بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kajian Kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah
(Fitnah dan Tanda Kiamat dari Shahih Muslim)
Pemateri: Ustadz Isnan Efendi, Lc. MA. 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
Pertemuan 6: 3 Jumadil Akhir 1445 / 16 Desember 2023



Bab 5: Kehancuran Umat ini Karena saling Bermusuhan

📖 Hadits Muslim Nomor 5144:

حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الْعَتَكِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ كِلَاهُمَا عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيَّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ وَإِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أَنْ لَا أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ يَسْتَبِيحُ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ مَنْ بَيْنَ أَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَيَسْبِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرُونَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى زَوَى لِي الْأَرْضَ حَتَّى رَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَأَعْطَانِي الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ ثُمَّ ذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Ar Rabi’ Al Ataki] dan [Qutaibah bin Sa’id], keduanya dari [Hammad bin Zaid] dan teksnya milik Qutaibah, telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Ayub] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Asma`] dari [Tsauban] berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya Allah menghimpun bumi untukku lalu aku melihat timur dan baratnya dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai yang dihimpunkan untukku, aku diberi dua harta simpanan; merah dan putih, dan sesungguhnya aku meminta Rabbku untuk ummatku agar tidak dibinasakan oleh kekeringan menyeluruh, agar Ia tidak memberi kuasa musuh untuk menguasai mereka selain diri mereka sendiri lalu menyerang perkumpulan mereka, dan sesungguhnya Rabbku berfirman: ‘Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa dirubah, sesungguhnya Aku memberikan untuk umatmu agar tidak dibinasakan oleh kekeringan menyeluruh, Aku tidak memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka selain diri mereka sendiri lalu mereka menyerang perkumpulan mereka meski mereka dikepung dari segala penjurunya hingga sebagaian dari mereka membinasakan sebagaian lainnya dan saling menawan satu sama lain.” Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb], [Ishaq bin Ibrahim], [Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Ibnu Basyar], berkata Ishaq: Telah mengkhabarkan kepada kami, sedangkan yang lain berkata: telah menceritakan kepada kami [Mu’adz bin Hiysam] telah menceritakan kepadaku [ayahku] dari [Qatadah] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Asma` Ar Rahabi] dari [Tsauban] bahwa nabi Allah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya Allah menghimpun bumi untukku hingga aku melihat timur dan baratnya, dan Ia memberiku dua harta simpanan; merah dan putih.” Selanjutnya ia menyebut seperti hadits Ayyub dari Abu Qilabah.

📖 Syarah Hadits:

Allâh زَوَى maksudnya menghimpun, menyatukan bumi. Allâh ﷻ mengecilkan bumi. Dan Allâh ﷻ menampakkan kekuasaan kepada Rasulullah ﷺ dengan menunjukkan hal atau berita yang akan datang.

Merah dan putih maksudnya adalah emas dan perak (Romawi dan Persia). Emas melambangkan kekuasaan Romawi. Orang Romawi dan Syam memiliki kesamaan bentuk fisik. Kulit mereka kemerahan. Dan orang-orang Persia banyak menyimpan perak dengan warna kulit keputihan.

Rasulullah ﷺ juga meminta agar umatnya tidak dibinasakan sekaligus (menyeluruh) dengan kekeringan atau kebanjiran, dan ini dikabulkan pada hadits kedua. Maka, sunnatullah umat Islam tidak akan habis sampai hari kiamat, meskipun sebagian wilayah seperti Palestina banyak terbunuh. Inilah juga makna ‘tidak dibinasakan secara menyeluruh’.

Adapun do’a agar umat Islam tidak saling membunuh (Do’a ini tidak dikabulkan), indikasi hal ini seperti kejadian terbunuhnya Usman bin Affan, perang Jamal, perang Siffin dan lainnya. Hikmahnya tidak ada satupun negara yang mampu menanggulangi peperangan terhadap kaum muslimin.

Sesungguhnya Rabbku berfirman: ‘Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa dirubah…

Takdir dibagi dua:
▪️ Takdir Mu’allaq : terkait dengan sebab. Seperti do’a dapat mengubah takdir, silaturahim memanjangkan umur.
▪️ Takdir yang tidak terkait dengan sebab.

Fenomena alam yang tidak dihubungkan dengan takdir adalah paham liberal yang menyimpang. Alam adalah ciptaan Allâh ﷻ yang tidak diberi kemampuan untuk memilih seperti manusia, maka apa yang terjadi pada alam dan masa karena kehendak Allâh ﷻ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga dia beriman kepada qadar baik dan buruknya dari Allah, dan hingga yakin bahwa apa yang menimpanya tidak akan luput darinya, serta apa yang luput darinya tidak akan menimpanya.” (Shahih, riwayat Tirmidzi dalam Sunan-nya (IV/451) dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu).

Allâh ﷻ tidak menghendaki keburukan kepada manusia, meskipun manusia menganggap keburukan secara dzahir. Karena keburukan secara dzahir tidak berbanding lurus dengan keburukan dari Allâh ﷻ. Seperti seseorang yang sakit, dia berobat dan disuntik, diimunisasi dan dikasih obat yang pahit, itu semua tidak dia sukai (keburukan) tetapi bukan berarti itu keburukan buat dia.

Maka, gunung meletus atau musibah lainnya meskipun secara dzahir buruk, bukan maksudnya Allâh ﷻ menghendaki keburukan buat manusia. Allâh ﷻ menghendaki agar manusia bertaubat dan kembali kepada Allâh ﷻ.

Maka, tatkala terjadi gerhana, Rasulullah ﷺ bergegas sholat gerhana dengan bertaubat dan mengingatkan manusia untuk kembali kepada Allâh ﷻ, maka jika semua kejadian alam yang dikaitkan dengan teknologi, dan bisa diprediksi, akan menjadi hal biasa yang seharusnya menjadi sesuatu yang menakutkan.

Demikian juga takdir Allâh ﷻ yang menjadikan Umat Islam berpecah belah, sehingga kita paham hakikat takdir, tidak terlalu jauh memikirkannya hingga tidak mampu mengontrol tangan dan lisan kita. Urusan negara adalah hal-hal besar yang bukan menjadi tanggung jawab utama kita, sementara tanggung jawab keluarga malah terabaikan.

Semoga Allah Ta’ala selalu menjaga kita dan keluarga serta kaum muslimin jauh dari fitnah.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم