Assunnah-Qatar.com

Forum Komunikasi Islam Berbahasa Melayu di Qatar

Ustadz Muhammad Faishol bin Jamil

Kajian Tematik

Kajian Tauhid

2010 5 dari 55 dari 55 dari 55 dari 55 dari 5 / 0 dari 50 dari 50 dari 50 dari 50 dari 5 0 Ratings
Kajian Tauhid
The player will show in this paragraph


Bookmark

Facebook del.icio.us StumbleUpon Digg Technorati NewsVine Reddit Google LinkedIn MySpace Mixx Furl

Data

Dirilis pada 2010
Format Kajian Tematik
Lokasi
Ditambahkan pada Wednesday, 08 December 2010
Kategori Aqidah
Harga 0.00 €
Waktu 0:00
N of discs 0
Edisi 2010
Lokasi
Label

Rincian Edisi

Review

Tauhid merupakan sebuah pohon di dalam hati yang cabangnya adalah amalan yang shalih dan buahnya adalah kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.


أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُون َ;ابراهيم: 24-25

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap saat dengan seizin Rabb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk ma-nusia supaya mereka selalu ingat.” (Ibrahim: 24-25)

Ilmu Tauhid ini merupakan dasar yang dibangun di atasnya amalan-amalan shalih. Maka tentu saja merupakan prioritas dakwah para nabi dan para rasul, termasuk nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Dakwah Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya adalah dakwah tauhid dan tidak pernah beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam lepas daripadanya. Dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diawali dengan tauhid, diiringi dengan tauhid dan diakhiri pula dengan tauhid.

Diawali dengan ucapan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikisahkan oleh Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu ketika dia bersama rombongan dagang kaum Quraisy tiba di Romawi dan dipanggil oleh raja Heraklius. Sang raja bertanya tentang orang yang mengaku sebagai Nabi di Mekah. Di antara pertanyaannya adalah: “Apakah yang dia dakwahkan?” Abu Sufyan menjawab: “Dia berkata:
قُوْلُوْا لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ تُفْلِحُوْا ( رواه البخاري

“Ucapkanlah لا إله إلا الله kalian akan selamat.” (HR. Bukhari)

Dan dalam perjalanan dakwahnya beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengingatkan dengan tauhid. Setiap menyampaikan satu hukum atau perintah ibadah kepada umatnya senantiasa Beliau mengingatkan bahwa hal itu adalah ibadah kepada Allah yang harus diberikan kepada-Nya dengan ikhlas dan tidak boleh dicampur dengan tujuan-tujuan lain seperti riya’ atau kesyirikan-kesyirikan lainnya. Seperti ketika memerintahkan tentang ibadah shalat dan berqurban:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. الكوثر: 2

“Maka dirikanlah shalat untuk Rabb-mu dan berkurbanlah.” (al-Kautsar: 2)

Demikian pula setiap beliau berangkat bersama para shahabat berjihad, beliau selalu mengingatkan agar mereka jangan memakai jimat, kalung atau gelang-gelang tertentu untuk tolak bala dan kekebalan atau menggan-tung-gantungkan pedangnya di pohon tertentu untuk mencari kehebatan dan kekuatan.

Kita lihat pada satu riwayat, ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu perjalanan jihad, Rasulullah bersabda kepada Ruwaifi’:


يَا رُوَيْفِعُ، لَعَلَّ الْحَيَاةَ تَطُوْلُ بِكَ، فَأَخْبِرِ النَّاسَ أَنَّ مَنْ عَقَدَ لِحْيَتَهُ

أَوْ تَقَلَّدَ وِتْرًا أَوِ اسْتَنْجِي بِرَجِيْعِ دَابَّةٍ اَوْ عَظْمٍ فَإِنَّ مُحَمَّدًا بَرِيْئٌ مِنْهُ. (رواه أحمد عن رويفع

“Wahai Ruwaifi’, barangkali engkau akan menjalani kehidupan yang panjang. Kabarkanlah kepada manusia bahwa barangsiapa yang memintal jenggotnya, menggantungkan jimat, atau beristinja’ (bersuci) dengan kotoran hewan dan tulang, maka sesungguhnya Muhammad berlepas diri darinya.” (HR. Ahmad dari Ruwaifi’)

Ini semua dalam rangka menjaga tauhid mereka dari noda-noda syirik.
Demikian pula di akhir kehidupan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam akan wafat, beliau berwasiat dengan tauhid.


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي لَمْ يَقُمْ مِنْهُ لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ

وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ قَالَتْ فَلَوْلَا ذَاكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ غَيْرَ أَنَّهُ خُشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا . (متفق عليه

Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam terkena sakit yang menyebabkan beliau tidak dapat bangun. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallambersabda: “Allah telah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka telah menjadikan kubur Nabi-nabi mereka sebagai masjid”. Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Jika tidak karena itu tentu kuburan beliau akan ditempatkan (di Baqie’). Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam khawatir akan dijadikan sebagai masjid.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dalam riwayat lain dalam al-Muwattha’:


أَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ قَبْرِيْ وَثَنًا يُعْبَدُ اشْتَدَّ غَضَبُ اللهُ عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ. (رواه مالك في الموطأ

“Ya Allah janganlah Engkau menjadikan kuburku berhala yang disembah. Sungguh besar kemurkaan Allah terhadap kaum yang menjadikan kuburan nabi-nabinya sebagai masjid.” (HR. Malik dalam Muwatha’)

Items in this compilation

Kitabut Tauhid
Ustadz Luqman Baabduh
Kajian 35 Komentar 0
5 dari 55 dari 55 dari 55 dari 55 dari 5 / 0 dari 50 dari 50 dari 50 dari 50 dari 5 Ditambahkan pada Thursday, 02 December 2010 19:27
Dirilis pada 2008
Format Kajian Kitab
Lokasi
Waktu 0:00
N discs 0
Label
Kategori Aqidah
Harga 0.00 €

Hits 621
You are here: Ustadz Muhammad Faishol bin Jamil Kajian Tauhid
Lebih dari 1000 member dan 600 artikel, mau mendaftar?! Klik di sini!

Silakan Pilih!

Mutiara Hadits

"Sesungguhnya Allah menghalangi taubat setiap pelaku kebid'ahan."
(HR. Baihaqi, Thabrani, dan lain-lain)