![]()
The player will show in this paragraph
Bookmark |
DataDirilis pada March 2009Format Kajian Tematik Lokasi Ditambahkan pada Tuesday, 07 December 2010 Kategori Manhaj Harga 0.00 € Waktu 0:00 N of discs 0 Edisi 2009 Lokasi Label Rincian Edisi ReviewManhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam Tazkiyatun Nufus Tazkiyatun Nufus merupakan pembahasan yang penting dan merupakan tugas Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diutus untuk membersihkan hati manusia, kerena bila hati ini baik maka akan baik semuanya dan bila jelek akan jelek semuanya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "...Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Apablia ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Dan apabila ia buruk, maka buruk pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati." Oleh karenanya, pembahasan tentang hal ini harus terus diulang-ulang, dikaji dan disampaikan dalam kajian-kajian dan tulisan dalam rangka saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran, sebab terkadang seseorang tidak mengetahui bahwa dirinya terjangkiti penyakit hati. Adapun orang yang dapat mengetahui bahwa ia terjangkit penyakit hati adalah para ulama. Merekalah tabib-tabib (dokter-dokter) hati. Ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tazkiyatun nafsi atau tazkiyatun nufus. Ketahuilah bahwasanya tazkiyatun nafsi atau tazkiyatun nufus memberisihkan jiwa, hati dan batin seseorang, ini merupakan hal yang amat penting, merupakan hal yang menjadi misi para nabi dan misi para rasul ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus mereka ke muka bumi ini. Diantara misi mereka adalah untuk mengajak manusia membersihkan jiwa-jiwa mereka, hati-hati mereka, dari kesyirikan kepada tauhid, dari kemunafikan kepada keikhlasan. Dari kekufuran kepada iman, dari bid’ah kepada sunnah dan seterusnya. Maka dari itu banyak ayat-ayat al-Qur’an yang menerangkan tentang tazkiyatun nufus, bahwa misi para rasul alaihimus shalatu was salam, adalah untuk mensucikan jiwa manusia. Diantara ayat-ayat Al-Qur’an yang juga akan dibahas secara panjang lebar pada bab-bab, pada pembicaraan yang akan datang, adalah surah Al-Jumu’ah ayat 2. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الأمِّيِّينَ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ
|
354
« Manhaj Salaf dalam Beribadah |
Ustadz Mubarak Bamualim Kajian Tematik Kronologi |










/ 















« Manhaj Salaf dalam Beribadah
Show player in popup
Restore player


