بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Daurah Al-Khor Sabtu Pagi – Masjid At-Tauhid
Syarah Riyadhus Shalihin Bab 55-2
Ustadz Abu Hazim Syamsuril Wa’di, SH, M.Pd, PhD. 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱.
| Syarah: Prof. Dr. Khalid Utsman Ats-Tsabt 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱.
Al-khor, 21 Rajab 1447 / 10 Januari 2026
| https://shamela.ws/book/9260/1546#p1


https://ia600902.us.archive.org/6/items/kumpulan-kajian-assunnah-qatar/Hadits%20ke-457%20Ustadz%20Wadi%20-%20Kekhwatiran%20Nabi%20atas%20Umatnya.mp3?_=1


٥٥- باب فضل الزهد في الدنيا والحث على التقلل منها، وفضل الفقر

Bab 55: Keutamaan Zuhud Terhadap Kenikmatan Dunia Dan Perintah Untuk Hidup Sederhana Serta Keutamaannya

Hadits ke-1/457: Kekhwatiran Nabi atas Umatnya

١/٤٥٧- عن عمرو بن عوفِ الأنصاري رضي الله عنهُ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم بعث أبا عبيدة بن الجراح رضي الله عنه إلى البحرين يأتي بجزيتها، فقدم بمال من البحرين، فسمعت الأنصارُ بقُدوم أبي عُبيدةَ، فوافوا صلاة الفجر مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فلما صلى رسول الله صلى الله عليه وسلم انصرف، فتعرضوا لهُ، فتبسم رسول الله صلى الله عليه وسلم حين رآهم، ثم قال: ” أظنكم سمعتُم أن أبا عبيدة قدم بشيء من البحرين؟ ” فقالوا: أجل يا رسول الله، فقال: “أبشرُوا وأملُوا ما يسركم، فو الله ما الفقرَ أخشى عليكم، ولكنى أخشى أن تُبسط الدنيا عليكم كما بُسطت على من كان قبلكم، فتنافسوها كما تنافسوها، فتهلككم كما أهلكتهم” متفق عليه.

457. Dari Amr bin Auf al-Anshari Radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengutus Abu Ubaidah bin al-Jarrah Radhiyallahu’anhu ke Bahrain untuk mengambil jizyah dari penduduknya. Kemudian dia kembali dari Bahrain dengan membawa sejumlah harta.

Lalu kaum Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah itu. Maka mereka pun berkumpul untuk mengerjakan shalat Shubuh bersama Rasulullah ﷺ. Setelah selesai shalat, Rasulullah ﷺ pulang, namun para Sahabat menghampiri beliau, kemudian beliau tersenyum saat melihat para Sahabatnya ini.

Selanjutnya, beliau bersabda: “Aku kira kalian sudah mendengar bahwa Abu Ubaidah telah datang dari Bahrain dengan membawa sesuatu?” Maka mereka berkata: “Benar, wahai Rasulullah.”

Selanjutnya, beliau menyatakan: “Bergembiralah serta harapkanlah apa yang kalian inginkan. Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah kekayaan dunia dihamparkan atas kalian sebagaimana yang pernah dihamparkan atas orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian pun berlomba-lomba memperoleh kekayaan tersebut seperti yang pernah mereka lakukan, dan akhirnya kekayaan tadi membinasakan kalian sebagaimana ia telah membinasakan mereka.” (Muttafaq ‘alaih)

Penjelasan:

Siapa Amr bin Auf Al-Anshari?

  • Seorang sahabat Nabi dari suku Anshar di Madinah.
  • Ia adalah bagian dari Bani Auf, sebuah klan di Madinah. Nama ini juga muncul dalam silsilah sahabat lain, seperti Umair bin Sa’ad, yang merupakan cucu dari Amr bin Auf al-Anshari, menunjukkan pentingnya garis keturunan ini di kalangan Anshar.

Abu Ubaidah Ibnul Jarrah mendapatkan julukan terhormat “Aminul Ummah” (Kepercayaan Umat) karena sifatnya yang sangat terpercaya, jujur, dan berintegritas tinggi. Julukan ini diberikan langsung oleh Nabi Muhammad, yang memujinya sebagai orang yang paling tepercaya di antara umatnya.

Beliau termasuk sahabat yang terdahulu masuk Islam melalui Abu Bakar As-Sidiq Radhiyallahu’anhu yang juga merupakan salah sahabat yang dijamin masuk surga.

Beliau juga termasuk dalam perang Badar dan Uhud, dimana beliau termasuk salah satu panglimanya, namun beliau wafat karena penyakit Thaun.

Dan Seorang bisa dapat pahala mati syahid seperti para syuhada meski ia meninggal di atas kasurnya. Dari Sahl bin Hunaif radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ

“Barangsiapa mengharapkan mati syahid dengan jujur (sungguh-sungguh), maka Allah akan mengangkatnya sampai ke derajat para syuhada’ meski ia meninggal dunia di atas tempat tidur.” (HR. Muslim: 1909)

Dinamakan Bahrain adalah daerah di jalur pesisir yang banyak penyembah api (Majusi). Daerah tersebut banyak lembah dengan air tawar dan asin.

Pada hadits ini, menunjukkan bahwa para Sahabat adalah manusia biasa, yang sedang dalam kesulitan hidup, sementara Abu Ubaidah Ibnul Jarrah telah datang membawa harta Jizyah. Dan Rasulullah ﷺ menunjukkan kepekaan akan hal tersebut.

Nasehat Rasulullah ﷺ yang cukup mendalam:

Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah kekayaan dunia dihamparkan atas kalian sebagaimana yang pernah dihamparkan atas orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian pun berlomba-lomba memperoleh kekayaan tersebut seperti yang pernah mereka lakukan, dan akhirnya kekayaan tadi membinasakan kalian sebagaimana ia telah membinasakan mereka.

Kalimat ini terucap oleh Rasulullah dengan dimulai dengan kata sumpah. Hal ini menunjukkan bahwa kalimat ini merupakan kalimat yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian. Dalam sebuah sumpah menunjukkan adanya hampir ketidak percayaan dari lawan bicara, sehingga sumpah itu terucap.

Hadits di atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjelaskan tentang kekhawatiran beliau bukanlah kefakiran yang akan menimpa atas sahabat – sahabat dan tentu juga untuk umat beliau, akan tetapi justru sebaliknya yaitu kemudahan mendapatkan kekayaan. Sehingga akan lebih banyak sibuk dengan hal-hal yang mubah, kemudian berkurang waktu untuk beribadah. Akhirnya masuk kepada perkara-perkara yang makruh yang akhirnya melalaikan kehidupan akhirat. Maka berhati-hatilah ketika hal itu telah terjadi pada setiap hamba.

Kaya dan miskin keduanya adalah ujian dari Allah, untuk mengetahui siapa hamba yang bersyukur dan siapa hamba yang sabar atau sebaliknya. Bagi seorang mukmin, bersikap wara’ dan zuhud merupakan wujud dari keimanannya itu.

Surat An-Najm Ayat 48:

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ

Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,

Dan bahwasanya Dia menjadikan kaya orang yang dikehendaki-Nya dengan manjadikannya memiliki harta, dan Dia memberikan harta yang digunakan manusia untuk mencukupi diri mereka.

Sebagian orang mungkin merasakan penuh kesusahan tatkala ia kekurangan harta atau punya banyak hutang sehingga membawa pikiran dan tidur tak nyenyak. Padahal ia masih diberi kesehatan, masih kuat beraktivitas. Juga ia masih semangat untuk beribadah dan melakukan ketaatan lainnya. Perlu diketahui bahwa nikmat sehat itu sebenarnya lebih baik dari nikmat kaya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ

“Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.” (HR. Ibnu Majah no. 2141 dan Ahmad 4/69, shahih kata Syaikh Al Albani)

Mintalah ‘Afiyah

Afiyah adalah keselamatan dari berbagai hal yang tidak disenangi baik dalam urusan dunia maupun agama, afiyah merupakan anugerah yang sangat agung. Bahkan Rasulullah ﷺ menganjurkan bagi siapa saja yang ingin berdoa agar meminta afiyah dalam doanya. Paman Nabi ﷺ yang bernama Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallahu anhu menceritakan:

Aku berkata kepada Nabi ﷺ, “Wahai Rasulullah, ajarkan aku apa yang semestinya aku minta kepada Allah ﷻ.”

Maka Nabi ﷺ :

سَلْ اللَّهَ الْعَافِيَةَ

Mintalah kepada Allah Afiyah.

Beberapa hari kemudian, Aku (Sahabat Abbas) kembali bertanya kepada Nabi ﷺ, “Wahai Rasulullah, ajarkan aku apa yang semestinya aku minta kepada Allah ﷻ.”

Maka Nabi ﷺ menjawab:

يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّ رَسُولِ اللَّهِ سَلْ اللَّهَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah, mintalah kepada Allah Afiyah di dunia dan di akhirat. (HR Turmudzi)

Setelah keimanan, tidak ada anugerah yang lebih besar dari Afiyah. Nabi ﷺ bersabda:

سلوا الله العفو والعافية، فإن أحداً لم يعط بعد اليقين خيراً من العافية

Mintalah kepada Allah kemaafan dan afiyah, sebab tiada anugerah yang diberikan kepada seorang pun setelah keyakinan yang lebih baik daripada afiyah. (HR Turmudzi)

Keberkahan Rizki

Keberkahan rezeki adalah anugerah di mana rezeki yang didapat membawa kebaikan, ketenangan, dan kebermanfaatan dunia-akhirat, bukan sekadar jumlah harta, dan dicapai dengan cara halal, bersyukur, bersedekah, berbakti pada orang tua, serta menjaga ketaatan pada Allah. Ciri rezeki berkah adalah hati merasa cukup, semakin taat beribadah, dan rezeki digunakan untuk kebaikan, sedangkan rezeki tidak berkah justru menjauhkan dari Allah dan membawa mudharat.

Keberkahan Rizki akan didapat dengan syarat:
1. Dikeluarkan zakat yang wajib.
2. Memberikan nafkah yang wajib, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan orang tua jika membutuhkan.
3. Sedekah kepada keluarga terdekat.

Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (VI/257-258—Fathul Bari) dan Muslim (296).

Kosa Kata Hadits

– Makna بعث : Mengutus.
– Makna بجزيتها : Jizyahnya, yaitu upeti dari penduduknya yang mayoritas beragama Majusi.
– Makna فوافوا : Mereka pun berkumpul dan menunaikan shalat subuh di masjid Rasulullah.
– Makna فتعرضوا لهُ : Mereka para Sahabat, menghampiri beliau Nabi ﷺ dan mengisyaratkan bahwa mereka butuh kepadanya.
– Makna أملُوا: Harapkanlah. Maknanya ialah beliau menyampaikan berita gembira kepada mereka akan tercapainya tujuan mereka.
– Makna بُسطت : Dilapangkan.
– Makna فتنافسو : Berasal dari al-munafasah, yang bermakna keinginan terhadap sesuatu dan sikap ingin sendirian dalam menguasai dan memilikinya.
– Makna فتهلككم: Membinasakan kalian. Maksudnya adalah membinasakan agama kalian.

 

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم