Artikel Islam
Alhamdulillah artikel yang telah terkumpul sejak tahun 2008, dapat menjadi alternatif sarana referensi Islam dari sumber yang benar. Biidznillah...

Alhamdulillah artikel yang telah terkumpul sejak tahun 2008, dapat menjadi alternatif sarana referensi Islam dari sumber yang benar. Biidznillah...
Kumpulan video kajian dari beberapa asatidzah salaf yang layak kita ikuti dan dengarkan sebagai penambah ilmu agama kita.
Download materi e-book, media dan lainnya sebagai bahan referensi.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (218)
Rukun wudhu adalah unsur-unsur yang membentuk esensinya, sehingga jika salah satu unsur tersebut hilang, maka wudhu tersebut tidak sah dan tidak dianggap sah menurut hukum Islam.
Rukun-rukun Wudhu – Bagian 2 mencakup, Mengusap Kedua Telinga, Membasuh Kedua Kaki, Menyela-Nyela Jari, dan Tertib dalam Wudhu
Mabit di Muzdalifah menurut pendapat yang dipilih oleh penulis kitab ini hukumnya adalah wajib, bukan termasuk rukun haji. Penjelasan ini menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan mabit di Muzdalifah tanpa uzur yang dibenarkan terkena konsekuensi berupa kewajiban membayar dam.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menjelaskan:
الْمَبِيتُ بِمُزْدَلِفَةَ وَاجِبٌ عَلَى الصَّحِيحِ
Mabit di Muzdalifah hukumnya wajib menurut pendapat yang benar.
Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama berpendapat mabit di Muzdalifah termasuk rukun, sedangkan sebagian lainnya menganggapnya sebagai amalan yang dianjurkan.
Iman dan amal saleh sebagai sebab yang paling besar karena keduanya merupakan asal, dasar, dan fondasi kehidupan yang bahagia. Sebagaimana sebuah bangunan membutuhkan fondasi yang kuat, demikian pula kebahagiaan seorang hamba membutuhkan fondasi iman yang benar dan amal saleh.
Dari Ibnu Abbas dan Imran bin Hushain, dari Nabi, beliaubersabda: “Aku pernah melongok ke Surga, lalu aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin. Lantas aku juga melongok ke Neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.” (Muttafaq ‘alaih).
Bab ini membahas tentang menyeru dan mengajak manusia kepada syahadat Laa Ilaaha Illallah. Akan tetapi, dakwah yang dimaksud bukan sekadar mengajak seseorang mengucapkan kalimat syahadat. Lebih dari itu, kita harus menerangkan makna Laa Ilaaha Illallah, baik kepada orang yang belum masuk Islam maupun kepada kaum muslimin yang telah mengucapkannya.
Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran. [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]
Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
Perbanyaklah istighfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar dan dalam majelis-majelis kalian dan dimana saja kalian berada! Karena kalian tidak tahu kapan turunnya ampunan!
Tidak ada satu perkara yang lebih berat atas jiwa daripada niat ikhlas, karena ia (seakan-akan –red.) tidak mendapat bagian apapun darinya.