Review
Keutamaan para sahabat, para tabiin serta orang-orang yang datang sesudah zaman mereka
Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Allah itu redha terhadap orang beriman, ketika mereka sedang berjanji (berbaiat) kepada Engkau (Muhammad) di bawah pohon dan Allah mengetahui isi hati mereka, maka diturunkannya kepada mereka (ketenangan) dan kemenangan yang sudah dekat sekali. Dan mereka juga memperoleh keuntungan yang banyak, dan Allah itu Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”
(Al Fath:18-19)
Allah berfirman, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara Muhajirin dan Anshar dan yang mengikuti Allah, Allah menyediakan bagi mereka syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
(At Taubat:100)
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri radhiyallohu'anhu:
Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana segolongan manusia akan berperang, lalu ditanyakan kepada mereka: Adakah di antara kalian yang pernah melihat Rasulullah saw.? Mereka menjawab: Ya, ada. Lalu mereka diberi kemenangan (mengalahkan musuh). Kemudian datang lagi segolongan manusia yang berperang, lalu ditanyakan kepada mereka: Adakah di antara kalian orang yang pernah melihat para sahabat Rasulullah saw. Mereka menjawab: Ya, ada. Kemudian mereka pun diberi kemenangan. Kemudian datang lagi segolongan menusia yang juga berperang, lalu ditanyakan kepada mereka: Adakah di antara kalian orang yang pernah melihat tabiin? Mereka menjawab: Ya, ada. Akhirnya mereka juga diberi kemenangan. (Shahih Muslim No.4597)
Hadis riwayat Abdullah bin Masud radhiyallohu'anhu, ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sebaik-baik umatku adalah yang hidup pada kurun sahabatku, kemudian setelah kurun mereka (tabiin), kemudian setelah kurun mereka (tabiit tabiin). Kemudian akan datang suatu kaum di mana kesaksian salah seorang mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya. (Shahih Muslim No.4599)
Hadis riwayat Imran bin Hushain radhiyallohu'anhu:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kamu ialah yang hidup pada zaman kurunku (sahabat), kemudian orang-orang yang hidup sesudah kurunku (tabiin), kemudian orang-orang yang hidup sesudah mereka (tabiit tabiin), kemudian orang-orang yang hidup sesudah mereka. Imran berkata: Aku tidak tahu apakah Rasulullah saw. mengatakan setelah kurun beliau dua kali atau tiga kali. Kemudian setelah mereka akan datang suatu kaum yang memberikan kesaksian sedangkan mereka tidak dimintai kesaksian, dan mereka berkhianat sehingga tidak dapat dipercaya, mereka selalu bernazar namun tidak pernah memenuhinya dan akan tampak pada mereka kegemukan. (Shahih Muslim No.4603)
Haram hukumnya mencaci-maki para sahabat Nabi Sholallohu'alaihi wasallam
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri radhiyallohu'anhu, ia berkata:
Antara Khalid bin Walid dan Abdurrahman bin Auf telah terjadi sesuatu lalu Khalid pun mencaci-makinya. Mendengar itu Rasulullah Sholallohu'alaihi wasallam lalu bersabda: Janganlah kamu mencaci-maki seorang pun dari para sahabatku. Sekalipun salah seorang kamu membelanjakan emas sebesar gunung Uhud, hal itu tidak dapat menandingi satu bahkan setengah mud (1 mud=543 gram) salah seorang mereka. (Shahih Muslim No.4611)