بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Daurah Al-Khor Sabtu Pagi – Masjid At-Tauhid
Syarah Riyadhus Shalihin Bab 55-4
🎙️ Ustadz Abu Hazim Syamsuril Wa’di, SH, M.Pd, PhD. 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱.
📗 | Syarah: Prof. Dr. Khalid Utsman Ats-Tsabt 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱.
🗓️ Al-khor, Sabtu, 5 Sya’ban 1447 / 24 Januari 2026
📗 | https://shamela.ws/book/9260/1546#p1



٥٥- باب فضل الزهد في الدنيا والحث على التقلل منها، وفضل الفقر

Bab 55: Keutamaan Zuhud Terhadap Kenikmatan Dunia Dan Perintah Untuk Hidup Sederhana Serta Keutamaannya

📖 Hadits ke-3/459: Dunia itu Manis dan Hijau

٣/٤٥٩- وعنه رضي اللهُ عنهُ أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ” إن الدنيا حُلوة خضرةٌ، وإن الله تعالى مُستخلفكم فيها فينظرُ كيف تعملون، فاتقوا الدنيا واتقوا النساء” رواه مسلم

459. Dan darinya Abu Sa’id al-Khudri), bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Sesungguhnya dunia ini manis lagi mempesona, dan bahwa sesungguhnya Allah yang Mahatinggi telah menjadikan kalian berkuasa di dalamnya, untuk kemudian Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Maka itu waspadalah terhadap dunia, serta waspadalah pula terhadap kaum wanita.” (HR. Muslim no. 2742)

📃 Kosa Kata Hadits

  • Makna حُلْوَةٌخَضِرَةٌ : manis dan hijau (indah); bahwa kecenderungan manusia terhadap dunia serupa dengan kecenderungan mereka terhadap buah-buahan yang manis rasanya dan hijau warnanya.
  • Makna مُسْتَخْلِفُكُمْ : menjadikan kalian pewaris, sebagian kalian mewarisi sebagian yang lainnya.
  • Makna فَاتَّقُوْا الدُّنْيَا : waspadalah terhadap dunia (harta), yaitu berhati-hatilah, jangan sampai kalian terpedaya olehnya.
  • Makna اِتَّقُوْا النِّسَاءَ : waspadalah terhadap wanita; maksudnya, yaitu berhati-hatilah terhadap fitnah yang ditimbulkan olehnya.
  • Makna فِيْ النِّسَاءِ : pada wanita, yakni fitnah itu disebabkan oleh kaum wanita.

📃 Penjelasan:

Nabi ﷺ menerangkan bahwa dunia itu rasanya manis dan rupanya hijau, sehingga manusia dapat tertipu dan terlena di dalamnya lalu menjadikannya sebagai tujuan yang paling besar.

Seperti halnya padang yang hijau karena disirami hujan, hingga tumbuh tanaman yang enak dipandang.

Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjadikannya sebagai ujian dan cobaan bagi para hamba-Nya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan ummatnya untuk mengerjakan hal-hal yang bisa menjaganya agar tidak terjatuh dalam fitnah dunia.

Allâh Azza wa Jalla juga berfirman :

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya. [al-Kahfi/18:7].

Allah ﷻ juga berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Hadid Ayat 7:

اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاَنْفِقُوْا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُّسْتَخْلَفِيْنَ فِيْهِۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَاَنْفَقُوْا لَهُمْ اَجْرٌ كَبِيْرٌ ۝٧

Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya serta infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari apa yang Dia (titipkan kepadamu dan) telah menjadikanmu berwenang dalam (penggunaan)-nya. Lalu, orang-orang yang beriman di antaramu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang sangat besar.

Makna مُّسْتَخْلَفِيْنَ adalah pengurus atau pengganti, merupakan isim maful dari kata istakhlafa yang maknanya menjadi pengurus atau pengganti harta tersebut dari sebelumnya.

Maknanya sejalan dengan hadits berikut:

عن أنس رضي الله عنه قَالَ: كُنْتُ أمشي مَعَ رسول الله صلى الله عليه وسلم وَعَلَيْهِ بُرْد نَجْرَانيٌّ غَلِيظُ الحَاشِيَةِ، فأدْرَكَهُ أعْرَابِي فَجَبذَهُ بِرِدَائِهِ جَبْذَة شَديدة، فَنَظَرْتُ إِلَى صَفْحَةِ عَاتِقِ النَّبيِّ صلى الله عليه وسلم وَقَدْ أثَّرَتْ بِهَا حَاشِيَة الرِّدَاءِ مِنْ شِدَّةِ جَبْذَتِه، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، مُر لِي مِنْ مَالِ اللهِ الَّذِي عِنْدَكَ. فَالتَفَتَ إِلَيْهِ، فَضَحِكَ ثُمَّ أَمَرَ لَهُ بِعَطَاءٍ.

Anas -raḍiyallāhu ‘anhu- berkata, “Aku pernah berjalan bersama Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- sementara beliau mengenakan selendang buatan negeri Najran yang kasar tepinya. Lalu seorang badui mengejar beliau dan menarik selendang beliau dengan keras. Aku lihat di permukaan pundak beliau terdapat bekas tepi selendang, karena kerasnya tarikan orang badui itu. Lantas orang itu berkata, ‘Wahai Muhammad! Perintahkanlah agar aku diberikan harta Allah yang ada padamu!’ Beliau lalu menoleh padanya sembari tersenyum, kemudian beliau memerintahkan untuk memberinya pemberian.”
[Hadis sahih] – [Muttafaq ‘alaih]

Maka, asal harta adalah milik Allah ﷻ, manusia hanya membelanjakannya, jika dibelanjakan di jalan Allah ﷻ maka dia akan beruntung. Karena kedudukannya hanya sebagai wakil dari kepunyaan Allah ﷻ. Inilah yang dijelaskan Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa Allah Ta’ala menjadikan sebagian kita sebagai khalifah (pengganti) bagi yang lain dalam kehidupan dunia ini. Allah akan melihat bagaimana kita berbuat; apakah kita melaksanakan ketaatan kepada-Nya, ataukah kita bermaksiat?

Kemudian beliau bersabda: Waspadalah! Jangan sampai kalian tertipu oleh dunia dan perhiasannya sehingga ia membuat kalian meninggalkan perintah Allah dan terjerumus pada larangan-Nya. Di antara fitnah dunia paling besar yang wajib diwaspadai ialah fitnah wanita karena merupakan fitnah pertama yang menjerumuskan Bani Israel.

Pengesahan dan penjelasan hadits ini telah diulas pada pembahasan badits nomor (70) dalam Bab “Takwa”.

💡 Faedah Hadits:

1. Seyogianya bersikap zuhud terhadap harta sehingga tidak berjalan di bawah kendalinya atau bergantung pada kegemerlapan dunia. Sebab dunia hanyalah menawarkan kelezatan, keindahan, ataupun perhiasan kepada manusia. Maka siapa saja yang bergantung padanya, niscaya dunia itu membinasakannya. Walaupun demikian, tidak selayaknya seorang hamba melupakan bagiannya dari dunia ini.

2. Allah menjadikan Bani Adam sebagai khalifah di muka bumi, yang sebagian mereka menggantikan sebagian yang lainnya, agar Dia bisa melihat bagaimana mereka bertindak terhadapnya. Hal ini karena dunia adalah tempat ujian dan cobaan, bukan tempat yang kekal, melainkan ibarat batu loncatan menuiu kehidupan abadi Maka. hendaklah kita membekali diri di dunia (dengan amal shalih dalam menempuh perjalanan menuju kehidupan yang abadi itu.

3. Peringatan agar berhati-hati terhadap fitnah yang ditimbulkan oleh wanita. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menghindari apa-apa yang dapat membangkitkan syahwat, misalnya berikhtilath (berbaur antara laki-laki dan perempuan), atau melihat ke bagian-bagian tubuh wanita bukan mahram yang dapat membangkitkan gairah berahi Jangan sampai pula seorang wanita, jika telah halal bagi (menjadi istri) seseorang, melalaikan diri kita dari menunaikan kewajiban.

4. Dianjurkan belajar dan mengambil pelajaran dari umat-umat yang terdahulu. Karena apa yang pernah menimpa Bani Israil boleh jadi menimpa kaum lainnya, yakni jika mereka berbuat hal yang sama.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم