Artikel Islam
Alhamdulillah artikel yang telah terkumpul sejak tahun 2008, dapat menjadi alternatif sarana referensi Islam dari sumber yang benar. Biidznillah...
Alhamdulillah artikel yang telah terkumpul sejak tahun 2008, dapat menjadi alternatif sarana referensi Islam dari sumber yang benar. Biidznillah...
Kumpulan video kajian dari beberapa asatidzah salaf yang layak kita ikuti dan dengarkan sebagai penambah ilmu agama kita.
Download materi e-book, media dan lainnya sebagai bahan referensi.
Tidak Mau Menerima Kebenaran dengan Alasan yang Batil
Mereka tidak mau mengikuti apa yang datang kepada mereka dari Allah ﷻ dengan alasan tidak paham. Seperti perkataan mereka :
وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْفٌ
“Dan mereka berkata: “Hati kami tertutup”. ( QS. al-Baqarah : 88 ).
يَا شُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيراً مِمَّا تَقُولُ
“Hai Syu’aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan “. ( QS. Hud : 91 ).
Maka Allah mendustakan mereka dan menjelaskan bahwa ketidakpahaman mereka disebabkan ada penutup pada hati mereka, dan penutup itu karena kekufuran mereka.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Furqan ayat 30:
وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُوا۟ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًا
Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”.
Ayat ini merupakan ayat bagi orang-orang yang tidak mengacuhkan Al-Qur’an (menghajr Al-Qur’an). Kata hajr bermakna memutus. Sedangkan maksud dari hajrul Qur’an adalah meninggalkan al-Qur’an dan berpaling darinya, seperti tidak mengimaninya, tidak membacanya, tidak mau mendengarkannya, tidak mau memahami dan mentadabburinya, serta tidak mengamalkannya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Hajrul Qur’an” itu ada beberapa macam…
Hadits ke-11:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu pula, katanya: “Rasulullah ﷺ bersabda: “Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, andaikata engkau semua tidak ada yang melakukan dosa, sesungguhnya Allah akan melenyapkan engkau semua, lalu mendatangkan suatu kaum lain yang melakukan dosa kemudian mereka meminta pengampunan kepada Allah Ta’ala, lalu Allah mengampuni mereka itu.” (Muttafaq ‘alaih)
📖 Hadits ke-12:
Dari Abu Ayyub, yaitu Khalid bin Zaid Radhiyallahu’anhu, katanya: “Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Andaikata engkau semua tidak ada yang melakukan dosa, sesungguhnya Allah akan menciptakan suatu makhluk baru yang melakukan dosa, lalu mereka memohonkan pengampunan padaNya, kemudian Allah mengampuni mereka itu.” (Riwayat Imam Muslim)
Mengawali kajian Ustadz mengingatkan kembali untuk bersemangat mempersiapkan Ramadhan yang sebentar lagi tiba.
Mereka yang ditulis dalam judul adalah golongan yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan. Perlu kiranya, kita yang sudah masuk bulan Ramadhan beberapa kali, untuk bermuhasabah agar langkah kita masuk ke dalam bulan Ramadhan menjadi lebih baik lagi.
Siapakah mereka yang tidak mendapat ampunan?
Tentang memelihara pembacaan Al-Qur’an di waktu malam.
Penghafal Al-Qur’an harus lebih banyak memperhatikan pembacaan Al-Qur’an di waktu malam dan shalat malam.
Allah Ta’ala berfirman:
لَيْسُوا۟ سَوَآءً ۗ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ أُمَّةٌ قَآئِمَةٌ يَتْلُونَ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ. يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَأُو۟لَٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
“Di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka bersujud (sembahyang). Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengajarkan) berbagai kebajikan dan mereka itu termasuk orang-orang yang shaleh.” (QS Ali Imran: 113-114).
Cinta bagi Allah ﷻ adalah kebaikan bagi HambaNya dan benci bagi Allah ﷻ adalah keburukan bagi hamba-Nya. Kecintaan Allah ﷻ bagi hamba-Nya hanya untuk kebaikan, tidak seperti makhluk yang kecintaannya bisa dalam keburukan, seperti kecintaan pada zina, pada khamr, dan lainnya.
Jika seseorang merasa sebagai hamba Allah ﷻ pasti akan melakukan semua perintah Allah ﷻ dan menjauhi larangan-Nya. Maka, tatkala bulan Ramadhan, kebanyakan kaum muslimin menjadi hamba yang baik, hingga kebanyakan muslimin giat beribadah.
Kecintaan Allah ﷻ tidak sama dengan kecintaan makhluk. Bahkan cinta seorang ibu dengan anaknya.
Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran. [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]
Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
Perbanyaklah istighfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar dan dalam majelis-majelis kalian dan dimana saja kalian berada! Karena kalian tidak tahu kapan turunnya ampunan!
Tidak ada satu perkara yang lebih berat atas jiwa daripada niat ikhlas, karena ia (seakan-akan –red.) tidak mendapat bagian apapun darinya.