Assunnah-Qatar.com

Forum Komunikasi Islam Berbahasa Melayu di Qatar

Fiqh Print Email
3 Masalah Penting tentang Sholat
3 Masalah Penting tentang Sholat

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyebutkan ancaman yang sangat keras bagi orang-orang yang meremehkan kewajiban shalat. Tentu saja ini menunjukkan betapa besarnya kewajiban ini di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

”Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui siksa yang sangat keras dan berlipat-lipat. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” (Maryam: 59-60)

Di antara hal yang juga menunjukkan betapa agungnya keutamaan shalat, adalah apa yang disebutkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim rahimahumallah dalam Shahih keduanya, yaitu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakan shalat lima waktu dengan sungai yang mengalir di depan pintu seorang muslim dan digunakan untuk mandi sebanyak lima kali dalam sehari, sehingga akan menghilangkan kotoran-kotoran yang melekat di badannya. Begitu pula shalat lima waktu, akan menghapus dosa-dosa seorang muslim yang selalu menjalankan dan menjaganya. Hanya saja dosa-dosa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar seperti durhaka kepada orangtua, mencuri, riba, memakan harta anak yatim, berdusta, menipu dalam jual beli dan semisalnya, maka tidak akan terhapus kecuali dengan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka sungguh merupakan kenyataan yang sangat mengherankan dan menyedihkan, ketika kita dapatkan sebagian kaum muslimin tidak memerhatikan bahkan seolah-olah tidak tahu kewajiban shalat lima waktu ini. Sehingga di mata mereka, shalat lima waktu seperti amalan yang tidak ada nilainya. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah menjelaskan bahwa orang yang tidak mengerjakan shalat adalah bukan saudara kita seiman. Begitupula shalat adalah perkara yang membedakan antara seorang muslim dengan orang kafir. Hal ini disebutkan di dalam firman-Nya:

”Dan jika mereka mau bertaubat dan menegakkan shalat serta menunaikan zakat, maka mereka adalah saudara kalian seagama.” (At-Taubah: 11)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Sesungguhnya (yang membedakan) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

Bahkan Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu mengatakan: ”Sungguh, Al-Kitab dan As-Sunnah serta ijma’ shahabat telah menunjukkan kafirnya orang yang meninggalkan shalat.”

Berikut ini adalah uraian singkat tentang sifat (tata cara) shalat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Penulis ingin menyajikannya kepada setiap muslim, baik laki-laki ataupun perempuan, agar siapa saja yang membaca-Nya dapat bersungguh-sungguh dalam mencontoh (berqudwah) kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. di dalam masalah shalat, sebagaimana sabda beliau:

"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR. Al-Bukhari).

download-ebook

Sholat-sholat Sunnah Rasululloh
Sholat-sholat Sunnah Rasululloh

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhir.” (QS. Al-Ahzab: 21)

“Amal seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat (nanti) adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila shalatnya buruk, maka buruk pula seluruh amalnya.” (HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath).

Alangkah besar peranan shalat sehingga dapat menentukan baik dan buruknya amal seorang hamba di hadapan Allah Ta’ala. Yang demikian itu ikarenakan shalat merupakan media pengabdian seorang hamba yang paling utama kepada Rabbnya.

Shalat wajib yang dikerjakan oleh seorang Muslim dengan sempurna sebanyak lima kali dalam sehari tentulah menjadi andalan utama amalannya. Meskipun demikian, shalat tathawwu’ (sunnah) tidak kalah pentingnya karena shalat tersebut menjadi pengganti dan pelengkap kekurangan yang ada pada shalat fardhunya di hari perhitungan amal nanti. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh hadits-hadits shahih yang terdapat dalam kitab-kitab Sunan.
Yakinkah masing-masing kita telah mengerjakan shalat fardhu dengan sempurna?
Sehingga kita tidak lagi membutuhkan shalat sunnah?

Apabila kita ragu, sebaiknya berbekal diri dengan mengerjakan shalat-shalat sunnah. Untuk memudahkan anda melaksanakan shalat sunnah, maka kami menerbitkan sebuah buku yang berjudul Meneladani Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.

Buku ini mengutarakan secara lengkap dan luas tentang shalat-shalat sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, yang merupakan tambahan terhadap shalat fardhu (wajib). Pada risalah ini dapat juga diketahui rincian shalat-shalat sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam sehari semalam, keutamaan, kedudukan, jenis, bacaan-bacaan, tata cara pelaksanaan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya. Pada akhir buku ini disebutkan pula sejumlah shalat-shalat sunnah yang tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasalam (bid’ah) agar kita dapat menghindarinya. Sebab, syarat ibadah itu, selain ikhlas karena Allah Ta’ala, harus berittiba’ (mencontoh) Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam tata cara pelaksanaannya.

Semoga buku ini bermanfaat bagi ummat Islam dan bisa dijadikan sebagai panduan dalam mengerjakan shalat-shalat sunnah secara benar.

Hukum MLM
Hukum MLM

Termasuk masalah yang banyak dipertanyakan hukumnya oleh kaum muslimin yang cinta untuk mengetahui kebenaran dan peduli dalam membedakan halal dan haram adalah masalah Multi Level Marketing (MLM). Transaksi dengan sistem MLM ini telah merambah di tengah manusia dan banyak mewarnai suasana pasar masyarakat. Maka sebagai seorang pebisnis muslim, wajib untuk mengetahui hukum transaksi dengan sistem MLM ini sebelum bergelut didalamnya. Sebagaimana prinsip umum dari ucapan ‘Umar radhiyallahu’anhu:

“Jangan ada yang bertransaksi di pasar kami kecuali orang yang telah paham agama.” (Dikeluarkan oleh At-Tirmidzy dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albany)

Maksud dari ucapan ‘Umar adalah bahwa seorang pedagang muslim hendaknya mengetahui hukum-hukum syariat tentang aturan berdagang atau transaksi dan mengetahui bentuk-bentuk jual-beli yang terlarang dalam agama. Dangkalnya pengetahuan tentang hal ini akan menyebabkan seseorang jatuh dalam kesalahan dan dosa. Sebagaimana telah kita saksikan tersebarnya praktek riba, memakan harta manusia dengan cara yang batil, merusak harga pasaran dan sebagainya dari bentuk-bentuk kerusakan yang merugikan masyarakat, bahkan merugikan negara.

Maka pada tulisan ini, kami akan menampilkan fatwa ulama terkemuka di masa ini. Mereka yang telah di kenal dengan keilmuan, ketakwaan dan semangat dalam membimbing dan memperbaiki umat.

download-ebook

You are here: Fiqh
Lebih dari 1000 member dan 600 artikel, mau mendaftar?! Klik di sini!

Silakan Pilih!

Mutiara Hadits

"Sesungguhnya Allah menghalangi taubat setiap pelaku kebid'ahan."
(HR. Baihaqi, Thabrani, dan lain-lain)