S Al Araaf ayat 12 – 13 :12.Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." 13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina." S Al Israa’ ayat 62 :62. Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil." S Shaad ayat 74 : 74. kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
Dari ayat – ayat tersebut jelas bahwa sejarah adanya sifat hasad ( iri & dengki ) dan kesombongan memang sudah ada pada diri iblis , dan dengan di keluarkannya iblis dari surga , iblis bersumpah untuk menggoda manusia sampai hari kiamat, banyak ayat – ayat yang menyebutkan tentang hal itu , lihat S al Israa’ 62 di atas dan di S Al A’raaf ayat 17 , S Al A’raaf ayat 17.17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Dengan sumpahnya iblis untuk menghasut manusia , telah nyata bahwa apabila diri kita mempunyai hasad ( iri & dengki ) terhadap orang lain tentulah kita sedang di hasut oleh iblis / syaitan bahkan kalau kita tidak waspada kita bisa terjerumus dan bisa di katakan bahwa ada sifat – sifat iblis ada pada diri kita. Naudzubillah. Dan hasad ( iri & dengki ) ini bisa menjerat kita kepada penyakit hati yang kronis , yang bisa membahayakan diri kita dan orang di sekitarnya.Dari penyakit hati (hasad) ini apabila mulai ada dalam diri kita akan memunculkan penyakit-penyakit lainnya, yaitu: - kibr (sombong) - ghibah (menggunjing) - namimah (menyebar fitnah, kabar bohong, adu domba) Tingkatan Hasad ( Iri & Dengki ) :
- Apabila ada orang lain yang mendapat nikmat atau kesenangan dia tidak suka , bisa dia tampakkan ketidak sukaanya atau tidak.
- Mengharap – harap hilangnya nikmat dari orang yang mendapat nikmat atau kesenangan dari orang tersebut supaya kenikmatan tersebut berpindah kepada dirinya ataupun hilang sama sekali.
- Berusaha untuk menghilangkan nikmat dari orang tersebut. Kalau sudah pada tingkatan ini bisa di katakan sifat – sifat iblis sudah ada pada orang ini.
Namun apabila kita punya iri terhadap suatu kebaikan ini di perbolehkan yang mencakup dua hal yaitu :
1. Melihat orang lain mempunyai atau melakukan amalan – amalan yang baik yang sesuai dengan perintah Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla dan RasulNya misalnya : menghapal Al Qur’an.
2. Melihat orang kaya yang berinfaq di jalan Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla .
Adapun hasad ( iri & dengki ) bisa kita hindari dengan :
- Banyak istighfar dan bertobat kepada Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla
- Ingat kepada kematian yang kapan saja menjemput dan ingat kehidupan akherat.
- Yakin bahwa taqdir di tentukan oleh Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla, S Ar Ra’d ayat 26 : Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
-Yakin bahwa semua perbuatan manusia telah tercatat di Lauh Mahfuz.
- Ingat kalau kita hasad kepada orang lain hanya akan menyempitkan diri ( dada sesak ).
Dan apabila orang lain hasad kepada diri kita , hal – hal berikut bisa menjadi tips untuk kita bagaimana cara menyikapinya :
- Bersabar dan bertawakal kepada Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla , serta memahami bahwa setiap ada yang mendapat nikmat pasti ada yang hasad Hal ini sesuai dengan ayat 120 S Ali Imran yang artinya. :
"Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan."
- Banyak menyibukkan diri dengan istighfar dan baca Al Qur’an atau hal – hal yang bermanfaat untuk bekal kehidupan akherat kelak.
- Hendaklah kita jangan mengingat – ingat hasudan orang yang hasad kepada kita tersebut.
- Jangan menunjukkan nikmat atau kesenangan kita kepada orang yang hasad kepada kita.
- Hendaklah kita tetap berbuat baik dan menjaga silaturahim kepada orang yang hasad tersebut karena dia orang yang sakit yang perlu dikasihani dan ditolong.
- Hendaklah kita mengetahui bahwa hakikat kemenangan adalah bukan dengan mengalahkan orang yang hasad tersebut, tapi kemenangan adalah dengan mengalahkan syaithan dan penyakit pada orang yang hasad tersebut .
- Kita harus bersyukur apabila kita sanggup melakukan perbuatan tersebut di atas dan mengharap pahala dari Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla .
Apabila kita merasa bahwa kita sedang hasad ( iri & dengki ) atau mempunyai sifat hasad kepada orang lain, tips berikut Insya Allah bermanfaat :
- Bertobat , beristighfar dan menyibukkan diri dengan baca Al Qur’an.
- Bertaqwa kepada Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla dan takut akibat dari perbuatan hasad di dunia maupun di akhirat. Di dunia akan merasakan kesempitan hidup dan di akhirat akan habis pahala amalan-amalan kebaikannya.
- Yakin dan selalu ingat bahwa Allah yang mentaqdirkan segala sesuatu.
- Tahanlah diri dari membicarakan orang lain ( ghibah ) dan menyebarkan fitnah (namimah).
- Hendaklah meminta maaf apabila kita hasad dan telah terlanjur terucap (ghibah) atau membuat fitnah (namimah) , sehingga kita jadi lapang dada / tidak sesak dada.
S Al Ahzab ayat 58 yang artinya : 58. Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Berikut ini hadist – hadist Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam yang pada mulanya karena ada hasad dalam diri seseorang hingga dia menyebarkan fitnah dan bagaimana seharusnya kita bersikap.
Artinya : Pada generasi belakangan umatku akan muncul orang-orang yang mengatakan kepadamu apa-apa yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh bapak-bapak kamu sebelumnya. Karena itu jauhkanlah dirimu dari mereka’’ [Shahih Muslim, Al-Muqadimmah, Bab An-Nahyi’an Ar-Riwayah’an Adh-Dhua’afa I : 78]
Dan dalam riwayat lain dari Abu Hurairah, Nabi bersabda.
Artinya : Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah di dengar oleh bapak-bapak kamu sebelumnya, karena itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu. [Shahih Muslim Syarah Nawawi I : 78-79] Semoga Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla senantiasa menjaga kita dari sifat hasad dan di lindungi dari godaan iblis yang di laknat Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla .Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla telah membimbing kita bagaimana supaya kita senantiasa menjaga diri dari sifat hasad ( iri & dengki ) dan kita senantiasa berdoa mohon perlindungan ,di dalam S Al Falaq yang artinya :
1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
2. dari kejahatan makhluk-Nya,
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita 4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul[1609],[1609].
Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut 5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki." Akhir kata yang haq datang dari Allah semata , kami mohon ampun dan perlindungan kepada Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla , apabila yang telah kami sampaikan di atas ada yang salah / khilaf.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Disusun Abu Aufa dari ringkasan kajian rutin di Masjid Salatha Qadeem , Doha tgl 27/07/07 yang Di Bimbing Uztad Ali Subana.










