Assunnah-Qatar.com

Forum Komunikasi Islam Berbahasa Melayu di Qatar

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Kajian Tematik

Iman Kepada Alloh

2009 5 dari 55 dari 55 dari 55 dari 55 dari 5 / 0 dari 50 dari 50 dari 50 dari 50 dari 5 0 Ratings Akidah Iman
Iman Kepada Alloh
The player will show in this paragraph


Bookmark

Facebook del.icio.us StumbleUpon Digg Technorati NewsVine Reddit Google LinkedIn MySpace Mixx Furl

Data

Dirilis pada 2009
Format Kajian Tematik
Lokasi Jakarta-Bogor
Ditambahkan pada Sunday, 28 November 2010
Kategori Rukun Iman
Harga 0.00 €
Waktu 0:00
N of discs 1
Edisi 2009
Lokasi
Label Rukun Iman
3
Rincian Edisi

Review

Iman Kepada Alloh Subhanahu wata'ala

Definisi iman menurut Ahlus Sunnah mencakup per-kataan dan perbuatan, yaitu meyakini dengan hati, meng-ikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan, dapat bertambah dengan ketaatan dan dapat ber-kurang dengan sebab perbuatan dosa dan maksiyat.

Iman memiliki beberapa tingkatan, sebagaimana ter-dapat dalam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
"Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang atau lebih dari enam puluh cabang, cabang yang paling tinggi adalah ucapan laa ilaaha illallaah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (rintangan) dari jalan, dan malu adalah salah satu cabang iman.”(HR. Al-Bukhari (no. 9) dan Muslim (no. 35). Lafazh ini milik Muslim dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu)

Di dalam surat al-Baqarah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

"Artinya : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, Malaikat, Kitab-Kitab, Nabi-Nabi...” [Al-Baqarah: 177]

Di samping ayat-ayat di atas, hadits-hadits yang shahih pun banyak sekali yang menegaskan hal yang sama. Di antara sejumlah hadits-hadits tersebut, terdapat sebuah hadits masyhur yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu yang menyatakan bahwa Malaikat Jibril pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Iman, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab.

“Artinya : Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-MalaikatNya, Kitab-KitabNya, Rasul-RasulNya, dan Hari Akhir, serta beriman kepada qadar yang baik maupun buruk.” [HR. Muslim (no. 8), Abu Dawud (no. 4695), at-Tirmidzi (no. 2610), an-Nasa-i (VIII/97), Ibnu Majah (no. 63). Hadits ini shahih.]

Keenam prinsip keimanan tersebut adalah rukun iman, maka tidak sempurna iman seseorang kecuali apabila ia mengimani seluruhnya menurut cara yang benar yang ditunjukan oleh al-Qur-an dan as-Sunnah, maka barangsiapa yang mengingkari satu saja dari rukun iman ini, maka ia telah kafir. [Syarah ‘Aqiidah Wasithiyah (hal 62) oleh Khalil Hirras, tahqiq ‘Alawiy Saqqaf.]

Beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala artinya berikrar dengan macam-macam tauhid yang tiga serta beri’tiqad dan beramal dengannya, yaitu Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluuhiyyah dan Tauhid Asma’ wa Shifat.

Hits 341
Pentingnya Ilmu Syar'i « Pentingnya Ilmu Syar'i Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Kajian Tematik Kronologi Dauroh Qatar Ke-3 » Dauroh Qatar Ke-3

Playlist Player

Cara Menggunakan Playlist Player

Untuk menggunakan Playlist Player, ikuti langkah singkat berikut :
  • Pilih kajian yang akan didengarkan dengan mengeklik tombol add
  • Pemilihan bisa dilakukan untuk tema kajian maupun penceramah yang berbeda.
  • Jika sudah siap, klik tombol play di Playlist Player.
  • Jika antum menghendaki player ditampilkan di jendela baru, klik pop up Show player in popup.
You are here: Y Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Iman Kepada Alloh
Lebih dari 1000 member dan 600 artikel, mau mendaftar?! Klik di sini!

Silakan Pilih!

Mutiara Hadits

"Sesungguhnya Allah menghalangi taubat setiap pelaku kebid'ahan."
(HR. Baihaqi, Thabrani, dan lain-lain)