![]()
The player will show in this paragraph
Bookmark |
DataDirilis pada December 2005Format Kajian Video Lokasi Jakarta-Bogor Ditambahkan pada Tuesday, 22 March 2011 Kategori Manhaj Harga 0.00 € Waktu 0:00 N of discs 0 Edisi December 2005 Lokasi Label Manhaj 127 Rincian Edisi ReviewPreview Buku Judul : Lau Kaana Khairan Lasabakuuna Ilaihi; Kalau Sekiranya Perbuatan Itu Baik, Tentulah Para Shahabat Telah Mendahului Kita Mengamalkannya Penulis : Abdul Hakim bin Amir Abdat Penerbit : Darul Qolam Inilah sebuah risalah yang berbicara tentang sebagian dari kaidah-kaidah dalam agama yang sangat luas dan dalam sekali, yaitu: “Kalau sekiranya perbuatan itu baik, tentulah para shahabat telah mendahului kita mengamalkannya.” Peganglah kuat-kuat kaidah yang besar dan agung ini, sehingga engkau tidak akan mengerjakan sesuatupun ibadah yang tidak pernah diyakini dan diamalkan oleh para shahabat. Patutlah kaidah yang besar ini dihafal oleh setiap muslim untuk menghancurkan berbagai macam bid’ah yang orang sandarkan dan masukkan ke dalam agama Allah yang mulia ini, Al-Islam. Seperti perkataan yang sering kita dengar ketika dikatakan kepada mereka dan dibawakan nash Al-Qur’an dan Sunnah dan perkataan para ulama, bahwa keyakinan yang mereka yakini atau perbuatan yang mereka lakukan itu bid’ah, mereka menjawab dengan jawaban yang lebih lemah dari sarang laba-laba, yaitu: “Bukankah peringatan maulid, isra’ mi’raj, nuzul Qur’an, tahun baru hijriyah itu suatu perbuatan yang sangat baik yang di dalamnya terdapat peringatan dan pelajaran?. “Bukankah dzikir berjama’ah yang sekarang sedang marak-maraknya itu suatu perbuatan yang sangat baik dalam rangka mengajak manusia untuk kembali berdzikir mengingat Allah” Maka jawablah wahai Ahlus Sunnah dengan kaidah besar di atas yang patut ditulis dengan tinta emas! Katakan kepada mereka, “Kalau sekiranya perbuatan itu baik, tentulah para shahabat telah mendahului kita mengamalkannya. Karena tidak ada satupun amalan yang masuk ke dalam bagian ibadah yang tidak diamalkan oleh para shahabat radhiyallahu ‘anhum” Isi bukuSetelah Muqaddimah, penulis memulai dengan menjawab pertanyaan, “Kenapakah kita wajib bermanhaj salaf, Ahlus Sunnah wal Jama’ah secara ilmu, amal dan da’wah?” sebagaimana menjadi nama bab yang pertama. Lalu pada bab-bab selanjutnya, penulis menjelaskan pengertian “sunnah” dan “hadits” dan beberapa hal yang berkaitan dengan keduanya. Selanjutnya, penulis mulai dengan kaidah ilmiah yang menjadi inti dari buku ini dan memaparkan syarah (penjelasan) kaidah tersebut secara panjang lebar. Lalu beliau menjelaskan keadilan para shahabat dan manhaj mereka yang merupakan pemisah antara sunnah dengan bid’ah. Pada bab berikutnya, penulis membawakan beberapa contoh secara ringkas tentang kesesatan yang menyalahi manhaj para sahabat. Hal ini yang memicu beliau untuk melanjutkan bab tersebut dengan menjelaskan akan kewajiban mengikuti manhaj sahabat. Setelah itu, penulis menerangkan tanda-tanda ahli bid’ah, menjelaskan dalil-dalil bahaya dan rusaknya bid’ah dan ahli bid’ah terhadap Islam dan kaum muslimin. Lalu yang terakhir, beliau menutup kitabnya yang sangat berharga ini dengan menjelaskan bahwa Islam ini telah sempurna. KesimpulanMengingat pembahasannya yang sistematis, hujjah yang sangat kuat dan penjelasan yang baik, maka kami sangat merekomendasikan buku ini bagi siapa saja yang mencari kebenaran di tengah-tengah berbagai macam aliran yang ada dalam Islam. Dan bagi yang sudah (merasa) menemukan jalan yang benar, kami sarankan juga untuk membaca buku ini, agar tumbuh kesadaran akan pentingnya, sehingga akhirnya dapat memegang erat-erat kaidah ini, amiin Sumber : Muslim.or.id |
272
| Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Kajian Video Kronologi |
Telah Datang Zamannya » ![]() |










/

















Show player in popup
Restore player


