Ukuran kebaikan adalah sempurna di akhir bukan kurangnya di awal. Dalam sebuah riwayat disebutkan,
ููุฅููููู
ูุง ุงูุฃูุนูู
ูุงูู ุจูุงููุฎูููุงุชููู
ู
โSesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.โ (HR. Bukhari, no. 6607).
Begitu banyak ampunan di bulan Ramadhan, sehingga apabila ada yang tidak diampuni di bulan Ramadhan maka benar-benar โketerlaluanโ jeleknya. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa orang yang tidak diampuni di bulan Ramadhan akan mendapatkan celaka dan kerugian yang besar.
Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam beliau bersabda,
ุฑูุบูู
ู ุฃููููู ุนูุจูุฏู โ ุฃููู ุจูุนูุฏู โ ุฏูุฎููู ุนููููููู ุฑูู
ูุถูุงูู ููููู
ู ููุบูููุฑู ูููู
โCelakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.โ [HR. Ahmad, shahih]
Maka masuk sepertiga Ramadhan hendaknya lebih bersungguh-sungguh dalam mengisi amaliah di akhir Ramadhan, karena keutamaan Ramadhan yang paling besar adalah di sepuluh hari terakhirnya. Karena pada malam-malam akhir terdapat malam Lailatul Qadar.
Dalam hadits disebutkan,
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฑูุถููู ุงููููููู ุนูููููุง ููุงููุชู: โ ููุงูู ุฑูุณูููู ุงููููููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
โ ุฅูุฐูุง ุฏูุฎููู ุงูููุนูุดูุฑู -ุฃููู: ุงูููุนูุดูุฑู ุงูููุฃูุฎููุฑู ู
ููู ุฑูู
ูุถูุงูู- ุดูุฏูู ู
ูุฆูุฒูุฑููู, ููุฃูุญูููุง ูููููููู, ููุฃูููููุธู ุฃููููููู โ ู
ูุชูููููู ุนููููููู
Dari โAisyah radhiyallahu โanha, ia berkata, โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.โ Muttafaqun โalaih. (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).