بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Sabtu – Barwa Village
Barwa Village, 16 Rabi’ul Awal 1448 / 29 Agustus 2026
Bersama Ustadz Syukron Khabiby, Lc M.Pd Hafidzahullah

Kitab Al-Lu’lu wal Marjan – Muhammad Fu’ad Abdul Baqi
(Kumpulan hadits yang disepakati Bukhari Muslim)

 

📖 Hadits ke-455: Sunnah Memperbagus Membaca Al-Qur’an

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيٍّ حَسَنِ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ يَجْهَرُ بِهِ.

Dari Abū Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu, bahwa ia mendengar Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tidak pernah mengizinkan sesuatu dengan penuh saksama sebagaimana ketika mengizinkan nabi-Nya yang memperindah suaranya saat membaca Al-Qur’an dan menjaharkannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Takhrij Hadits:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhārī dalam kitabnya, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, kitab Faḍā’il al-Qur’ān, bab “Orang yang Tidak Melagukan Al-Qur’an”, no. 5023, dan Imam Muslim dalam kitabnya, Ṣaḥīḥ Muslim, kitab al-Masājid wa Mawāḍi’ al-Ṣalāh, bab “Anjuran Membaguskan Suara pada Saat Membaca Al-Qur’an”, no. 792.

📃 Penjelasan dan Faedah Hadits:

Memperbagus dan memperindah bacaan Al-Qur’an adalah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghadirkan kekhusyukan dan kelembutan hati.

  • Menghias Al-Qur’an dengan Suara: Rasulullah ﷺ bersabda, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian” (HR. Abu Daud dan An-Nasai).
  • Kecintaan Allah: Allah sangat menyukai bacaan Al-Qur’an yang bagus, merdu, dan enak didengar dari hamba-Nya.

Menjaharkannya berarti membaca atau melafalkan bacaan dengan suara yang keras, jelas, dan didengar oleh orang lain (bukan berbisik atau di dalam hati).

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

Janganlah kamu menjadikan rumahmu (seperti) kuburan (dengan tidak pernah mengerjakan shalat dan membaca al-Qur’an di dalamnya), sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al-Baqarah [HR. Muslim no. 780]

Makna Memperbagus Bacaan

1. Makna يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ adalah senang membacanya dengan suara yang indah, sebagaimana penyuka musik akan selalu menyanyikannya meskipun di dalam toilet.

2. Makna lainya adalah mengagungkan Al-Qur’an dengan cara:

  • Menerapkan Tajwid: Memperbaiki makhraj huruf dan hukum bacaan secara benar adalah fondasi utama sebelum memperindah langgam.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Fathir ayat 29:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ ۝٢٩

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.

Satu Huruf yang Dibaca dari Al-Qur’an Sudah Diganjar Pahala

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لاَ أَقُوْلُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ”

رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.”

(HR. Tirmidzi, no. 2910. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Tirmidzi, no. 2910. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih)

  • Membaca dengan Khusyu dan Tadabbur : Membaca secara perlahan, jelas, dan tidak terburu-buru agar makna ayat dapat diresapi.

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ

Sesungguhnya Al-Qur`ân ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus ….[al-Isrâ`/17:9].

وَلَقَدْ جِئْنٰهُمْ بِكِتٰبٍ فَصَّلْنٰهُ عَلٰى عِلْمٍ هُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur`ân) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. [al-A’râf/7:52].

Firman-Nya dalam Surat Muhammad Ayat 24:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?

  • Melagukannya Tanpa Berlebihan: Melagukan Al-Qur’an secara natural untuk keindahan suara, selama tidak melampaui batas kaidah atau menyerupai nyanyian bebas yang melenceng.

Suara yang indah adalah wasilah, bukan tujuan. Sehingga tujuan Utama diturunkan akan tercapai, seperti obat dan rahmat bagi orang yang brriman.

ِوَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82)

  • Belajar kepada Ahli: Mengoreksi bacaan langsung kepada guru atau mentor Al-Qur’an yang kompeten dan bersanad (mu’tabar).

3. Menjadi Ahlul Qur’an

Ahlul Qur’an adalah orang-orang yang senantiasa membaca, mempelajari, menghafal, dan mengamalkan isi Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman hidup sehari-hari.

4. Derajat di Surga Tergantung pada Hafalan Al-Qur’an

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ : اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ في الدُّنْيَا ، فَإنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آية تَقْرَؤُهَا )) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ )) .

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dikatakan kepada ahli Al-Qur’an, ‘Bacalah, naiklah, dan tartilkanlah (membaca dengan perlahan) sebagaimana engkau menartilkannya di dunia, karena kedudukanmu ada pada akhir ayat yang engkau baca.”

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Abu Daud, no. 1464 dan Tirmidzi, no. 2914. Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2240 mengatakan bahwa hadits ini sahih].

5. Mendidik keluarga untuk selalu membaca Al-Qur’an

Sehingga bacaan Al-Qur’an kita akan selalu didengar dan menjadi contoh bagi anak-anak dan isteri.

وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ .

Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari no. 5027)

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

Hadits ke-456: Suara Merdu Nabi Daud Alaihissalam

عَنْ أَبِي مُوْسَى الأَشْعَرِي – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ لَهُ :

لَقدْ أُوتِيتَ مِزْمَاراً مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ – متفقٌ عَلَيْهِ .

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Sungguh engkau telah diberi salah satu seruling keluarga Daud.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 5048 dan Muslim, no. 793]

📃 Penjelasan dan Faedah Hadits:

1. Suara yang Indah adalah Karunia Allah ﷻ

Disebut seruling keluarga Daud pada suaranya Abu Musa artinya suara yang bagus, enak didengar, nadanya seperti seruling. Sedangkan Ali Daud yang dimaksud adalah Nabi Daud itu sendiri.

Maka, jika dikaruniai suara yang indah hendaknya banyak bersyukur karena ada diantara hamba-Nya yang tidak diberikan nikmat suara alias bisu.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Saba ayat 13:

ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ

Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.

Beberapa contoh amalan-amalan nabi Daud alaihi salam:
1. Suara yang indah dalam bacaan Kitabullah
2. Puasa Daud
3. Cara tidur Nabi Daud ‘alaihis salam adalah membagi waktu malam menjadi enam bagian, dengan tidur pada setengah malam pertama, bangun untuk shalat pada sepertiga malam berikutnya, lalu tidur kembali pada seperenam akhir malam.

2. Disunnahkan memperbagus suara dalam membaca Al-Qur’an karena hal itu membuat Al-Qur’an enak untuk didengar dan masuk ke dalam hati para pendengarnya.

3. Disunnahkan mendengarkan Al-Qur’an dan diam.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم