Assunnah-Qatar.com

Forum Komunikasi Islam Berbahasa Melayu di Qatar

Ustadz Luqman Baabduh

Kajian Kitab

Kasyfus Subhat

2009 5 dari 55 dari 55 dari 55 dari 55 dari 5 / 0 dari 50 dari 50 dari 50 dari 50 dari 5 0 Ratings
Kasyfus Subhat
The player will show in this paragraph


Bookmark

Facebook del.icio.us StumbleUpon Digg Technorati NewsVine Reddit Google LinkedIn MySpace Mixx Furl

Data

Dirilis pada 2009
Format Kajian Kitab
Lokasi
Ditambahkan pada Monday, 29 November 2010
Kategori Aqidah
Harga 0.00 €
Waktu 0:00
N of discs 1
Edisi 2009
Lokasi
Label

Rincian Edisi

Review

Saya (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) akan menuturkan kepada anda beberapa hal [1] yang sudah disebut oleh Allah dalam kitab-Nya sebagai jawaban terhadap suatu ucapan yang dipakai hujjah oleh orang-orang musyrik pada zaman kami (yang ditujukan) kepada kami. Maka, kami akan katakan: Jawaban untuk para pengikut kebatilan itu ada dua cara:

  1. Mujmal (secara global)
  2. Mufashshal (secara terperinci).

Jawaban secara mujmal itu merupakan sesuatu yang agung dan merupakan pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mau memikirkannya. Hal itu adalah firman Allah Subhanahu wata'ala:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ

“Dialah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepada kamu, diantara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan , maka mereka mengikuti ayat-ayat mutasyabihat dari padanya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari takwilnya” (Ali Imran:7).

Sebuah hadits shahih (dalam shahih Bukhari dan muslim) dari ‘Aisyah Radhiallahu‘anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ مَاتَشَابَهَ مِنْهُ فَأُولَئِكَ الَّذِيْنَ سَمَّى الله فَاحْذَرْهُمْ

“Jika kalian melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat, maka mereka itulah orang-orang yang disebut oleh Allah: (dengan sebutan “fi qulubihim zaigh”), maka waspadalah kalian terhadap mereka.”

Sebagai contoh atas hal itu, apabila sebagian orang-orang musyrik itu mengatakan kepada anda:

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Yunus: 62).

Dan bahwa Syafaat itu sesuatu yang haq (benar), dan bahwa para nabi itu mempunyai kedudukan dan tempat di sisi Allah. Atau sebagaimana orang musyrik itu menyebut suatu ucapan dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam yang ia gunakan dalil bagi suatu hal dari kebatilannya, sementara anda tidak mengerti makna ucapan yang ia sebut itu, maka hendaklah anda jawab dengan ucapan:

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wata'ala sudah menyebut bahwa orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, mereka meninggalkan ayat-ayat muhkamat dan mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat. Dan apa yang saya tuturkan kepadamu, bahwa Allah telah menyebut bahwa orang-orang musyrik itu sama mengakui tauhid rububiyah dan bahwa kekufuran mereka adalah dengan sebab ketergantungan mereka kepada malaikat, para nabi dan para wali, padahal mereka sekedar mengucapkan:

هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ

“Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.” (Yunus:18).

Hal itu adalah merupakan sesuatu yang muhkam (baku, terang dan mudah difahami) lagi jelas, tidak seseorang pun kuasa untuk merubah maknanya. Dan apa yang kamu sebutkan kepada saya wahai orang musyrik, baik dari Al-Qur’an ataupun dari sabda Nabi Shallallahu'alaihi wasallam saya tidak tahu maknanya. Akan tetapi, saya yakin, bahwa kalam Allah tidak ada yang saling bertentangan. Dan sabda Nabi Shallallahu'alaihi wasallam sama sekali tidak bertentangan dengan kalam Allah. Itulah jawaban yang tepat."

Akan tetapi jawaban itu hanya akan difahami oleh orang yang diberi taufiq oleh Allah Subhanahu wata'ala. Maka anda jangan menyepelekan hal itu. Sebab, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (Fushshilat: 35).

Adapun jawaban kedua yang mufashshal, ialah: bahwasanya musuh-musuh Allah itu mempunyai banyak dalil yang bersifat menentang untuk menghalangi manusia dari agama Allah.

____________
Footnote:

[1] Penulis Rahimahullah ingin menerangkan keadaan–keadaan musuh-musuh Allah dan musuh-musuh para Rasul-Nya yang senantiasa menghadang pada jalan kepada pengetahuan tentang agama Allah serta menghalangi manusia dari jalan itu.

Kumpulan Kajian Kitab Kasyfus Subhat karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Luqman Baabduh:

File size: 384 MB berisi 21 kajian.

Download e-book Kasfusy Subhat ada di sini.

Hits 1381
Kitabut Tauhid « Kitabut Tauhid Ustadz Luqman Baabduh Kajian Kitab Kronologi

Playlist Player

Cara Menggunakan Playlist Player

Untuk menggunakan Playlist Player, ikuti langkah singkat berikut :
  • Pilih kajian yang akan didengarkan dengan mengeklik tombol add
  • Pemilihan bisa dilakukan untuk tema kajian maupun penceramah yang berbeda.
  • Jika sudah siap, klik tombol play di Playlist Player.
  • Jika antum menghendaki player ditampilkan di jendela baru, klik pop up Show player in popup.
You are here: L Ustadz Luqman Baabduh Kasyfus Subhat
Lebih dari 1000 member dan 600 artikel, mau mendaftar?! Klik di sini!

Silakan Pilih!

Mutiara Hadits

"Sesungguhnya Allah menghalangi taubat setiap pelaku kebid'ahan."
(HR. Baihaqi, Thabrani, dan lain-lain)