Artikel Islam
Alhamdulillah artikel yang telah terkumpul sejak tahun 2008, dapat menjadi alternatif sarana referensi Islam dari sumber yang benar. Biidznillah...
Alhamdulillah artikel yang telah terkumpul sejak tahun 2008, dapat menjadi alternatif sarana referensi Islam dari sumber yang benar. Biidznillah...
Kumpulan video kajian dari beberapa asatidzah salaf yang layak kita ikuti dan dengarkan sebagai penambah ilmu agama kita.
Download materi e-book, media dan lainnya sebagai bahan referensi.
Beliau sesekali tidur menggunakan kasur, sekali waktu menggunakan an-nitha’ (tikar terbuat dari kulit), sekali wakfu menggunakan tikar, sekali wakfu tanpa alas, sekali waktu di atas ranjang, dan sekali waktu menggunakan alas kain hitam. Abbad bin Tamim meriwayatkan dari pamannya, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbaring di masjid seraya meletakkan salah satu kakinya di atas yang lain.”
HR. Al-Bukhari, 10/334 dan 11/68. Muslim, no. 2100.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (218)
firman Allah ﷻ:
قُلْ لَّآ اَجِدُ فِيْ مَآ اُوْحِيَ اِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلٰى طَاعِمٍ يَّطْعَمُهٗٓ اِلَّآ اَنْ يَّكُوْنَ مَيْتَةً اَوْ دَمًا مَّسْفُوْحًا اَوْ لَحْمَ خِنْزِيْرٍ فَاِنَّهٗ رِجْسٌ
Katakanlah, “Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali (daging) hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi karena ia najis. (Surat al-An’am: 145.)
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ -٥٦
“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz –Dzariyat: 56 ).
473. Dari an-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu’anhuma, ia bercerita bahwasanya Umar bin al-Khathab Radhiyallahu’anhu pernah berkata terkait apa yang diperoleh orang-orang berupa dunia: “Suatu ketika aku menyaksikan Rasulullah menekuk perutnya seharian penuh. Beliau tidak mendapatkan kurma terburuk sekalipun yang bisa dipergunakan untuk mengisi perutnya.” (HR. Muslim)
Dinukil melalui jalur shahih dari beliau shallallahu ’alaihi wasallam, dari hadits Anas radhiyallahu ’anhu, bahwa beliau shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,
حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ النِّسَاءُ وَالطِّيْبُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ
Dijadikan aku menyenangi perkara dunia kalian adalah para wanita (istri) dan wewangian dan dijadikan penyejuk mataku (penentram jiwaku) adalah di dalam shalat.
HR. An Nasa’i, 7/61, Kitab Isyrah An Nisaa, Bab Hubbu An-Nisaa, Ahmad, Al Musnad,3/128, 199, dan 285. Sanad hadits ini hasan, dan dishahihkan oleh Al-Hakim, 2/160, dari jalur lain. Serta disetujui oleh Adz-Dzahabi.
Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran. [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]
Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
Perbanyaklah istighfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar dan dalam majelis-majelis kalian dan dimana saja kalian berada! Karena kalian tidak tahu kapan turunnya ampunan!
Tidak ada satu perkara yang lebih berat atas jiwa daripada niat ikhlas, karena ia (seakan-akan –red.) tidak mendapat bagian apapun darinya.