![]()
The player will show in this paragraph
Bookmark |
DataDirilis pada 2008Format Kajian Tematik Lokasi Ditambahkan pada Monday, 06 December 2010 Kategori Campuran Harga 0.00 € Waktu 0:00 N of discs 0 Edisi 2008 Lokasi Label Rincian Edisi ReviewMencari Kunci Rezeki yang Hilang Penulis : Zaenal Abidin bin Syamsudin
Penerbit : Pustaka Imam Abu Hanifah
Mendapat limpahan rezeki, siapakah orangnya yang tak mau? Berlomba-lomba orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup atau untuk meraih kenikmatan. Ada yang berhasil, dan lebih banyak lagi yang gagal. Kenapa mereka gagal, dan kenapa yang lain berhasil? Apa saja rahasia yang dipakai oleh si berhasil? Bisakah kita mencontohnya? Apa sajakah petunjuk dalam Al-Quran dan As-Sunnah buat para pencari rezeki dan pendamba keberkahan? Setelah membaca buku ini, Insya Allah jalan rezeki yang halal dan penuh berkah akan semakin terang di mata Anda. Namun Anda pun harus siap bertanya pada diri sendiri “sudah halalkah rezeki yang selama ini saya dapatkan? “atau “Sudah bersihkah darah daging saya dan keluarga dari rezeki yang haram?” dan”Bagaimanakah cara mencuci mereka yang haram?” Siapapun Anda, baik pengusaha atau karyawan, PNS maupun swasta, atasan atau bawahan, laki-laki atau perempuan, yang ingin hidup tenang dan bahagia di dunia dan akhirat, akan memetik manfaat dari buku ini.
Musibah. Pada dasarnya merupakan sesuatu yang begitu akrab dengan kehidupan kita. Adakah orang yang tidak pernah mendapatkan musibah? Tentu tak ada. Musibah adalah salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah kepada manusia. la adalah sunnatullah yang berlaku atas para hamba-Nya. la bukan berlaku pada orang-orang yang lalai dan jauh dari nilai-nilai agama saja. Namun ia juga menimpa orang-orang mukmin dan orang-orang yang bertakwa. Bahkan, semakin tinggi kedudukan seorang hamba di sisi Allah, maka semakin berat ujian dan cobaan yang diberikan Allah Subhaanahu wata'aala kepadanya. Karena Dia akan menguji keimanan dan ketabahan hamba yang dicintai-Nya. Sebagai contoh, bangsa kita tercinta sekarang ini sedang dirundung dan didera dengan berbagai musibah, mulai dari gelombang tsunami, lumpur lapindo, gunung meletus, flu burung, busung lapar, gizi buruk, harga melonjak ditambah seabreg permasalahan nasional yang tak kunjung teratasi, akan tetapi sayangnya sedikit yang bisa mengambil hikmah dari musibah yang sedang kita derita. Ujian yang semestinya mendongkrak kualitas keimanan dan mengantar pada keberkahan temyata sering membawa kepada murka Allah. Tak lain karena orang yang terkena musibah tak mampu bersikap benar saat menghadapinya. Sesungguhnya di balik musibah itu terdapat hikmah dan pelajaran yang banyak bagi mereka yang bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah Subhaanahu wata'aala yang telah mentakdirkan itu semua untuk hamba-Nya, diantara hikmah yang bisa kita petik antara lain adalah: 1. Musibah akan mendidik jiwa dan menyucikannya dari dosa dan kemaksiatan. Allah Ta'ala berfirman: وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ - الشورى: 30 artinya, "Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS asy Syura: 30) |
615
| Ustadz Zainal Abidin Syamsudin Kajian Tematik Kronologi |
Dialog Ukhuwah Interaktif NU-SALAFY » ![]() |










/ 















Judul : Mencari Kunci Rezeki yang Hilang ( Dilengkapi Fatwa - Fatwa Ulama Seputar Etos Kerja dan Etika Usaha )
Show player in popup
Restore player


