Untukmu Wahai Para Suami

I. PENGANTAR
Kalau selama ini kehidupan rumah tangga dinamakan dengan sebuah bahtera itu mungkin ada benarnya, karena dalam sebuah keluarga tidak akan ada yang selamat dari adanya riak-riak kecil gelombang lautan yang dihembuskan angin sepoi-sepoi sampai adanya sebuah badai yang dasyat. Bersatunya dua insan yang punya karakteristik, latar belakang, pendidikan, mental dan lainya yang mungkin serba berbeda akan banyak menimbulkan banyak gesekan. Dari sinilah maka sebuah pertengkaran kecil, perseteruan unik dalam keluarga sudah dianggap sebagai bumbu pelengkap kelezatan hidup dalam kebersamaan.
Namun, kalau hal itu tidak diatasi dan disikapi dengan bagus dan arif, maka yang namanya pertengkaran kecil itu akan menjadi sebuah bumerang yang terkadang bisa mengkandaskan bahtera itu sebelum sampai pada cita-cita impian bersama.
Sangat miris hati ini saat mendengar bahwa para ibu-ibu banyak yang memakan daging suami mereka sendiri. Banyak suasana ngobrol yang seharusnya bisa diisi dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, malah menjadi lainnya. Terdorong untuk menasehati sesama muslim karena memang agama ini adalah nasehat, maka hati inipun tergerak untuk menggugah dan tangan inipun mulailah menorehkan untaian kata-kata ini.
Pada awalnya saya agak bingung dari siapa saya harus memulai, apakah dari suami ataukah istri, karena saya yakin masalah ini tidak bisa dibebankan pada salah satu saja, namun karena saya adalah laki-laki yang juga suami, maka lebih baiknya kalau saya mulai dari jenisku sendiri para kaum suami.
Bacalah, resapilah lalu renungkanlah mudah-mudahan ini bisa menjadi setitik obat bagi sebuah luka dan semoga rumah tangga menjadi penuh dengan berkah baik saat senang maupun susah, baik saat lapang maupun sempit.
B. PAHAMILAH KARAKTER ISTRIMU
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa Muhammad seorang Rosul nan mulia telah menghabarkan kepada kita kaum laki-laki tentang siapa sebenarnya seseorang yang selalu mendampingi kita dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam sebuah gambaran yang sangat indah beliau pernah bersabda :
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูู : ููุงุณูุชูููุตููุง ุจูุงููููุณูุงุกู ุฎูููุฑูุง ููุฅููููููููู ุฎููููููู ู ููู ุถูููุนู ููุฅูููู ุฃูุนูููุฌู ุดูููุกู ููู ุงูุถููููุนู ุฃูุนูููุงูู ููุฅููู ุฐูููุจูุชู ุชููููู ููู ููุณูุฑูุชููู ููุฅููู ุชูุฑูููุชููู ููู ู ููุฒููู ุฃูุนูููุฌู ููุงุณูุชูููุตููุง ุจูุงููููุณูุงุกู ุฎูููุฑูุง
Dari Abu Huroiroh dari Rosululloh bersabda : โBerwasiatlah kalian yang baik kepada kaum wanita, karena mereka tercipta dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas, maka kalau engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya, namun jika engkau membiarkannya maka dia akan selamanya bengkok, oleh karena itu berwasiatlah yang baik kepada wanita.โ (HR. Bukhori 5168, Muslim : 1468)
Tahukah engkau bagaimana sebuah tulang rusuk yang bengkok, tulang rusuk dimana-mana itu keras dan kaku, maka butuh cara tertentu untuk bisa meluruskannya, kalau engkau meluruskanya dengan keras dan secara langsung, tidak diragukan lagi bahwa tulang itu akan segera patah ? kalau sekedar patahnya tulang tidaklah mengapa, namun kalau patahnya sebuah keluarga , maka apakah maknanya ?
Namun bukan berarti itu membuat sang suami harus menyerah beralaskan dengan bengkoknya tulang rusuk, karena Rosululloh pun menandaskan bahwa kalau engkau biarkan maka dia akan selamanya bengkok. Lalu bagaimana solusinya ?
Perhatikanlah hadits berikut :
Dari Samuroh bin Jundub berkata : โRosululloh bersabda :
โSesungguhnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk, maka jika engkau meluruskannya niscaya engkau akan mematahkanya, oleh karena itu ambillah sikap mudaroh , niscaya engkau akan bisa hidup dengannya.โ
(HR. Ibnu Hibban : 1308 dengan sanad yang shohih)
Berkata Al Hafidl Ibnu Hajar, โAl Mudarohโ adalah bersikap basa-basi dan lunak.
Beliau juga berkata :
โHadits ini menunjukkan akan diperintahkan bersikap mudaroh kepada wanita untuk mengambil hati dan menggait simpatinya. Hadits ini juga menunjukan bahwa cara bersikap dengan wanita harus banyak memaafkan dan bersabar akan kebengkokannya. Dan barang siapa yang menginginkan untuk meluruskannya niscaya dia tidak akan bisa hidup bersama mereka, padahal tidak mungkin ada seorang pun laki-laki yang bisa hidup tanpa wanita, disini seakan-akan Rosululloh bersabda bahwasannya hidup senang bersama seorang istri tidak mungkin bisa dicapai kecuali harus dengan bersabar atas kekurangannya.โ (Lihat Fathul Bari 9/254 dengan sedikit perubahan)
- Sikap mudaroh yang dituntunkan oleh Rosululloh ini mempunyai konsekwensi berikut ini :
- Bukankah seorang mulim itu lembut tutur kata dan sikapnya ?
- Bertuturlah yang lembut kepada istrimu! Kaum laki-laki saja senang dengan kelembutan kata dan ucapan, apalagi wanita yang memang diciptakan dengan segala kelemahlembutannya ?
- Bukankah Rosululloh adalah suri tauladan bagi kita semua. Camkanlah hadits berikut ini !
ุนููู ุฃูููุณู ููุงูู ููู ู ูููููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงุญูุดูุง ููููุง ููุนููุงููุง ููููุง ุณูุจููุงุจูุง
Dari Anas bim Malik berkata : โRosululloh itu bukan orang keji ucapannya, juga bukan orang yang suka melaknat dan mencela.โ (HR. Bukhori : 6046)
Dari sinilah, Rosululloh juga bersabda :
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุง ููููุฑููู ู ูุคูู ููู ู ูุคูู ูููุฉู ุฅููู ููุฑููู ู ูููููุง ุฎูููููุง ุฑูุถููู ู ูููููุง
Dari Abu Huroiroh berkata : Rosululloh bersabda : โJanganlah seorang laki-laki muโmin mencela seorang wanita muโminah, karena jika dia tidak suka salah satu perangainya maka dia akan ridlo dengan perangainnya yang lain.โ
(HR. Muslim : 1469, Ahmad : 8163)
Alangkah bagusnya apa yang dikatakan oleh Hasan Al Bashri :
โNikahkanlah anakmu dengan orang yang agamanya bagus, karena jika dia mencintainya maka dia akan memuliakannya sedangkan jika tidak mencintainya maka tidak akan mendholiminya.โ
Lihatlah bagaimana Rosululloh bersikap lembut kepada istri-istrinya, meskipun dalam suasana yang melelahkan, dalam sebuah perjalanan.
Dari Aisyah berkata : โSaya keluar bersama Rosululloh dalam sebuah berjalanan, dan saat itu saya masih kecil belum gemuk, maka beliau berkata kepada para sahabat lainnya : โBerangkatlah kalian terlebih dahulu, kemudian beliau berkata kepadaku : โKemarilah, ayo kita lomba lari.โ Maka saya pun meladeni lomba bersama beliau dan saya bisa mendahului beliau, sehingga tatkala saya sudah menjadi gemuk, sayapun keluar lagi bersama Rosululloh dalam sebuah perjalanan, lalu beliau berkata kepada para sahabatanya : โMajulah kalian terlebih dahulu, kemudian beliau berkata kepadaku : โKemarilah kita lomba lari lagi.โ Namun kali ini beliau mendahuluiku. Maka Rosululloh tertawa seraya berkata : โIni sebagai balasan kekalahan yang dahulu.โ (HR. Ahmad 6/264, Abu Dawud : 2578, Ibnu Majah : 1979)
- Sikap lembutnya Rosululloh sampai pada tingatan beliau membiarkan Aisyah untuk bermain dengan boneka-boneka mainannya.
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฑูุถูู ุงููู ุนูููููุง ููุงููุชู ููุฏูู ู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ู ููู ุบูุฒูููุฉู ุชูุจูููู ุฃููู ุฎูููุจูุฑู ููููู ุณูููููุชูููุง ุณูุชูุฑู ููููุจููุชู ุฑููุญู ููููุดูููุชู ููุงุญูููุฉู ุงูุณููุชูุฑู ุนููู ุจูููุงุชู ููุนูุงุฆูุดูุฉู ููุนูุจู ููููุงูู ู ูุง ููุฐูุง ููุง ุนูุงุฆูุดูุฉู ููุงููุชู ุจูููุงุชูู ููุฑูุฃูู ุจูููููููููู ููุฑูุณูุง ูููู ุฌูููุงุญูุงูู ู ููู ุฑูููุงุนู ููููุงูู ู ูุง ููุฐูุง ุงูููุฐูู ุฃูุฑูู ููุณูุทูููููู ููุงููุชู ููุฑูุณู ููุงูู ููู ูุง ููุฐูุง ุงูููุฐูู ุนููููููู ููุงููุชู ุฌูููุงุญูุงูู ููุงูู ููุฑูุณู ูููู ุฌูููุงุญูุงูู ููุงููุชู ุฃูู ูุง ุณูู ูุนูุชู ุฃูููู ููุณูููููู ูุงูู ุฎูููููุง ููููุง ุฃูุฌูููุญูุฉู ููุงููุชู ููุถูุญููู ุญูุชููู ุฑูุฃูููุชู ููููุงุฌูุฐููู *
Dari Aisyah berkata : โRosululloh datang dari perang Tabuk atau Khoibar dan saat itu di kamarku ada kain penutup, lalu berhembuslah angin dan membuka bagian yang tertutupi berupa boneka-boneka kecil milik Aisyah, maka Rosululloh bersabda : โApa ini wahai Aisyah ? Aisyah menjawab : โBoneka-boneka milikku.โ Lalu Rosululloh melihat diantaranya ada kuda yang punya dua sayap yang terbuat dari kulit, maka Rosululloh bersabda : โApa yang berada ditengah-tengah itu ? Aisyah menjawab : โKuda.โ โLalu apa itu ? Tanya Rosululloh selanjutnya. Aisyah menimpali : โDua sayap.โ Maka Rosululloh bertanya lagi : โEmangnya ada kuda yang punya dua sayap ?.โ Maka Aisyah menjawab : โTidakkah engkau mendengar bahwa bahwa Nabi Sulaiman punya kuda yang punya banyak sayap ? maka Rosululloh pun tertawa sampai nampak gigi geraham beliau.โ
(H.R. Abu Dawud 4932)
Lihatlah wahai saudaraku bagaimana, Rosululloh bersikap dengan seorang istri, penuh dengan kelembutan, senda gurau, rileks dan lainnya.
- Tidak sampai disitu saja, bahkan Rosululloh memanggil teman-teman Aisyah untuk bermain boneka bersama.
Dari Ummul muโminin Aisyah berkata : โSaya bermain boneka berbentuk anak wanita disisi Rosululloh, dan saya juga mempunyai teman-teman wanita yang bermain bersamaku, dan jika Rosululloh masuk maka mereka bersembunyi lalu Rosululloh mengutus mereka untuk bersamaku lalu merekapun bermain lagi denganku.โ
.
C. APAKAH ISTRIMU LEBIH BAIK DARIPADA UMMAHATUL MUKMININ?
Saya sangat heran kepada sebagian ikhwan yang tatkala sebelum menikah dia membayangkan bahwa kalau nantinya dia sudah menikah dengan seorang akhwat yang banyak belajar agama, maka hidupnya hanya akan berisi ketentraman dan keindahan tanpa adanya pertengkaran , keributan dan lainnya.
Ada yang sering mereka katakan, โBukankah para akhwat itu tahu bahwa seorang istri yang sholihat adalah kalau dilihat oleh suami maka akan menyenangkannya, kalau diperintah oleh suami maka akan mentaatinya, kalau ditinggal pergi oleh suami maka dia akan menjaga diri dan hartanya, sebagaimana dalam sebuah hadits dari Rosululloh ?
Untuk ikhwan semacam itu saya katakan,
โApakah istri anda lebih bagus daripada para wanita sahabat bahkan lebih bagus dari pada para ummahatul muโminin?โ
โApakah kehidupan Rosululloh lepas dari permasalahan rumah tangga?โ
โLihatlah bukankah telah terjadi perceraian dikalangan para sahabat?
โBukankah sampai terjadi khuluโ (tuntutan cerai dari pihak istri ) di zaman Rosululloh?โ
โBukankah Rosululloh pernah bertengkar dengan istrinya selama sebulan penuh?
โDan bukankah Rosululloh pernah menceraikan Hafshoh binti Umar meskipun kemudian beliau merujuknya kembali ?
- Wallohi, seseorang yang menginginkan kehidupan kayak begitu, saya khawatir kekecewaan dia akan menjadi sangat besar dan luka dia akan menjadi sangat lebar.
Perhatikanlah, ya akhi riwayat berikut ini :
Dari Jabir bin Abdillah bahwasannya Abu Bakr datang minta izin untuk bertemu dengan Rosululloh , dan beliau menemukan para sahabat sedang duduk-duduk dipintu rumah beliau, mereka tidak diizinkan masuk, namun Abu Bakr diizinkan masuk, ternyata beliau menemukan Rosululloh sedang duduk terdiam dan disekitar beliau ada istri-istrinya, lalu Umar pun datang dan beliau diizinkan masuk dan Rosululloh pun masih duduk terdiam, Abu Bakr berkata : โWallohi saya akan membuat Rosululloh tertawa.โ maka beliau berkata : โWahai Rosululloh, Apa pendapatmu sendainya putrinya Khorijah (istri Abu Bakr) minta nafkah kepadaku, namun saya malah bangkit dan menohok lehernya ? maka Rosululloh pun tertawa seraya berkata : โSebagaimana engkau lihat, semua istriku minta tambahan nafkah kepadaku.โ Maka Umar pun bangkit dan menohok leher Hafshoh , begitu pula Abu Bakr dengan Aisyah, keduanya berkata : โMengapa kalian minta kepada Rosululloh yang tidak beliau punyai ? maka keduanya menjawab : โWallohi, kami tidak minta yang tidak beliau punyai.โ Lalu Rosululloh memisahkan diri dengan mereka selama satu bulan, kemudian turunlah firman Alloh :
ููุขุฃููููููุง ุงููููุจูููู ููู ูุฃูุฒูููุงุฌููู ุฅูู ูููุชูููู ุชูุฑูุฏููู ุงููุญูููุงุฉู ุงูุฏููููููุง ููุฒููููุชูููุง ููุชูุนูุงูููููู ุฃูู ูุชููุนูููููู ููุฃูุณูุฑููุญูููููู ุณูุฑูุงุญูุง ุฌูู ูููุงู {28} ููุฅูู ูููุชูููู ุชูุฑูุฏููู ุงูููู ููุฑูุณูููููู ููุงูุฏููุงุฑู ุงููุฃูุฎูุฑูุฉู ููุฅูููู ุงูููู ุฃูุนูุฏูู ููููู ูุญูุณูููุงุชู ู ููููููู ุฃูุฌูุฑูุง ุนูุธููู
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: โJika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mutโah [1213] dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Alloh dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Alloh menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.โ (QS. Al Ahzab : 28,29 )
Maka Rosululloh memulainya dengan Aisyah : โSaya kepingin menyampaikan kepadamu sebuah perkara, jangan tergesa-gesa memutuskan sebelum engkau minta pendapat kedua orang tuamu.โ Aisyah berkata : โApa itu Wahai Rosululloh.โ Maka Rosululloh membaca ayat ini , lalu Aisyah berkata : โApakah mengenai engkau saya harus minta pendapat kedua orang tuaku, bahkan saya pilih Alloh, Rosul Nya dan kampung akhirat, tapi saya mohon kepada njenengan agar jangan bilang pada satupun istrimu dengan jawabanku ini.โ maka Rosululloh menjawab : โTidak ada seorangun diantara mereka yang bertanya mengenai ini kecuali akan aku jawab, karena saya tidak diutus oleh Alloh untuk menyulitkan namun Alloh mengutusku untuk mengajar dan membuat kemudahan.โ
(HR. Muslim : 1478)
Lihatlah Fathimah binti Rosululloh, kesayangan Rosululloh dan penghulu wanita ahli surga. Namun, lihatlah kasus ini:
ุนููู ุณููููู ุจููู ุณูุนูุฏู ููุงูู ู ูุง ููุงูู ููุนูููููู ุงุณูู ู ุฃูุญูุจูู ุฅููููููู ู ููู ุฃูุจูู ุชูุฑูุงุจู ููุฅููู ููุงูู ููููููุฑูุญู ุจููู ุฅูุฐูุง ุฏูุนููู ุจูููุง ุฌูุงุกู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุจูููุชู ููุงุทูู ูุฉู ุนูููููููุง ุงูุณููููุงู ููููู ู ููุฌูุฏู ุนููููููุง ููู ุงููุจูููุชู ููููุงูู ุฃููููู ุงุจููู ุนูู ูููู ููููุงููุชู ููุงูู ุจูููููู ููุจููููููู ุดูููุกู ููุบูุงุถูุจูููู ููุฎูุฑูุฌู ููููู ู ูููููู ุนูููุฏูู ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุฅูููุณูุงูู ุงููุธูุฑู ุฃููููู ูููู ููุฌูุงุกู ููููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ูููู ููู ุงููู ูุณูุฌูุฏู ุฑูุงููุฏู ููุฌูุงุกู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ูููููู ู ูุถูุทูุฌูุนู ููุฏู ุณูููุทู ุฑูุฏูุงุคููู ุนููู ุดูููููู ููุฃูุตูุงุจููู ุชูุฑูุงุจู ููุฌูุนููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููู ูุณูุญููู ุนููููู ูููููู ููููููู ููู ู ุฃูุจูุง ุชูุฑูุงุจู ููู ู ุฃูุจูุง ุชูุฑูุงุจ
Dari Sahl bin Saโd berkata : โNama yang paling dicintai Ali bin Abi Tholib adalah Abu Turob (Bapak tanah) dan dia sangat senang kalau dipanggil dengan nama itu. Karena suatu ketika Rosululloh datang ke rumah Fathimah namun beliau tidak menemukan Ali dirumah, lalu Rosululloh bertaya : โDimana sepupumu (Ali) ? Fathimah menjawab : โKami sedang ada masalah, lalu dia marah kepadaku, kemudian dia keluar dan tidak tidur siang dirumah.โ Maka Rosululloh berkata pada seseorang : โCarilah, dimana dia ? Maka orang itupun datang seraya berkata : โWahai Rosululloh , Ali tidur di masjid.โ Maka Rosululloh pun datang dan saat itu baju beliau terjatuh ketanah, maka beliau pun kena tanah, maka Rosululloh mengusapnya dan mengatakan : โBangun wahai Abu Turob, bangun wahai Abu Turob.โ
(HR. Bukhori : 6280, Muslim : 2409)
Ini cuma dua kasus dari sekian banyak yang ada, yang terjadi pada zaman yang mulia dan dilakoni oleh orang-orang mulia, apakah engkau bisa mengambil pelajaran darinya?
.
C. BELUM TENTU ITU KEWAJIBAN MEREKA
Masak, nyapu rumah, cuci piring, cuci ompol anak sudah menjadi kelaziman umum bahwa itu tugas istri, saya tidak hendak membahas masalah ini, karena ada tempatnya tersendiri insya Alloh, yang disitu insya Alloh anda akan mengetahui bahwa para ulamaโ berselisih tajam apakah semua itu tugas istri ataukah suami, namun anggaplah kita ambil pendapat yang mengatakan bahwa itu semua adalah tugas istri dirumah, namun apakah dengan begitu maka berarti seorang suami lepas tangan seraya berkata :
โItukan tugas dan tanggung jawabmu, tugasmu adalah tugasmu dan tugasku adalah tugasku.โ kemudia dengan alasan semacam itu, maka selama suami berada dirumah sepulang kerja atau hari libur maka seakan-akan itu adalah waktu istirahat total yang tidak boleh diganggu ?
Wallohi, tidak wahai saudaraku !!! Lihatlah panutan kita Rosululloh, orang yang sangat sibuk ngurusi dakwah sekaligus ngurusi ummat , bagaimanakah beliau dalam rumahnya ?
Aisyah menceritakan kepada kita apa yang beliau kerjakan :
Ibrohim bin Aswad berkatanya kepada Aisyah : โApakah yang dikerjakan oleh Rosululloh saat bersama keluarganya ? Aisyah menjawab : โBeliau mengerjakan pekerjaan keluarganya, lalu apabila tiba waktu sholat beliau keluar rumah untuk sholat.โ
(HR. Bukhori : 6039)
Bukankah Rosululloh juga pernah menjahit bajunya sendiri โฆ?
Bukankah para sahabat Rosululloh juga melakukan hal yang sama โฆ ?
- Akhil Aziz, mengaji, taโlim, kerja kantor dan lainnya adalah sebuah kewajiban, namun ngurusi keluarga juga sebuah kewajiban, orang yang bijak adalah orang yang bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.
Lihatlah hadits Handlolah berikut ini :
ุนููู ุญูููุธูููุฉู ุงููุฃูุณููููุฏูููู ููุงูู ููููุงูู ู ููู ููุชููุงุจู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูู ููููููููู ุฃูุจูู ุจูููุฑู ููููุงูู ูููููู ุฃูููุชู ููุง ุญูููุธูููุฉู ููุงูู ููููุชู ููุงูููู ุญูููุธูููุฉู ููุงูู ุณูุจูุญูุงูู ุงูููููู ู ูุง ุชูููููู ููุงูู ููููุชู ููููููู ุนูููุฏู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุฐููููุฑูููุง ุจูุงููููุงุฑู ููุงููุฌููููุฉู ุญูุชููู ููุฃููููุง ุฑูุฃููู ุนููููู ููุฅูุฐูุง ุฎูุฑูุฌูููุง ู ููู ุนูููุฏู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุนูุงููุณูููุง ุงููุฃูุฒูููุงุฌู ููุงููุฃูููููุงุฏู ููุงูุถููููุนูุงุชู ููููุณููููุง ููุซููุฑูุง ููุงูู ุฃูุจูู ุจูููุฑู ููููุงูููููู ุฅููููุง ููููููููู ู ูุซููู ููุฐูุง ููุงููุทูููููุชู ุฃูููุง ููุฃูุจูู ุจูููุฑู ุญูุชููู ุฏูุฎูููููุง ุนูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููุชู ููุงูููู ุญูููุธูููุฉู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููู ูุง ุฐูุงูู ููููุชู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ููููููู ุนูููุฏููู ุชูุฐููููุฑูููุง ุจูุงููููุงุฑู ููุงููุฌููููุฉู ุญูุชููู ููุฃููููุง ุฑูุฃููู ุนููููู ููุฅูุฐูุง ุฎูุฑูุฌูููุง ู ููู ุนูููุฏููู ุนูุงููุณูููุง ุงููุฃูุฒูููุงุฌู ููุงููุฃูููููุงุฏู ููุงูุถููููุนูุงุชู ููุณููููุง ููุซููุฑูุง ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูููุฐูู ููููุณูู ุจูููุฏููู ุฅููู ูููู ุชูุฏููู ูููู ุนูููู ู ูุง ุชููููููููู ุนูููุฏูู ููููู ุงูุฐููููุฑู ููุตูุงููุญูุชูููู ู ุงููู ูููุงุฆูููุฉู ุนูููู ููุฑูุดูููู ู ููููู ุทูุฑูููููู ู ูููููููู ููุง ุญูููุธูููุฉู ุณูุงุนูุฉู ููุณูุงุนูุฉู ุซูููุงุซู ู ูุฑููุงุชู *
Dari Handlolah Al Usayyidi (beliau adalah salah satu penulis wahyu Rosululloh ) berkata : โAbu Bakr bertemu denganku lalu berkata: โBagaimana khabarmu wahai Handlolah?
Saya menjawab : โHandlolah telah munafiq.โ
Berkata Abu Bakr : โSubhanalloh, apa yang barusan engkau katakan tadi?.โ
Saya menjawab : โKalau kita sedang bersama Rosululloh, lalu beliau mengingatkan kita akan neraka dan surga seakan-akan kita melihatnya secara langsung, namun apabila kita pulang kita tersibukan dengan istri, anak dan pekerjaan, maka banyak yang kita lupakan.โ
Maka Abu Bakr berkata : โWallohi, saya pun demikian.โ
Maka saya dan Abu Bakr datang menemui Rosululloh , lalu saya berkata : โWahai Rosululloh , Handlolah telah munafiq ? Rosululloh bertanya : โEmangnya kenapa ?โ
Saya jawab : โWahai Rosululloh, Kalau kami sedang bersamamu , engkau ingatkan kami akan neraka dan surga maka seakanโakan kami melihatnya secara langsung, namun apabila kita pulang lalu kami tersibukkan dengan istri, anak, dan pekerjaan maka kami banyak lupa.โ
Maka Rosululloh bersabda :
โDemi Dzat yang jiwaku berada ditangan Nya, seandainya kalian tetap seperti saat kalian bersamaku, niscaya para malaikat akan menyalami kalian saat ditempat tidur maupun di jalanan. Akan tetapi wahai Handlolah, sekali tempo, sekali tempo (tiga kali).โ
(HR. Muslim 2750)
Kalau beribadah terus menerus, puasa terus menerus, sholat terus menerus dengan meninggalkan keluarganya saja dilarang oleh Rosululloh, lalu bagaimana dengan lainnya ?
Ummul muโminin Aisyah menceritakan kepada kita tentang kisah antara Utsman bin Madhโun dengan istrinya, beliau berkata :
โDatang kepadaku Khuwailah binti Hakim bin Umayyah bin Haritsah bin Al Auqoshi as Sulmiyah, dan dia itu adalah istrinya Utsman bin Madhโun, lalu Rosululloh melihat lusuhnya penampilah Khuwailah. Maka beliau bertaya : โWahai Aisyah, alangkah lusuhnya penampilan Khuwailah.โ
Maka saya menjawab : โWahai Rosululloh , dia itu bagaikan seorang wanita tak bersuami, karena suaminya selalu berpuasa pada waktu siang dan selalu sholat pada waktu malam, maka dia itu seakan-akan tidak punya suami. Oleh karena itu dia biarkan dirinya dan tidak diurus.โ
Maka Rosululloh mengirim utusan memangil Utsman bin Madhโun. Dia pun datang.
Maka, Rosululloh bertanya: โWahai Utsman , apakah engkau membenci sunnahku?
Dia mejawab : Demi Alloh, tidak wahai Rosululloh, bahkan sunnahhmu lah yang saya cari.โ
Maka, Rosululloh bersabda : โNamun saya tidur dan sholat, puasa dan berbuka. Saya juga menikah dengan wanita. Takutlah engkau kepada Alloh wahai Utsman, karena keluargamu mempunyai hak yang harus engkau penuhi, tamumu pun mempunyai hak yang harus engkau penuhi dan dirimu juga mempnyai hak yang harus engkau tunaikan, maka puasa dan berbukalah, sholat dan tidurlah.โ
(HR. Ahmad : 26839 dengan sanad shohih)
D. HARGAI DAN JANGAN CARI-CARI KESALAHAN!
Saat Rosululloh pulang dari masjid, lalu datang ke rumah Aisyah dan bertanya :
โWahai Aisyah, apakah ada makanan ? Maka, Aisyah menjawab :โTidak ada makanan apa-apa wahai Rosululloh, maka Rosululloh bersabda : โKalau begitu saya puasa.โ (HR. Muslim : 1451)
Terkadang banyak masalah kecil yang bisa memicu permasalahan suami istri. Makanan misalnya, mungkin seorang istri sudah capek-capek masak sambil momong anak, namun tatkala suami datang dan mencicipi makanan, lalu dengan enteng dia mengatakan,
โMasakannya nggak enakโ,
โ Masak masak sayur rasanya beginiโ,
atau kata yang senadaโฆ
- Tentu akan sangat menyakitkan.
Kenapakah kita tidak berusaha meniru jejak Rosululloh?
ุนููู ุฌูุงุจูุฑู ุจููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุฃูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุณูุฃููู ุฃููููููู ุงููุฃูุฏูู ู ููููุงูููุง ู ูุง ุนูููุฏูููุง ุฅููููุง ุฎูููู ููุฏูุนูุง ุจููู ููุฌูุนููู ููุฃููููู ุจููู ููููููููู ููุนูู ู ุงููุฃูุฏูู ู ุงููุฎูููู ููุนูู ู ุงููุฃูุฏูู ู ุงููุฎูููู *
Dari Jabir bin Abdillah bahwasannya Rosululloh minta lauk pada keluarganya, namun mereka mengatakan : โKita tidak punya apa-apa kecuali cuka.โ Maka Rosululloh pun tetap memintanya dan beliau makan dengannya, seraya berkata : โSebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.โ
(HR. Muslim : 2052)
Apakah benar bahwa cuka adalah sebaik-baik lauk? Tentu semua orang mengatakan tidak, karena daging, keju dan lainya jauh lebih baik, namun kenapa Rosululloh mengatakan hal itu pada istrinya?
Di antara yang bisa ditangkap adalah untuk menyenangkan , menghargai dan tidak melukai hatinya, bukankah beliau yang mengajarkan untuk tidak mencela makanan?
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ููุงูู ู ูุง ุนูุงุจู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุทูุนูุงู ูุง ููุทูู ุฅููู ุงุดูุชูููุงูู ุฃููููููู ููุฅููู ููุฑููููู ุชูุฑููููู *
Dari Abu Huroiroh berkata :
โRosululloh sama sekali tidak pernah mencela makanan, jika beliau senang maka beliau makan, namun jika tidak maka beliau tinggalkan.โ (HR. Bukhori :5409 , Muslim : 2046)
Rosululloh juga mengajarkan kepada kita kalau pulang dari perjalanan agar jangan pulang mendadak tapi harus terlebih dahulu memberitahukan akan kedatangannya.
Dari Jabir bin Abdillah berkata :
โRosululloh bersabda : โApabila salah seorang diantara kalian pergi lama, maka janganlah dia pulang mendadak pada waktu malam.โ
(HR. Bukhori : 5244)
- Ada apakah gerangan (maksud hadits di atas -ed)? Jawabnya, supaya tidak membuka jalan bagi suami untuk mencari-cari kesalahan si istri, atau mungkin agar suami tidak melihat istrinya dalam keadaan yang tidak menyenangkan.
.
E. DALAM KISAH MEREKA TERDAPAT SEBUAH PELAJARAN
- Syaikh Mahmud Mahdi al Istanbuli dalam Tuhfatus Arus menceritakan sebuah kisah yang sangat menarik
Ada seorang laki-laki yang datang keada Amirul Muโminin Umar bin Khothob dan berkata : โSaya sudah tidak lagi mencintai istrikuโ.
Maka, Umar berkata : โSesungguhnya sebuah rumah tangga itu tidak cukup dibangun berdasarkan cinta saja.โ
Engkau benar wahai Amirul Muโminin, memang tidak selamanya dengan cinta, namun ada pengorbanan, terdapat pengabdian serta ditemukan perjuangan.
- Imam Ibnul Jauzi dalam Shoidul Khothir menyebutkan sebuah judul yang unik dan menarik : โBagaimana engkau bersikap pada istri yang tidak engkau cintai.โ Ada banyak kisah yang beliau ceritakan , namun saya petik beberapa diantaranya :
Ada seseorang yang bertanya kepada Abu Utsman An Naisaburi : โApakah amal perbuatanmu yang paling engkau harapkan pahalanya? Dia menjawab : โDahulu saat saya masih remaja, keluargaku sangat bersemangat menikahkanku namun saya menolak, kemudian datanglah kepadaku seorang wanita dan berkata, โWahai Abu Utsman , saya mencintaimu, dan saya mohon atas nama Alloh agar engkau menikahiku.
Berkata Abu Utsman, โLalu sayapun mendatangi bapaknya, ternyata dia itu orang fakir, lalu dia menikahkan aku dan dia sangat gembira. Lalu saat istriku masuk menemuiku ternyata dia itu WANITA YANG โSANGAT JELEKโ namun cara pergaulannya kepadaku membuatku tidak bisa keluar. Maka, saya pun tetap berada di tempat dan saya tidak menampakkan kebencian padanya, meskipun sebenarnya hatiku seperti berada di atas tungku api karena memendam kebencian padanya. Saya tetap melakukan itu semua selama lima belas tahun sehingga dia meninggal dunia. Oleh karena itu, tidak ada amal perbuatan yang paling saya harapkan pahalanya melainkan saat aku menjaga perasaan hatinya.โ
F. AKHIR KALAM
Tiada kata yang paling pantas untuk ku tutup nasehat ini kecuali sabda Rosululloh :
ุฃูู ู ุงูู ุคู ููู ุฅูู ุงูุง ุฃุญุณููู ุฎููุง ู ุฎูุงุฑูู ุฎูุงุฑูู ููุณุงุฆูู
โOrang muโmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.โ
(HR. Ahmad 2/472 dari Abu Huroiroh dengan sanad shohih)
Wallohul Muwaffiq Wallohu Aโlam
Artikel: www.ahmadsabiq.com

