بسم الله الرحمن الرحيم
Biografi Penulis
Penulis kitab ini adalah Syaikh Muhammad bin ‘Abdul-Wahhâb Rahimahullah. Nama lengkap beliau adalah: Muhammad bin ‘Abdul-Wahhâb bin Sulaimân bin ‘Alî bin Muhammad bin Ahmad bin Râsyid bin Buraid bin Muhammad bin Buraid bin Musyarraf.
Syaikh Muhammad bin ‘Abdul-Wahhâb berasal dari keluarga Al-Musyarraf. Sedangkan keluarga Musyarraf merupakan cabang dari keluarga Al-Wuhabah. Dan keluarga Wuhabah adalah salah satu dari keluarga besar kabilah Banî Tamîm yang Terkenal. Maka, nisbat yang benar dari Bani Tamîm adalah Al-Wuhabi.
Berbeda dengan penistbatan Wahabi yang merujuk kepada Abdul Wahab bin Abdurrahman Al-Rustum, Imam kedua dari Dinasti Rustamid di Afrika Utara (abad ke-2 H) dan pendiri gerakan Wahbiyyah Ibadisme (Khawarij), yang berbeda dengan gerakan Muhammad bin Abdul Wahhab.
Maka, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (1115-1206 H): Tokoh pembaharu Islam (mujaddid) dari Najd, Arab Saudi, yang bermazhab Hambali dan berfokus pada pemurnian tauhid dari syirik, bid’ah, dan khurafat. Beliau bekerjasama dengan Muhammad bin Saud dalam mendirikan negara Saudi pertama. Beliau berasal dari keluarga yang dikenal sebagai keluarga para Ulama, kakek langsung beliau, yaitu Sulaimân bin ‘Alî menjabat sebagai Qâdhî (hakim agama) di Raudhah Sudair.
Masa kecil Syaikh Muhammad bin ‘Abdul-Wahhâb rahimahullah lebih banyak dipergunakan untuk mempelajari al-Qur`ân, tidak banyak dipergunakan untuk bermain-main bersama teman sebayanya, sehingga beliau telah hafal al-Qur`ân sebelum umurnya mencapai 10 tahun. Beliau memiliki ketajaman pemahaman yang luar biasa, cerdas, cepat menghafal dan fasih pengucapan kata-katanya.
Beliau mencapai usia baligh sebelum usianya genap 12 (dua belas) tahun. Pada usia itu, sesudah usianya baligh, beliau sudah disuruh menjadi imam shalat oleh ayahnya, dan ayahnya pun menikahkannya.
Beliau banyak banyak menulis kitab yang ringkas dan padat, yang ternyata banyak Ulama yang kemudian mensyarah karya-karya ringkas beliau. Banyak karya ringkasnya memiliki lebih dari satu syarah dari para Ulama.
Sebagai contoh, kitab karya beliau yang berjudul Kitâb at-Tauhîd al-Ladzî Huwa Haqqullâh ‘alâ al-‘Abîd, lebih dari lima orang Ulama yang telah mensyarahnya, dan kitab asli maupun kitab syarahnya selalu dikaji semenjak dahulu hingga sekarang. Kitab ini ditulis saat beliau menuntut ilmu di Bashrah, Irak saat berumur 24 tahun, yang diselesaikan saat pulang ke kampung halamannya, Al-Uraimala (Uyainah).
Beliau berpartner dengan Amir Muhammad bin Saud di Diriyah (Riyadh sekarang) untuk menyebarkan dakwah, yang kemudian melahirkan negara Saudi pertama keluar dari pengaruh Turki Ottoman, Hal ini memunculkan tuduhan bahwa keduanya adalah tokoh Khawarij yang memberontak, kenyataannya Diriyah tidak pernah masuk ke Turki Ottoman, maka tidak bisa dikatakan keluar.
Dakwahnya berfokus pada pengajaran Kitab Tauhid dan berpegang teguh pada manhaj salaf. Meskipun menghadapi penentangan berat dan tuduhan miring dari pihak yang tidak setuju, dakwah ini berhasli memperbaiki pemahaman keagamaan di Jazirah Arab.
Kitab At-Tauhid
Nama panjangnya berjudul Kitâb at-Tauhîd al-Ladzî Huwa Haqqullâh ‘alâ al-‘Abîd.
Cara penulisan kitab ini mirip dengan kitab Bukhari, dimulai dengan Judul, topik umum, Bab dan dilanjutkan dengan sub-sub bab berisi kesimpulan (Masail). Maka, ada yang menyebutkan bahwa kitab Tauhid ini adalah potongan Kitab Shahih Bukhari. Seperti Kitab Tauhid dalam Shahih Bukhari.
Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dipuji ulama karena keistimewaannya dalam memaparkan tauhid ibadah secara rinci, berbasis dalil Al-Qur’an dan Sunnah. Kitab ini dinilai sebagai karya agung yang membela dakwah tauhid, rujukan utama dalam memurnikan akidah, dan dipuji karena menyajikan faidah penting di setiap akhir bab. Maka, kitab ini aman dan baik untuk dibahas.
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Bab-1: Hakikat dan Kedudukan Tauhid
كِتَابُ التَّوْحِيْدِ
KITAB TAUHID
Penjelasan:
Syaikh mengikuti Imam Bukhari dengan memulai dengan bismillah, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah ﷺ tatkala memulai menulis surat.
Makna Kitab
Kitab bermakna kumpulan tulisan-tulisan yang terkait dengan At-Tauhid.
Judul “Kitab Tauhid” menunjukkan bahwa tujuan dari penulisan kitab ini, bahwasanya dari awal hingga akhirnya adalah berkaitan dengan tauhid. Penjelasan tentang definisinya, syarat-syaratnya, keutamaannya, dalil-dalilnya, buahnya, konsekuensinya, dan penyempurnanya. Demikian juga pembahasan tentang lawannya yaitu kesyirikan dengan berbagai macamnya.
Makna Tauhid
Kata ‘tauhid’ dalam bahasa Arab adalah mashdar (kata benda) yang berasal dari kata kerja:
وَحَّدَ – يُوَحِّدُ – تَوْحِيْدًا
wahhada – yuwahhidu –tauhîdan, artinya:
- menyatukan dua hal menjadi satu.
- menghukumi atas sesuatu bahwasanya dia satu.
- menisbatkan sesuatu bahwa sesuatu itu tunggal dan menafikan sekutu baginya.
[Lihat Lisânul ‘Arab, Bâb wa ha da; At-Ta’rîfât, hlm. 96; Al-Hujjah, 1/305, 306]
Adapun secara istilah agama, tauhid artinya mengimani keberadaan Allâh, mengesakan Allâh Subhanahu wa Ta’ala dalam hal yang khusus (tanpa sekutu) bagi-Nya dalam hal rubûbiyah dan ulûhiyah, dan beriman kepada seluruh nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya.
[Lihat Lawâmi’ul Anwâr, hlm. 57; Al-Qaulus Sadîd, hlm. 16; At-Tanbîhât as-Saniyyah, hlm.9; dan Al-Qaulul Mufîd, 1/5]
*****
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ -٥٦
“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz –Dzariyat: 56 ).
Penjelasan:
Dari ayat ini disampaikan hikmah diciptakannya jin dan manusia oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Penjelasannya akan dilanjutkan pada pertemuan sebelumnya. InshaAllah.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
