Assunnah Qatar

Kegiatan Kajian Melayu Assunnah Qatar

Hal terpenting dari beriman kepada takdir adalah terbebas dari kesyirikan, karena Allâh ﷻ lah yang berkuasa atas segala sesuatu, meyakini bahwasannya Allah Maha Mengetahui, berkehendak dan menciptakan segala sesuatu yang sudah terjadi, yang sedang terjadi, yang akan terjadi, bagaimana terjadinya, Allah subhanahu wa ta’ala mengetahuinya jikalau terjadi.

Orang yang beriman terhadap takdir Allah mengetahui bahwa seluruh yang ada terjadi di bawah kehendak Allah, mengikuti ketentuan Allah. Allah adalah Dzat Yang Maha Memberi kepada siapa saja yang Dia kehedaki dan Dia adalah Dzat Yang Maha Menahan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tidak ada yang dapat menolak takdir dan hukum Allah. Hal ini merupakan bentuk pentauhidan kepada Allah, sehingga orang yang memiliki keyakinan semisal ini tidak akan mendekatkan dirinya dalam masalah ibadah melainkan hanya kepada Allah dan terhindar dari perbuatan kesyirikan.

Rasulullah shallallahu `alaihi wassallam pernah bersabda yang intinya ada 5 wanita terbaik di dunia bahkan di akhirat.  Mereka itu ialah: Asiya binti Muzahim, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, dan yang terakhir adalah `Aisyah binti Abu Bakar As-Shiddiq.

Dari kelima wanita tersebut, kalau kita amati betul-betul biografi mereka secara cermat dan teliti, kita akan menemukan kebesaran-kebesaran yang luar biasa. Kalau di sepanjang sejarah selalu didapati bahwa kebanyakan tokoh-tokoh hebat adalah berasal dari kalangan pria, sedangkan ini lain, ternyata ada juga wanita yang hebat melebihi bukan hanya wanita pada umumnya tapi juga pria biasa pada umumnya.

5 sosok wanita hebat sepanjang masa yang akan dibahas pada kesempatan kali ini, di samping untuk mengungkap kehebatan mereka, di sisi lain –yang lebih utama dan penting- dimaksudkan untuk dijadikan semacam teladan bagi setiap wanita yang ingin menjadi hebat seperti mereka.

DAURAH QATAR KE-23
Bersama: Ustadz Ahmad Zainudin, Lc 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Wakra, 16 Mei 2023 / 27 Syawal 1444
Pertemuan 1: Rahasia dibalik Taqdir

Judul kajian kita pada hari ini adalah Rahasia dibalik Taqdir. Rahasia bermakna sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain atau sesuatu yang belum dapat atau sukar diketahui seseorang. Maka Rahasia dibalik Taqdir bermakna sesuatu yang belum dapat atau sukar diketahui seseorang tentang taqdir.

Taqdir adalah ketentuan Allâh ﷻ yang berdasarkan ilmu Allâh ﷻ yang azali 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi yang ditulis di lauhul mahfudz berdasarkan kehendak dan ciptaan Allâh ﷻ.

Syafa’at adalah penengah (perantara) bagi yang lain dengan mendatangkan suatu kemanfaatan atau menolak suatu kemudharatan. Maksudnya, syafi’ (pemberi syafa’at) itu berada di antara masyfu lahu (yang diberi syafa’at) dan masyfu’ ilaih (syafa’at yang diberikan) sebagai wasithah (perantara) untuk mendatangkan keuntungan (manfaat) bagi masyfu’ lahu atau menolak mudharat darinya.

Kajian kali ini dibahas ulang jenis-jenis syafa’at dan agar kaum muslimin dapat memperoleh syafaat yang sangat diharapkan kelak di akhirat.

Allâh ﷻ berfirman dalam QS. Al-Anbiya’ Ayat 107: Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Aku adalah Rahmat yang diberikan petunjuk. (H.R. Hakim).

Maka, selayaknya kita bersyukur atas kedatangan beliau kepada kaum mukminin. Dan atas nikmat hidayah dilahirkan dalam keadaan muslim.

Kajian ini menjelaskan kekhususan Rasulullah ﷺ di utus dan hak-hak Beliau ﷺ yang wajib ditunaikan pada setiap muslim.

Empat hal yang harus dimiliki oleh setiap muslim yaitu beriman, berilmu, beramal, dan bersabar (Istiqomah).

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala, Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Sesungguhnya intisari dakwah para nabi adalah menyeru kepada tauhid dan menjauhkan manusia dari segala bentuk kesyirikan. Tauhid uluhiyah mengandung tauhid rububiyah dan tauhid asma wasifat. Ini dikarenakan yang berhak disembah adalah yang esa dalam rububiyah dan esa dalam tauhid asma wasifat. Ketika kita tahu hanya Allah ﷻ yang menciptakan alam semesta maka hanya Allah ﷻ yang berhak untuk disembah.

Tujuan kita diciptakan adalah beribadah kepada Allah ﷻ. Sehingga tauhid uluhiyah adalah tujuan dari penciptaan manusia dan jin.

Bab 44. Memuliakan Alim Ulama, Orang-orang Tua, Ahli Keutamaan Dan Mendahulukan Mereka Atas Lain-lainnya, Meninggikan Kedudukan Mereka Serta Menampakkan Martabat Mereka

Hadits ke-2: “Ratakanlah – saf-saf dalam shalat – dan jangan berselisih lebih maju atau lebih ke belakang, sebab jikalau tidak rata, maka hatimu semua pun menjadi berselisih. Hendaklah menyampingi saya – dalam shalat itu – orang-orang yang sudah baligh dan orang-orang yang berakal di antara engkau semua. Kemudian di sebelahnya lagi ialah orang-orang yang bertaraf di bawah mereka ini lalu orang yang bertaraf di bawah mereka ini pula.” (Riwayat Muslim)

Kiat-kiat agar Ibadah Kita Berkualitas

Allâh ﷻ berfirman pada surat Al-Anbiya’ ayat 107, yang artinya ”Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin)”. Ayat tersebut menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk menyebarkan rahmat ke seluruh alam semesta.

Untuk dia menangkan atas agama yang lain yang dengannya muncul generasi terbaik, yaitu para sahabat bagi seluruh umat, baik dahulu maupun sekarang.