bunuh, ya Rasulullah sesudah ia mengucapkan kata-kata seperti tadi itu?” Beliau ๏ทบ menjawab: “Jangan engkau membunuhnya.” Saya berkata lagi: “Ia sudah memutuskan salah satu tangan saya, kemudian mengucapkan sebagaimana di atas itu setelah memutuskannya.” Rasulullah ๏ทบ bersabda lagi: “Jangan engkau membunuhnya, karena jikalau engkau membunuhnya, maka ia adalah menempati tempatmu sebelum engkau membunuhnya dan sesungguhnya engkau adalah di tempatnya sebelum ia mengucapkan kata-kata yang diucapkannya itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Di antara tipu daya syetan yang paling besar adalah apa yang ia pancangkan buat manusia berupa berhala dan mengundi nasib, yang keduanya merupakan kebiasaan syetan itu sendiri. Allah memerintahkan agar hal-hal tersebut dijauhi, dan menggantungkan keberuntungan dengan menjauhinya.

Allah befirman,

ูŠูฐู“ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุงูฐู…ูŽู†ููˆู’ู“ุง ุงูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุณูุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุงูŽู†ู’ุตูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ู’ุงูŽุฒู’ู„ูŽุงู…ู ุฑูุฌู’ุณูŒ ู…ูู‘ู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูฐู†ู ููŽุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆู’ู‡ู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชููู’ู„ูุญููˆู’ู†ูŽ

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. (QS Al-Maidah ayat 90).

Al-anshab (berhala-berhala) adalah setiap yang ditegakkan untuk disembah selain Allah, baik berupa batu, pohon, patung maupun kuburan, bentuk mujrad-nya adalah nushub.

Ibnu Abbas berkata, “la adalah berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah.” Az-Zajjaj berkata, “la adalah bebatuan yang dahulu mereka sembah, dan itulah patung-patung.” Al-Farra’ berkata, “la adalah tuhan-tuhan yang disembah, baik berupa bebatuan maupun lainnya.” (Jami’ul Bayan (7/32).

Hadits 2-1:

Diriwayatkan dari Abi Masโ€™ud Ali Anshari Al-Badri dari Rasulullah ๏ทบ, beliau bersabda:

ูŠูŽุคูู…ู‘ู ุงู’ู„ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุคูู‡ูู…ู’ ู„ููƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ู‡ู ุŒ

โ€œYang paling layak mengimami shalat orang banyak (laki-laki) ialah yang paling pandai membaca Kitabullah taโ€™ala di antara mereka.โ€ Hadits riwayat Muslim.

Hadits 2-2:

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Para ahli baca Al-Qurโ€™an yang hadir di majelis Umar dan tempat musyawarahnya adalah orang-orang dewasa dan pemuda. (Hadits riwayat Bukhari dalam kitab Sahihnya).

Materi Ketiga: Tata Cara Menentukan Taruhan dalam Pacuan Kuda dan Panahan

Pihak yang paling pantas menentukan hadiah dalam ketangkasan berkuda dan panahan adalah pemerintah atau yayasan sosial, atau para dermawan agar bersih dari segala syubhat (keragu-raguan) dan agar menjadi motivasi untuk yang tidak bertujuan selain menimbulkan kecintaan pada persiapan kekuatan untuk jihad.

Diperbolehkan pula salah seorang dari kedua peserta menentukan hadiah tersebut. Misalnya, ia mengatakan kepada peserta yang lain, โ€œJika engkau mengalahkanku maka engkau mendapatkan 10 atau 100 dinar darikuโ€ Mayoritas ulama memperbolehkan masing-masing peserta menentukan taruhannya apabila mereka herdua memasukan peserta yang ketiga tanpa menentukan taruhan apa pun *), Ini adalah pendapat Sa’id bin Musayyab, tetapi Malik menolaknya, sedangkan yang lain menyetujuinya.

๐Ÿ“– Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah berkata:

Asal setiap keburukan adalah sedikitnya pengetahuan serta kelemahan dan kerendahan jiwa. Sebaliknya, asal setiap kebaikan adalah kesempurnaan pengetahuan yang diiringi oleh kekuatan, kemuliaan, dan keberanian jiwa.

Cinta dan keinginan merupakan pokok dan landasan dari segala sesuatu, sedangkan benci merupakan pokok dan landasan dari meninggalkan sesuatu. Dua kekuatan yang terdapat dalam hati tersebut merupakan asal dari kebahagiaan atau kesengsaraan seorang hamba.

Syarah oleh Syeikh Abdurrazaq Al-Badr Hafidzahullah :

Seperti yang dijelaskan Ibnul Qayyim rahimahullah bahwa cinta adalah penggerak amal. Setiap kali cinta itu kuat pada jiwa seseorang, maka gerakannya akan semakin kuat, apapun jenisnya.

Begitu juga ketika pada amal shaleh yang merupakan keridhaan Al-Amhbuub Allah ๏ทป. Cinta merupakan mesin penggerak amal.

Ketenangan dalam Perspektif Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah – Lanjutan

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, bahwasanya Islam adalah agama yang membawa ketenangan.

Hadits Sahl bin Saad Al-Saadi yang diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, di mana Rasulullah bersabda:

ุงูŽู„ุฃูŽู†ูŽุงุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฌูŽู„ูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู

โ€œKehati-hatian datangnya dari Allah dan ketergesa-gesaan datangnya dari setanโ€

Umar bin Khathab Radhiyallahuโ€™anhu berkata: “Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah keadaan tenang dan sabar.”

Bab 19: Peristiwa Ibnu Shayyad – Lanjutanย 

Telah dijelaskan sebelumnya keadaan Ibnu Shayyad dan pertanyaan Nabi kepadanya yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak mengatakan jati diri Ibnu Shayyad secara detail, karena beliau sama sekali tidak mendapatkan wahyu bahwa dia adalah Dajjal atau yang lainnya.

Sementara โ€˜Umar pernah bersumpah di sisi Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bahwasanya Ibnu Shayyad adalah Dajjal, dan Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak mengingkarinya.

Sebagian Sahabat berpendapat dengan apa yang diungkapkan oleh โ€˜Umar, dan bersumpah bahwasanya Ibnu Shayyad adalah Dajjal, sebagaimana diriwayatkan dari Jabir, Ibnu โ€˜Umar, dan Abu Dzarr Radhiyallahu anhum.

Hadits 2:

391 – ูˆุนู† ุฃูŽุจูŠ ุนุจุฏู ุงู„ู„ู‡ ุทุงุฑูู‚ ุจู† ุฃุดูŽูŠู’ู… – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ – ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ู‡ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูŠู‚ูˆู„: ยซู…ูŽู†ู’ ู‚ุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุฅู„ู‡ูŽ ุฅู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆูŽูƒูŽููŽุฑูŽ ุจู…ูŽุง ูŠูุนู’ุจูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุญูŽุฑูู…ูŽ ู…ูŽุงู„ูู‡ู ูˆูŽุฏูŽู…ูู‡ูุŒ ูˆูŽุญูุณูŽุงุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ยป. ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู….

Dari Abu Abdillah yaitu Thariq bin as-Syam ๐“ก๐“ช๐“ญ๐“ฑ๐“ฒ๐”‚๐“ช๐“ต๐“ต๐“ช๐“ฑ๐“พโ€™๐“ช๐“ท๐“ฑ๐“พ, katanya: “Saya mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan La ilaha illallah dan kafir mengingkari -dengan sesuatu yang disembah selain dari Allah-, maka haramlah harta benda serta darahnya, sedang hisabnya adalah terserah kepada Allah.” (Riwayat Muslim)

๐Ÿ“– Syarah Hadits

Hadits ini menunjukkan barangsiapa yang telah mengucapkan kalimat tauhid, maka dia telah haramlah harta benda serta darahnya. Adapun urusan hati seperti berbohong, maka itu urusan Allah ๏ทป. Kita hanya menilai dhahirnya saja.

Kalimat Tauhid inilah yang menjadikannya sebagai seorang muslim, jika meninggal dunia mengucapkannya maka ada jaminan surga baginya dan kalimat ini sangat berat timbangannya. Dan tidak seorang rasul pun kecuali untuk diutus mendakwakan kalimat tauhid!