Artikel Islam
Alhamdulillah artikel yang telah terkumpul sejak tahun 2008, dapat menjadi alternatif sarana referensi Islam dari sumber yang benar. Biidznillah...
Alhamdulillah artikel yang telah terkumpul sejak tahun 2008, dapat menjadi alternatif sarana referensi Islam dari sumber yang benar. Biidznillah...
Kumpulan video kajian dari beberapa asatidzah salaf yang layak kita ikuti dan dengarkan sebagai penambah ilmu agama kita.
Download materi e-book, media dan lainnya sebagai bahan referensi.
Abu Ubaidah berkata, “Beliau memiliki 4 isteri budak, yaifu: Mariyah al-Qibtiyah (ibu anak beliau ﷺ yang bernama lbrahim); Raihanah; lalu seorang wanita budak cantik yang didapatkan di antara tawanan perang; dan seorang budak wanita yang dihibahkan kepadanya oleh Zainab binti Jahsy.”
Di antara mantan budak beliau ﷺ adalah Zaid bin Haritsah bin syarahil, kesayangan Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ memerdekakan dan menikahkannya dengan wanita mantan budaknya, ummu Aiman. Dari pernikahan mereka, lahirlah seorang anak yang diberi nama Usamah.
Ketahuilah bahwa sikap kita terhadap keempat imam (semoga Allah merahmati mereka) dan lainnya sama dengan sikap semua Muslim yang berpikiran adil: setia kepada mereka, mencintai mereka, menghormati dan menghargai mereka, dan memuji mereka atas ilmu dan ketakwaan mereka.
Kita mengikuti mereka dalam mengamalkan Kitab dan Sunnah, mendahulukan mereka daripada pendapat mereka sendiri, dan kita mempelajari perkataan mereka untuk menggunakannya dalam menegakkan kebenaran dan meninggalkan apa yang bertentangan dengan Kitab dan Sunnah.
459. Dan darinya Abu Sa’id al-Khudri), bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Sesungguhnya dunia ini manis lagi mempesona, dan bahwa sesungguhnya Allah yang Mahatinggi telah menjadikan kalian berkuasa di dalamnya, untuk kemudian Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Maka itu waspadalah terhadap dunia, serta waspadalah pula terhadap kaum wanita.” (HR. Muslim no. 2742)
Nabi ﷺ menerangkan bahwa dunia itu rasanya manis dan rupanya hijau, sehingga manusia dapat tertipu dan terlena di dalamnya lalu menjadikannya sebagai tujuan yang paling besar.
Seperti halnya padang yang hijau karena disirami hujan, hingga tumbuh tanaman yang enak dipandang.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjadikannya sebagai ujian dan cobaan bagi para hamba-Nya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan ummatnya untuk mengerjakan hal-hal yang bisa menjaganya agar tidak terjatuh dalam fitnah dunia.
Selanjutnya Allah mengutus hamba, rasul dan kalimat-Nya, Al-Masih putera Maryam untuk memperbaharui agama mereka, menjelaskan tanda-tanda-Nya, untuk mengajak mereka beribadah hanya kepada Allah semata, serta berlepas diri dari berbagai hal baru (dalam agama) dan pendapat-pendapat batil. Tetapi kaumnya memusuhinya, mendustakannya serta menuduhnya, juga menuduh ibunya dengan sesuatu yang amat besar, kemudian mereka ingin membunuhnya, tetapi Allah menyucikannya dari mereka dan mengangkatnya ke hadirat-Nya, sehingga mereka tidak bisa menimpakan keburukan terhadapnya.
Wasiat ialah perjanjian untuk mengurus sesuatu atau mengelola harta setelah kematian seseorang.
Dengan definisi seperti ini, wasiat terbagi menjadi dua jenis:
Wasiat kepada orang yang diminta untuk melunasi utang, atau memberikan hak, atau mengurus kepentingan anak-anaknya yang masih kecil hingga mereka dewasa.
Wasiat untuk menyerahkan sesuatu kepada pihak yang diwasiatkan untuk menerimanya.
Ketahuilah bahwa sikap kita terhadap keempat imam (semoga Allah merahmati mereka) dan lainnya sama dengan sikap semua Muslim yang berpikiran adil: setia kepada mereka, mencintai mereka, menghormati dan menghargai mereka, dan memuji mereka atas ilmu dan ketakwaan mereka.
Kita mengikuti mereka dalam mengamalkan Kitab dan Sunnah, mendahulukan mereka daripada pendapat mereka sendiri, dan kita mempelajari perkataan mereka untuk menggunakannya dalam menegakkan kebenaran dan meninggalkan apa yang bertentangan dengan Kitab dan Sunnah.
Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran. [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]
Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
Perbanyaklah istighfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar dan dalam majelis-majelis kalian dan dimana saja kalian berada! Karena kalian tidak tahu kapan turunnya ampunan!
Tidak ada satu perkara yang lebih berat atas jiwa daripada niat ikhlas, karena ia (seakan-akan –red.) tidak mendapat bagian apapun darinya.