• Alquran-Sunnah 1
    Ahlan wa Sahlan
    Selamat Datang di situs Al-Qurán Sunnah, Jika antum menemukan kesalahan, mohon kiranya untuk mengingatkan kami... Kami sampaikan Jazaakumullohukhoiron atas kunjungan antum wabarokallohufiikum...
  • Alquran-Sunnah 2
    Kenapa Al-Qurán dan Sunnah?
    Di antara perkara penting dalam mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah “pemahaman” (al-fahmu). Yaitu, kita diberikan pemahaman tentang apa yang diinginkan oleh Allah Ta’ala dan juga apa yang diinginkan (dimaksudkan) oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Rawatlah Hati!
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,"Karena hati itu diciptakan untuk diketahui kegunaannya... maka mengarahkan penggunaan hati (yang benar) adalah (dengan cara menggunakannya untuk) berfikir dan menilai…”.

Syafa’at adalah penengah (perantara) bagi yang lain dengan mendatangkan suatu kemanfaatan atau menolak suatu kemudharatan. Maksudnya, syafi’ (pemberi syafa’at) itu berada di antara masyfu lahu (yang diberi syafa’at) dan masyfu’ ilaih (syafa’at yang diberikan) sebagai wasithah (perantara) untuk mendatangkan keuntungan (manfaat) bagi masyfu’ lahu atau menolak mudharat darinya.

Kajian kali ini dibahas ulang jenis-jenis syafa’at dan agar kaum muslimin dapat memperoleh syafaat yang sangat diharapkan kelak di akhirat.

Allâh ﷻ berfirman dalam QS. Al-Anbiya’ Ayat 107: Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Aku adalah Rahmat yang diberikan petunjuk. (H.R. Hakim).

Maka, selayaknya kita bersyukur atas kedatangan beliau kepada kaum mukminin. Dan atas nikmat hidayah dilahirkan dalam keadaan muslim.

Kajian ini menjelaskan kekhususan Rasulullah ﷺ di utus dan hak-hak Beliau ﷺ yang wajib ditunaikan pada setiap muslim.

Empat hal yang harus dimiliki oleh setiap muslim yaitu beriman, berilmu, beramal, dan bersabar (Istiqomah).

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala, Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Sesungguhnya intisari dakwah para nabi adalah menyeru kepada tauhid dan menjauhkan manusia dari segala bentuk kesyirikan. Tauhid uluhiyah mengandung tauhid rububiyah dan tauhid asma wasifat. Ini dikarenakan yang berhak disembah adalah yang esa dalam rububiyah dan esa dalam tauhid asma wasifat. Ketika kita tahu hanya Allah ﷻ yang menciptakan alam semesta maka hanya Allah ﷻ yang berhak untuk disembah.

Tujuan kita diciptakan adalah beribadah kepada Allah ﷻ. Sehingga tauhid uluhiyah adalah tujuan dari penciptaan manusia dan jin.

Beriman kepada takdir merupakan salah satu pondasi dari rukun iman yang enam. Barang siapa yang tidak beriman dengan takdir yang baik dan buruk, maka keimanan dia terhadap rukun-rukun iman yang lain tidak bermanfaat.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari ke enam rukun tersebut satu persatu dengan dasar-dasar ilmu yang cukup, sehingga kita dikatakan telah beriman kepada enam rukun iman tersebut.

Bab 44. Memuliakan Alim Ulama, Orang-orang Tua, Ahli Keutamaan Dan Mendahulukan Mereka Atas Lain-lainnya, Meninggikan Kedudukan Mereka Serta Menampakkan Martabat Mereka

Hadits ke-2: “Ratakanlah – saf-saf dalam shalat – dan jangan berselisih lebih maju atau lebih ke belakang, sebab jikalau tidak rata, maka hatimu semua pun menjadi berselisih. Hendaklah menyampingi saya – dalam shalat itu – orang-orang yang sudah baligh dan orang-orang yang berakal di antara engkau semua. Kemudian di sebelahnya lagi ialah orang-orang yang bertaraf di bawah mereka ini lalu orang yang bertaraf di bawah mereka ini pula.” (Riwayat Muslim)

Mutiara Salaf