ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
📚┃Materi : Syarah Kitab Tauhid – Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah
🎙️┃ Pemateri : Ustadz Abu Abdus Syahid Isnan Efendi, Lc, MA. hafizhahullahu.
🗓️┃ Hari, Tanggal : Jum’at [Sebelum Maghrib], 2 Oktober 2026 M / 22 Rabi’ul Akhir 1448 H
🕌┃Tempat : Izighawa – Doha Qatar
مَنْ حَقَّقَ التَّوْحِيْدَ دَخَلَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابِ
BAB-3: Memurnikan Tauhid Menyebabkan Masuk Surga Tanpa Hisab
Pembahasan kali ini merupakan muraja’ah ringkas untuk meninjau kembali kesimpulan (al-masail) atau kandungan bab dari kitab Kitabut Tauhid karya Shaykh Muhammad ibn Abd al-Wahhab. Bab ini membahas tentang “Barang siapa yang mewujudkan (tahqiq) tauhid dengan sebenar-benarnya, maka ia akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.”
Poin-Poin Utama Kandungan Bab
- Tingkatan-tingkatan manusia dalam bertauhid.
Manusia terbagi menjadi beberapa tingkatan dalam hal tauhid berdasarkan balasan yang akan mereka terima di akhirat:
-
- Orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.
- Orang yang masuk surga setelah melalui proses hisab atau azab terlebih dahulu.
- Orang yang tidak masuk surga dan kekal di dalam neraka (wal ‘iyadzubillah).
- Makna Tahqiqut Tauhid (Mengamalkan Tauhid Murni)
Mengamalkan tauhid secara murni pada intinya adalah menafikan dan membersihkan diri dari segala bentuk kesyirikan. Syaikh Shalih Alu Syaikh menjelaskan bahwa tahqiqut tauhid adalah memurnikan agama dari tiga kotoran utama, yaitu syirik, bid’ah, dan maksiat. Menurut Syaikh Ibn ‘Utsaimin, untuk mencapai derajat ini diperlukan tiga tahapan:
-
- Ilmu: Memahami dan membedakan antara tauhid dan kesyirikan.
- Keyakinan: Meyakini secara mantap ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah yang telah dipelajari.
- Ketundukan (Al-Inqiyad): Tunduk dan patuh mengamalkan ilmu serta keyakinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
- Pujian Allah kepada Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam
Allah Ta’ala memuji Nabi Ibrahim ‘alaihissalam secara khusus karena beliau terbebas dari perbuatan syirik (QS. An-Nahl ayat 120). Kesimpulan utamanya adalah setiap hamba yang terbebas dari kesyirikan berhak mendapatkan pujian dari Allah Ta’ala (Syarah Syaikh Utsaimin).
- Pujian kepada Tokoh Para Wali (Para Sahabat Rasulullah ﷺ)
Para sahabat mendapatkan pujian dari Allah Ta’ala atas kebersihan dan keselamatan aqidah mereka dari noda kesyirikan.
- Sifat-Sifat Pemurni Tauhid
Meninggalkan perbuatan meminta dirukyah (la yastarqun), tidak meminta pengobatan dengan besi panas (la yaktawun), dan tidak melakukan anggapan sial (la yatathayyarun) merupakan bentuk pengamalan tauhid yang murni.
- Tawakal Mendasari Seluruh Sikap Tersebut
Pondasi utama yang mengumpulkan sifat-sifat di atas adalah berserah diri secara penuh dan bertawakal hanya kepada Allah Ta’ala (wa ‘ala Rabbihim yatawakkalun).
- Kedalaman Ilmu dan Semangat Para Sahabat
Para sahabat menyadari bahwa kedudukan tinggi masuk surga tanpa hisab hanya dapat dicapai melalui ikhtiar amalan nyata, bukan sekadar teori. Mereka juga menunjukkan antusiasme yang luar biasa untuk saling berlomba dalam kebaikan.
- Keistimewaan Umat Islam
Umat Nabi Muhammad ﷺ memiliki keutamaan luar biasa, baik dari segi kuantitas (jumlah pengikut terbanyak di surga) maupun kualitas (adanya golongan yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab).
- Banyaknya Pengikut Nabi Musa ‘Alaihissalam
Nabi Musa ‘alaihissalam memiliki jumlah pengikut terbanyak kedua setelah umat Nabi Muhammad ﷺ.
- Ditampakkannya Umat-Umat Terdahulu
Allah Ta’ala memperlihatkan kondisi umat-umat terdahulu beserta para nabinya kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai bentuk tanda kenabian dan keistimewaan beliau.
- Pengelompokan Umat di Hari Kiamat
Setiap umat kelak di hari kiamat akan dikumpulkan bersama nabinya masing-masing.
- Sedikitnya Pengikut Para Nabi Terdahulu
Banyak nabi terdahulu yang hanya memiliki satu atau dua orang pengikut, bahkan ada nabi yang datang pada hari kiamat tanpa memiliki pengikut satu pun. Hal ini memberikan pelajaran bagi para da’i agar tidak tertipu oleh banyaknya jumlah pengikut dan tidak berkecil hati ketika jumlah pengikut sedikit.
- Kebolehan Merukyah Diri Sendiri
Melakukan rukyah mandiri untuk mengobati penyakit ‘ain atau sengatan hewan berbisa diperbolehkan dalam syariat. Hal yang berkurang keutamaannya adalah tindakan meminta dirukyah kepada orang lain.
- Ketulusan Para Ulama Salaf
Para ulama salaf senantiasa mengamalkan ilmu yang mereka dengar serta menjauhi sifat memuji seseorang secara berlebihan atau melebih-lebihkan hal yang tidak wajar.
- Penggunaan Kata Sindiran (Sindiran Halus)
Diperbolehkan menggunakan kata sindiran halus (al-ma’arid) dalam situasi tertentu untuk menjaga perasaan orang lain tanpa harus berkata dusta, sebagaimana sikap Rasulullah ﷺ kepada sahabat yang meminta mendoakannya setelah ‘Ukkasyah radhiyallahu ‘anhu.
- Kemuliaan Akhlak Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ memiliki akhlak yang sangat sempurna. Sebagaimana disebutkan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, akhlak beliau adalah Al-Qur’an (kana khuluquhul Qur’an).
*****
Dalil Al-Qur’an dan Hadits yang Disampaikan
- Dalil Pujian Allah kepada Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam Surat An-Nahl (16) Ayat 120:
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (120) سورة النحل
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif (lurus). Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan).” (QS. An-Nahl: 120)
- Dalil Pujian kepada Orang-orang yang Beriman dan Tidak Berbuat Syirik Surat Al-Mu’minun (23) Ayat 59:
والذين هم بربهم لا يشركون
“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun).” (QS. Al-Mu’minun: 59)
- Dalil Kriteria 70.000 Orang Masuk Surga Tanpa Hisab Hadits Riwayat Al-Bukhari (No. 5705) dan Muslim (No. 220) dari sahabat ‘Abdullah ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
هم الذين لا يسترقون ولا يتطيرون ولا يكتوون وعلى ربهم يتوكلون
“Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta dirukyah, tidak melakukan thiyarah (anggapan sial), tidak meminta pengobatan dengan besi panas (kay), dan hanya kepada Rabb merekalah mereka bertawakal.” (HR. Bukhari no. 5705, Muslim no. 220)
- Dalil Pengelompokan Umat Bersama Nabinya di Hari Kiamat Surat Al-Jatsiyah (45) Ayat 28:
وَتَرٰى كُلَّ اُمَّةٍ جَاثِيَةً ۗ كُلُّ اُمَّةٍ تُدْعٰٓى اِلٰى كِتٰبِهَا ۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ٢٨
“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Jatsiyah: 28)
- Dalil Bukti Cinta kepada Allah dengan Mengikuti Rasulullah ﷺ Surat Ali ‘Imran (3) Ayat 31:
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٣١
“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31)
Infografis Kajian
*****
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


