Kitab Zaadul Ma’ad #1

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

📗 | Kajian Kitab Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khairil Ibad | Karya: Syaikhul Islam Ibnul Qayyim al-Jauziyah Rahimahullah
🎙| Bersama Ustadz Nefri Abu Abdillah, Lc. M.A 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
📌 | Grand Mosque Al-Khor Community Qatar
🗓 | Al-Khor, 5 Jumadil Akhir 1447 / 26 November 2025



Mukadimah

Nama Kitab: Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khairil Ibad (Bekal menuju akhirat melalui petunjuk Nabi ﷺ)
Disingkat menjadi Zaadul Ma’ad (bahasa Arab: زاد المعاد).
Maknanya:

  • Zaad : berarti Bekal. Seperti kata dalam ayat Al-Qur’an, Allah ﷻ berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah: 197)

  • Ma’ad : berarti tempat kembali, yaitu kampung akhirat. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 185:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya”.

Ayat ini memberikan kata Al-Ma’ad yaitu tempat kembali. Setiap manusia sedang berjalan menuju surga atau neraka.

Maka, Zaadul Ma’ad adalah Bekal menuju kampung akhirat, yang diambil dari mata air yang jernih (petunjuk (Hadyi) dari Khairil Ibad (Hamba terbaik – Nabi ﷺ).

Nabi ﷺ adalah manusia terbaik, sabda beliau:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آَدَمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ، وَبِيَدِيْ لِوَاءُ اْلحَمْدِ وَلاَ فَخْرَ، وَ مَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آَدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلاَّ تَحْتَ لِوَاءِيْ وَ أَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الأَرْضُ وَلاَ فَخْرَ.

Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat dan bukannya sombong, dan di tanganku bendera Al-Hamd dan bukannya sombong, dan tidak ada seorang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun, tidak pula Adam juga yang lainnya ketika itu kecuali semua di bawah benderaku, dan aku orang pertama yang keluar dari tanah/kubur dan bukannya sombong. (HR. Tirmidzi no. 3614).

‘Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

إِنَّ اللهَ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَوَجَدَ قَلْبَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ، فَاصْطَفَاهُ لِنَفْسِهِ فَابْتَعَثَهُ بِرِسَالَتِهِ،…

“Sesungguhnya Allah memperhatikan hati para hamba-Nya. Allah mendapati hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hati yang paling baik, sehingga Allah memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya sebagai pembawa risalah-Nya….” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad, I/379, no. 3600. Syaikh Ahmad Syakir mengatakan bahwa sanadnya shohih).

Maka, kita ini berisi kitab yang memberi petunjuk kepada kita dari Nabi ﷺ akan kehidupan keseharian beliau.

Esensi Kitab

1. Buku yang berisi Shirah Nabi ﷺ
2. Sunnah-sunnah Nabi ﷺ (Apa saja yang tsabit datang dari Nabi ﷺ baik ucapan, perbuatan atau taqrir (yang dibiarkan)).
3. Pribadi Nabi ﷺ, baik akhlak beliau atau aktivitas keseharian atau adab Nabi ﷺ.

Kitab Zaadul Ma’ad ini adalah hasil karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah (Wafat: 751H). Ia ditulis oleh Ibnul Qayyim ketika sedang bermusafir sambil duduk atau menunggung di atas untanya dari Damaskus (Syiria) menuju Mekah saat safar. Hal ini beliau informasikan di dalam kitabnya, yang berisi penjelasan menyeluruh, tetapi ringan. Dan ditulis dengan rujukan yang terbatas, karena ditulis dalam safar.

Ini menunjukkan keberkahan hidup para ulama, yang mampu menulis dalam kondisi yang terbatas.

Biografi Penulis

Beliau adalah al-‘alamah Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakar bin Ayyub bin Sa’ad az-Zur’i ad-Dimasyqi yang masyhur dengan julukan Ibnu Qayyim al-Jauziyah, tidak ada yang lain.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah tumbuh dalam lingkungan yang ilmiah di bawah asuhan ayahnya, seorang ulama saleh, yaitu Qayyim al-Jauziyah.

Beliau —rahimahullah— lahir pada hari ketujuh bulan Shafar tahun 691 Hijriah di Damaskus Suriah.

Guru-guru beliau: Beliau menimba ilmu Ushul dan Fiqih dari Syaikh Shafiyuddin Al-Hindi, Syaikhul Islam lbnu Taimiyah, Syaikh Ismail bin Muhammad Al-Harrani. Beliau membaca kepada mereka kitab Ar-Roudhah karya Ibnu Quddamah Al-Maqdisi, Al-lhkam karya Al-Amidi, Al-Muhashsal, Al-Mahshul dan Al-Arba’in karya Ar-Razi, dan Al-Muharraz karya Ibnu Taimiyah (sang kakek).

Ibnul Qayyim konsisten bersama Ibnu Taimiyah sejak beliau kembali dari Mesir pada 712 H hingga wafat pada 728 H. Ketika itu, beliau masih dalam keadaan muda belia, puncak kekuatan, dan kesempurnaan pemahaman. Beliau pun meneguk limpahan ilmu Ibnu Taimiyah yang sangat banyak, mendengarkan pandangan-pandangannya yang matang dan lurus. Beliau pun sangat mencintainya hingga mengambil sebagian besar hasil ijtihadnya, menopang pandangannya, memperluas dalam berdalil tentang kebenarannya, dan melemahkan apa yang menyelisihinya. Beliau pula yang menyeleksi kitab-kitab Ibnu Taimiyah dan menyebarkan ilmu-ilmunya.

Karya-Karya Beliau

Beliau Rahimahullah telah menyusun karya sangat banyak hingga mencapai enam puluh lebih kitab dalam berbagai disiplin ilmu. Sebagiannya cukup besar dan terdiri dari beberapa jilid dan ada pula yang hanya satu jilid. Namun, semuanya sangat bermufu dan bermanfaat dalam bidang bahasannya.

Dalam disiplin ilmu fiqih dan ushul fiqih, beliau memiliki beberapa karya, di antaranya:
1. I’laam Al-Muwaqqi’in ‘an Rabbil ‘Alamin,
2. Ath-Thuruq Al-Hukmiyah fii As-Siyasah Asy-Syar’iyah,
3. Ighatsatul Lahfan fii Maka id Asy-Syaithan,
4. Tuhfatul Maudud fii Ahkam Al-Maulud,
5. Ahkam Ahli Adz-Dzimmah, dan
6. Al-Furusiyah.

Di bidang hadits dan Sirah:
1. Tahdzib Sunan Abi Dawud wa Idhah ‘Ilalihi wa Musykilatihi, dan
2. Zadul Ma’ad fii Hadyi Khairil ‘Ibad, yang saat ini sedang dibahas.

Di bidang Aqidah:
1. Ijtimaa Al-Juyusy Al-Islamiyah ‘Ala Ghazwi Al-Mu’athilah wa Al-Jahmiyah, Ash-Shawa’iq Al-Mursalah ‘ala Al-Jahmiyah wa Al-Mu’athilah
2. Syifa’ Al-‘Alil fii Masa`il Al-Qadha wa Al-Qadar wa Al-Hikmah Wa At-Ta’lil, Hidayatul Hayari min Al-Yahuud wa An-Nashara,
3. Hadil Arwah ilaa Bilaad Al-Afrah, dan
4. Ar-Ruh.

Di bidang akhlak dan raqa’iq:
1. Madarij As-Salikin
2. Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin,
3. Ad-Da’ wa Ad-Dawa’, dan
4. Al-Wabil Ash-Shayyib min Al-Kalim Ath-Thayyib.

Pembahasan Kitab

Karena kitab ini tebal, maka yang akan dibahas adalah Mukhtashar Kitab Zaadul Ma’ad oleh Dr. Ahmad bin Utsman Al-Mazyad.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik untuk kita dalam memudahkan bahasan Kitab ini. Aamiin.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم