• Alquran-Sunnah 1
    Ahlan wa Sahlan
    Selamat Datang di situs Al-Qurán Sunnah, Jika antum menemukan kesalahan, mohon kiranya untuk mengingatkan kami... Kami sampaikan Jazaakumullohukhoiron atas kunjungan antum wabarokallohufiikum...
  • Alquran-Sunnah 2
    Kenapa Al-Qurán dan Sunnah?
    Di antara perkara penting dalam mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah “pemahaman” (al-fahmu). Yaitu, kita diberikan pemahaman tentang apa yang diinginkan oleh Allah Ta’ala dan juga apa yang diinginkan (dimaksudkan) oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Rawatlah Hati!
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,"Karena hati itu diciptakan untuk diketahui kegunaannya... maka mengarahkan penggunaan hati (yang benar) adalah (dengan cara menggunakannya untuk) berfikir dan menilai…”.

Hadits ke-110:

حدثنا قتيبة: حدثنا أبو عوانة: حدثنا أبو إسحاق الشيباني قال سألت زر بن حبيش عن قول الله تعالى: (( فكان قاب قوسين أو أدنى. فأوحى إلى عبده ما أوحى )). قال: حدثنا ابن مسعود: أنه رأى جبريل، له ستمائة جناح .

Abu Ishaq Asy-Syaibany berkata: “Aku bertanya pada Zirr bin Hubaisy tentang firman Allah ﷻ “Maka ia telah mendekat sehingga hampir sedekat dua ujung panah atau lebih dekat. Dan telah mewahyukan kepada hamba-Nya apa yang diwahyukan”. Ia berkata: Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhuma telah menerangkan kepada kami bahwa Nabi telah melihat Jibril memiliki enam ratus sayap.'”

(Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-59, Kitab Awal Mula Penciptaan bab ke-7, apabila salah seorang dari kalian berkata ‘amin’ bersamaan dengan Malaikat yang berada di langit).

Dalil dalam Al-Qur’an:

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Najm ayat 13-14:

وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ

(yaitu) di Sidratil Muntaha.

Nabi ﷺ bertemu Jibril Alaihissalam

Apakah orang musyrikin hendak meragukan dan membantah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melihat Jibril. Padahal dia telah melihat Jibril dalam bentuk aslinya sebanyak 2 kali: (1) ketika Jibril berada di atas ufuk yang tinggi (di bawah langit dunia) dan jibril mendekat untuk menyampaikan wahyu kepadanya. (2) ketika di Sidratil muntaha di atas langit ke tujuh, pada saat beliau menjalani isra’ miraj.

Dajjal datang untuk memberikan ujian, bagi yang beriman akan menambah keimanannya dan bagi orang kafir akan menambah kekafirannya.

📖 Hadits Muslim Nomor 5231:

بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ مَا سَأَلَ أَحَدٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدَّجَّالِ أَكْثَرَ مِمَّا سَأَلْتُ قَالَ وَمَا يُنْصِبُكَ مِنْهُ إِنَّهُ لَا يَضُرُّكَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّ مَعَهُ الطَّعَامَ وَالْأَنْهَارَ قَالَ هُوَ أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ ذَلِكَ

Telah menceritakan kepada kami [Syihab bin Abbad Al Abdi] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Humaid Ar Ru`asi] dari [Isma’il bin Abu Khalid] dari [Qais bin Abu Hazim] dari [Al Mughirah bin Syu’bah] berkata: Tidak ada seorang pun yang lebih banyak bertanya tentang Dajjal kepada nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam melebihiku. Beliau bertanya: “Apa yang memberatkanmu darinya, sesungguhnya ia tidak membahayakanmu.” aku menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka mengatakan bahwa bersamanya ada makanan dan sungai. Beliau bersabda: “Itu lebih mudah bagi Allah.”

Meskipun Rasulullah ﷺ telah mengkhabarkan datangnya Dajjal, maka sahabat seperti Al-Mughirah merasa takut. Dan Rasulullah ﷺ mengingatkan untuk tidak takut karena itu bagian dari takdir Allah ﷻ yang itu mudah bagiNya.

Al-Qadhi menafsirkan هُوَ أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ ذَلِكَ sebagai itu lebih mudah bagi Allah ﷻ yaitu menjadikan apa yang diciptakan oleh-Nya dari tangan Allah ﷻ yaitu seseorang yang menyesatkan kaum muslimin dan seseorang yang membuat hati mereka ragu-ragu. Tapi Hikmah dibalik penciptaan tersebut, agar iman kaum Mukminin bertambah dan tegak hujah kepada kaum kafirin, munafikin dan orang-orang yang seperti mereka.

Maka tidak ada lagi alasan bagi hamba untuk protes terhadap takdir Allâh ﷻ. Bahwa setiap penciptaan Nya pasti ada hikmahnya.

Pada pelajaran terdahulu telah dijelaskan beberapa sebab takut (Khauf) kepada Allah ﷻ:
1. Memikirkan keagungan Allah ﷻ.
2. Melihat lalainya dia kepada Allah ﷻ dan selalu merasa dalam pengawasan Nya.
3. Mengambil pelajaran kepada orang-orang yang menyelisihi dan bermaksiat kepada Allah ﷻ.
4. Menghindar dan lari dari janji akan pedihnya azab Allah ﷻ dengan menjauhi larangan-Nya.

Yang dikecualikan adalah takut yang normal seperti takut binatang buas, takut dipatuk ular dan lainnya.

Pada pertemuan ini dibahas 8 ayat yang berkaitan dengan dalil-dalil perintah takut kepada Allah ﷻ.

Termasuk tipu daya dan perangkap musuh Allah, yang dengannya terperdaya orang yang sedikit ilmu dan agamanya, serta terjaring dengannya hati orang-orang bodoh dan batil adalah mendengarkan siulan, tepuk tangan dan nyanyian dengan alat-alat yang diharamkan, yang menghalangi hati dari Al-Qur’an dan menjadikannya menikmati kefasikan dan kemaksiatan.

Ia adalah qur’annya syetan, dinding pembatas yang tebal dari Ar-Rahman. Ia adalah mantera homosexual dan zina. Dengannya, orang fasik yang dimabuk cinta mendapatkan puncak harapan dari orang yang dicintainya. Dengan nyanyian ini, syetan memperdaya jiwa-jiwa yang batil, ia menjadikan jiwa-jiwa itu -melalui tipu daya dan makarnya- menganggap baik terhadap nyanyian. Lalu, ia juga meniupkan syubhat-syubhat (argumen-argumen) batil sehingga ia tetap menganggapnya baik dan menerima bisikannya, dan karenanya ia menjauhi Al-Qur’an.

Pertama-tama yang mesti dilakukan oleh guru dan pembaca adalah mengharapkan keridhaan Allah ﷻ.

Hendaknya seseorang belajar ilmu agama bukan untuk mendapatkan tujuan duniawi berupa harta atau ketenaran, kedudukan, keunggulannya di atas orang lain, pujian dari orang banyak atau ingin mendapatkan perhatian orang dan hal-hal semacam itu.

Allah berfirman:

وَمَاۤ اُمِرُوۡۤا اِلَّا لِيَعۡبُدُوا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ لَـهُ الدِّيۡنَۙ  حُنَفَآءَ وَيُقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيۡنُ الۡقَيِّمَةِ ؕ‏ ٥

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah ﷻ dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS Al-Bayyinah 98:5)

Setiap manusia, ridha atau atau tidak pasti akan meninggalkan dunia, maka setiap yang berakal tentu akan mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal kelak.

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-A’la Ayat 17:

وَالۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ وَّ اَبۡقٰىؕ‏

Dan akhirat itu lebih kekal

Maka kita berusaha memperbaiki kehidupan di dunia dan di akhirat. Dan itu tidak ada jalan kebahagian yang hakiki kecuali dengan meniru Rasulullah ﷺ.

Islam menjelaskan hakikat kebahagian baik dunia maupun akhirat. Dan bagi sebuah keluarga, diawali dengan kebahagiaan suami dan isteri. Rasulullah ﷺ mengabarkan kepada kita dan mencontohkan agar bisa hidup bahagia.

Mutiara Salaf