بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Daurah Al-Khor Sabtu Pagi – Masjid At-Tauhid
Syarah Riyadhus Shalihin Bab 55-8
🎙️ Ustadz Abu Hazim Syamsuril Wa’di, SH, M.Pd, PhD. 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱.
📗 | Syarah: Prof. Dr. Khalid Utsman Ats-Tsabt 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱.
🗓️ Al-khor, 4 Ramadhan 1447 / 21 Februari 2026
📗 | https://shamela.ws/book/9260/1546#p1
٥٥- باب فضل الزهد في الدنيا والحث على التقلل منها، وفضل الفقر
Bab 55: Keutamaan Zuhud Terhadap Kenikmatan Dunia Dan Perintah Untuk Hidup Sederhana Serta Keutamaannya
📖 Hadits ke-9/465: Pelajaran dari Nabi ﷺ tentang Harta
٩/٤٦٥- وعن أبي ذر الغفاري رضي الله عنه قال: كنت امشي مع النبي صلى الله عليه وسلم في حرة بالمدينة، فاستقبلنا أحد، فقال: ” يا أبا ذر”. قلت: لبيك يا رسول الله، فقال: ” ما يسرني أن عندي مثل أحدِ هذا ذهبا تمضي على ثلاثة أيام وعندي منه دينار إلا شيء أرصدة لدين، إلا أن أٌول به في عباد الله هكذا، وهكذا وهكذا” عن يمينه وعنه شماله ومن خلفه.
ثم سار فقال: ” إن الأكثرين هم الأقلون يوم القيامة إلا من قال بالمال هكذا وهكذا وهكذا” عن يمينه، وعن شماله، ومن خلفه” وقليل ما هم”. ثم قال لي” مكانك لا تبرح حتى آتيك”.
ثم أنطلق في سواد الليل حتى توارى فسمعتُ صوتاً قد ارتفع، فتخوفت أن يكون أحد عرض للنبي صلى الله عليه وسلم فأردت أن آتيه، فذكرتُ قوله ((لا تبرح حتى آتيك)) فلم أبرح حتى أتاني.
فقلت: لقد سمعتُ صوتاً تخوفت منه، فذكرت له، فقال: ” وهل سمعته؟ ” قلت: نعم، قال: ” ذاك جبريل أتاني فقال: من مات من أمتك لا يشركُ بالله شيئاً دخل الجنة”.
قلت: وإن زنى، وإن سرق؟ قال: ” وإن زنى، وإن سرق”. متفق عليه. وهذا لفظ البخاري.
465. Dari Abu Dzar Radhiyallahu’anhu, ia berkata: “Aku pernah berjalan bersama-sama dengan Nabi ﷺ di daerah yang berbatu hitam di Madinah, lantas kami sampai di Bukit Uhud. Lalu, beliau bersabda: “Wahai Abu Dzar.” “Aku memenuhi panggilanmu, wahai Rasulullah,” sahut Abu Dzar.
Lalu beliau bersabda: “Seandainya aku mempunyai emas sebesar Bukit Uhud ini, maka aku tidak akan merasa senang bila emas itu berada di tempatku sampai tiga hari lamanya, lalu masih tersisa di tempatku sebanyak satu dinar, kecuali sesuatu yang kupersiapkan untuk membayar utang. Aku baru senang kalau mempunyai emas sebesar Bukit Uhud, lalu kubagi-bagikan kepada hamba-hamba Allah sekian, sekian dan sekian.” Maksudnya, kepada orang-orang sebelah kanan dan kiri beliau serta yang berada di belakang beliau.
Kemudian beliau berjalan seraya bersabda: “Sesungguhnya orang yang banyak (hartanya) adalah orang yang paling sedikit (jumlah pahalanya) pada hari Kiamat kelak, kecuali orang yang berkata: “Untuk yang ini sekian, yang ini sekian, dan ini sekian” Maksudnya ialah bagi tetangga sebelah kanan, kiri, dan belakangnya. Beliau meneruskan perkataannya: “Tetapi hanya sedikit sekali jumlah mereka itu.” Selanjutnya, beliau pun berseru kepadaku: “Tetaplah engkau di tempatmu. Jangan tinggalkan tempatmu hingga aku mendatangimu.”
Lantas beliau bertolak pergi dalam kegelapan malam, hingga akhirnya menghilang. Lalu, aku mendengar suara yang sangat keras, sehingga aku khawatir kalau-kalau ada seseorang yang menghadang Nabi ﷺ , maka terdetik dalam hatiku untuk mendatangi beliau, tetapi aku ingat ucapan beliau: “Jangan tinggalkan tempatmu hingga aku mendarangimu.” Maka aku pun tidak beranjak sehingga beliau mendatangiku.
Lalu kukatakan kepada beliau: “Aku tadi sempat mendengar suara yang membuatku khawatir.” Lantas aku menceritakan kekhawatiranku itu kepada beliau. Dan beliau bertanya: “Apakah kamu tadi mendengarnya?” “Ya,” jawabku. Beliau bersabda: “Itu adalah Jibril yang datang kepadaku dan berkata: “Siapa dari umatku meninggal dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, niscaya dia masuk Surga.” Lalu kutanyakan: “Meskipun dia berzina dan mencuri? Beliau berkata: “Meskipun berzina dan mencuri.”
(Muttafaq ‘alaih. Lafazh di atas milik al-Bukhari)
📃Pengesahan Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (XI/260-261—Fathul Bari) dan dan Muslim (94) (32).
📃 Kosa Kata Hadits
- Makna حرة : Daerah yang berbatu hitam.
- Makna أحد : Uhud. Nama gunung yang sudah amat terkenal, yang terletak di sebelah utara Madinah Nabawiyah.
- Makna أرصدة : Aku persiapkan dan simpan.
- Makna إن الأكثرين هم الأقلون يوم القيامة : Sesungguhnya orang yang banyak hartanya adalah orang yang sedikit pahalanya pada hari Kiamat.
- Makna مكانك : Tetaplah di tempatmu.
- Makna لا تبرح : Jangan tinggalkan tempatmu.
- Makna توارى : Menghilang dari pandangan, sehingga aku pun tidak dapat melihat beliau lagi.
- Makna عرض : Menghadang dan bermaksud jahat kepada beliau.
📃 Penjelasan:
Perawi: Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu’anhu. Nama asli beliau Jundub bin Junadah. Berasal dari suku Ghifar, sebuah kabilah yang tinggal di antara Makkah dan Madinah.
Kisah Umar dan Gubernur Said Al-Jumahi
Suatu ketika Umar bertanya kepada beberapa pemuka masyarakat Syam tentang Gubernur mereka Sa’id bin Amir.
Mereka menjawab, “Ada tiga hal yang kami keluhkan darinya.”
Mendengar hal ini Umar kaget. Ia sudah menaruh harapan besar kepada Sa’id. Bagaimana mungkin masyarakat yang dipimpinnya masih mengeluhkan sesuatu tentang dirinya. Umar benar-benar tidak ingin kecewa, karena ia merasa tidak salah pilih ketika meminta Sa’id memimpin Syam.
Akhirnya Umar datang langsung ke Syam. Ia lalu mempertemukan Sa’id bin Amir dengan masyarakat yang mengeluhkan dirinya.
Umar berkata, “Silakan sampaikan apa yang kalian keluhkan dari Gubernur kalian?”
Mereka berkata, “Pertama, ia baru keluar rumah mengurus masyarakatnya setelah matahari naik.”
Umar menghadap pada Said, “Benarkah demikian Sa’id?”
Sa’id menjawab, “Benar, wahai Amirul Mukminin.”
“Mengapa demikian?” tanya Umar lagi.
“Sebenarnya saya tidak mau menjawabnya. Tapi apa boleh buat, karena ini adalah inspeksi. Wahai Amirul Mukminin, saya tidak punya pembantu. Karena itu, di pagi hari saya bersama istri mengolah gandum dulu untuk dibuat roti, makan kami hari itu.”
Umar sedikit lega. Ternyata penyebab Gubernurnya ‘telat’ keluar rumah disebabkan hal yang sangat pokok (makan), dan ia tak punya pembantu.
“Apa yang kedua?” tanya Umar kepada mereka yang mengadukan Sa’id.
“Yang kedua, ia tidak pernah mau menerima kami di malam hari.”
“Apa penjelasanmu Sa’id?”
“Yang ini saya juga tidak mau menjawabnya. Tapi karena sudah ditanyakan apa boleh buat. Wahai Amirul Mukminin, saya sudah serahkan untuk mereka seluruh waktu siang saya. Maka malam hari adalah waktu saya bersama Rabb saya.”
Umar kembali merasa lega.
“Yang ketiga apa?” tanya Umar kepada mereka.
“Yang ketiga, ada satu hari setiap minggu ia tidak keluar sama sekali dari rumahnya.”
“Kenapa demikian Said?” tanya Umar.
“Wahai Amirul Mukminin, saya hanya punya sehelai baju. Maka satu hari setiap minggu saya mencuci baju itu. Saya menunggunya sampai kering karena saya tidak punya baju yang lain.”
Umar pun menarik nafas lega. Ternyata pilihannya benar-benar tepat. Seorang pemimpin yang rela berkorban demi rakyat dan tidak mengambil keuntungan apapun dari mereka. Bahkan ketika Umar meminta beberapa orang petugas untuk mendata nama-nama fakir miskin di Syam terlihat dalam daftar itu ada nama Sa’id bin Amir, Gubernur Syam sendiri.
- Kelompok الأقلون adalah orang-orang kaya yang pahalanya paling sedikit dan derajatnya rendah di akhirat, disebabkan oleh lalainya terhadap akhirat karena hartanya. Maka, dikecualikan orang kaya yang hartanya dibagikan zakatnya pada semua penjuru disekitarnya. Seperti dijelaskan Nabi ﷺ dalam hadits ini, dimana Rasulullah ﷺ memberikan hartanya dari segala penjuru, jika memiliki emas sebesar gunung Uhud, tetapi kenyataannya Nabi ﷺ lebih memilih akhirat dari pada dunia.
- Hadits ini juga menjelaskan beratnya hutang, karena Nabi ﷺ menyebut ‘kecuali sesuatu yang kupersiapkan untuk membayar utang’. Maka, tidak sepatutnya seseorang yang memiliki hutang, dia bersedekah kesana kemari.
- Karena pada hakikatnya manusia memiliki sifat Syuh. Syuh (tamak lagi kikir) adalah penyakit hati berbahaya berupa kerakusan luar biasa terhadap harta, disertai ketidakmauan berbagi, bahkan kikir terhadap diri sendiri.
Maka, jangan sekalipun merasa berjasa jika sudah mengeluarkan zakat, karena itu adalah hak mereka.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Fajr Ayat 20:
وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ ٢٠
dan mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.
Dalam surat Al-‘Adiyat Ayat 8:
وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌۗ ٨
Sesungguhnya cintanya pada harta benar-benar berlebihan.
Padahal, Allah ﷻ tidak menyuruh mengumpulkan harta dengan tujuan untuk menginfakkannya. Tetapi jangan menahan harta yang bukan haknya.
Hadits ini juga menjelaskan, tidak kafirnya pelaku dosa-dosa besar.
- Dunia dengan segala kenikmatan dan penderitaannya akan berakhir dan musnah.
- Orang-orang non-Muslim yang mendapatkan kenikmatan di dunia akan menjadi orang-orang sengsara di akhirat kelak.
- Pemberian kenikmatan oleh Allah ü kepada para pelaku kerusakan di dunia bukan merupakan tanda cinta, tetapi hanya sekadar proses dan tahapan pemberian kebaikan terhadap mereka, sehingga apabila mereka bertemu dengan-Nya, maka mereka tidak akan memperoleh bagian kecuali adzab saja.
- Kenikmatan Surga menjadikan orang-orang yang beriman, bersabar, dan berkeyakinan lupa akan penderitaan dan kesengsaraan dunia.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

