Assunnah-Qatar.com

Forum Komunikasi Islam Berbahasa Melayu di Qatar

Arsip Artikel

  • Aqidah

  • Tauhid

  • Manhaj

  • Fiqh

  • Sunnah

  • Hadits

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Penulis: Ustadz Muhammad Irfan

lurusIbnu Baththah menerangkan sebab bersatunya kalimat salaf : “Terus-menerus generasi pertama umat ini diatas (jalan) ini semua, (yakni) di atas persatuan hati dan kecocokan madzhab. Kitabullah (Al-Qur’an) sebagai penjaga mereka, sunnahnya Rasulullah sebagai imam mereka. Mereka tidak menggunakan pendapat-pendapat mereka dan tidak tergiur dengan hawa nafsu mereka. Maka terus-menerus manusia dalam keadaan demikian, hati-hati mereka terjaga dengan penjagaan Tuhan mereka, dan jiwa-jiwa mereka tertahan dari hawa nafsu dengan pertolongan Tuhannya.” (lihat Kitab Al-Ibanah 1/237).

Ketahuilah, semoga Allah merahmati kita, bahwasanya jalan yang menjamin bagi kita untuk mendapatkan kenikmatan Islam itu hanya satu dan tidak banyak, karena Allah menetapkan kebahagian hanya bagi satu golongan saja. Allah Ta’ala berfirman : “Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (QS. Al- Mujadilah 22).

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah

roseAl-Qur`an telah bertutur tentang dua wanita shalihah yang keimanannya telah menancap kokoh di relung kalbunya. Dialah Asiyah bintu Muzahim, istri Fir’aun, dan Maryam bintu ‘Imran. Dua wanita yang kisahnya terukir indah di dalam Al-Qur`an itu merupakan sosok yang perlu diteladani wanita muslimah saat ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:

وَضَرَبَ اللهُ مَثَلاً لِلَّذِيْنَ آمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ. وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُوْحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِيْنَ

Dan Allah membuat istri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika istri Fir’aun berkata: “Wahai Rabbku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim.” (Perumpamaan yang lain bagi orang-orang beriman adalah) Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Rabbnya dan kitab-kitab-Nya, dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat. (At-Tahrim: 11-12)

masjid_copySyariat Islam yang mulia ini telah diturunkan oleh Robb kita sesuai dengan fitrah manusia. Tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang tidak dapat menjalankan syariat Islam. Di antara bukti bahwa indahnya syariat Islam adalah bahwa tidak adanya bahaya dalam syariat Islam dan Islam mengatur para pemeluknya untuk tidak menimbulkan bahaya pada orang lain. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada bahaya (Dhororo) dalam syariat Islam dan tidak menimbulkan bahaya (Dhirooro).” (HR. Ibnu Majah, Daruquthni, Malik dan Hakim, Shohih)

  • Recent articles

  • Latest modified

  • Popular articles

  • tauhid-lurus
    Mewaspadai Kekufuran yang Selalu Mengintai Kita

    Kita harus bersyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita menjadi kaum muslimin. Kita juga merasa senang dan berbangga dengan nikmat tersebut. Tapi ingat, kita harus bisa menjaga nikmat yang besar itu jangan sampai hilang pada diri kita, karena inilah yang terpenting. Dengan cara apa kita menjaganya? Tentunya dengan kembali mempelajari agama Allah, memahaminya dengan pemahaman yang benar sebagaimana difahami oleh Rasulullah dan para shahabatnya, mengamalkannya dan mendakwahkannya serta berdo'a kepada Allah agar kita istiqomah di Jalan-Nya. Ingatlah sabda Rasulullah: "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan (padanya) niscaya Allah akan fahamkan dia tentang agamanya." (Muttafaqun 'alaih dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan)

    Dan juga sabdanya: "...Ummatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. Beliau ditanya: "Siapa dia wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "(golongan) yang berada di atas apa yang aku dan para shahabatku berada (di atasnya)." (HR. At-Tirmidzi dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash).

    Publish 3 weeks ago by Abu Afif
  • daurohqatar5
    Buku-buku Ustadz Yazid Jawas dalam Dauroh Qatar ke-5

    Berikut sedikit ulasan tentang isi buku-buku yang akan dibahas pada Dauroh Qatar ke-5 bersama Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, semoga Alloh ta'ala memudahkan kita untuk dapat menghadiri kajian ilmu syar'i ini:

     

    Syarah AQIDAH Ahlus Sunnah wal Jamaah

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya :
    “Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
    (Q.S asy-Syu’araa’: 78-79)

    ‘Aqidah yang benar adalah perkara yang amat penting dan kewajiban yang paling besar yang harus diketahui oleh setiap Muslim dan Muslimah. Karena sesungguhnya sempurna dan tidaknya suatu amal, diterima atau tidaknya, bergantung kepada ‘aqidah yang benar. Kebahagiaan dunia dan akhirat hanya diperoleh oleh orang-orang yang berpegang pada ‘aqidah yang benar ini dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menafikan dan mengurangi kesempurnaan ‘aqidah tersebut.

    ‘Aqidah yang benar adalah ‘aqidah al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat), ‘aqidah ath-Thaaifatul Manshuurah (golongan yang dimenangkan Allah), ‘aqidah Salaf, ‘aqidah Ahlul Hadist, Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

    Publish 2 months ago by Abu Afif
  • follow_sunnah
    Faedah Mengikuti Sunnah

    Ketika mendengar kata "sunnah" maka yang terlintas dalam benak kebanyakan kaum muslimin adalah perkara-perkara yang tidak wajib, sekedar sunnah (anjuran), tidak apa-apa ditinggalkan. Bahkan di antara mereka sampai ada yang mengatakan kepada orang yang mengerjakan sunnah, "Lho, kan sekedar sunnah, tidak berdosa kalau ditinggalkan, mengapa repot-repot mengerjakannya!!!" atau ucapan yang mirip dengan itu. Dengan ucapannya itu, mereka mengartikan sunnah sebagai perkara yang makruh yaitu lebih baik ditinggalkan dengan bukti keheranan mereka terhadap orang yang melaksanakan sunnah. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun.

    Ini adalah musibah yang menimpa ummat Islam. Tidakkah mereka mendengar sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan golonganku." (Muttafaqun 'alaih dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu). Padahal kita mengetahui bahwa segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam [yang teriwayatkan dalam hadits yang shahih] baik ucapan, perbuatan, ketetapan ataupun sifat beliau adalah sunnah (jalan dan petunjuk) beliau yang mencakup perkara-perkara yang wajib dan yang sunnah (yaitu anjuran yang selayaknya bagi ummatnya berlomba-lomba melaksanakannya).

    Publish 3 months ago by Abu Afif
  • tauhid-lurus
    Mewaspadai Kekufuran yang Selalu Mengintai Kita

    Kita harus bersyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita menjadi kaum muslimin. Kita juga merasa senang dan berbangga dengan nikmat tersebut. Tapi ingat, kita harus bisa menjaga nikmat yang besar itu jangan sampai hilang pada diri kita, karena inilah yang terpenting. Dengan cara apa kita menjaganya? Tentunya dengan kembali mempelajari agama Allah, memahaminya dengan pemahaman yang benar sebagaimana difahami oleh Rasulullah dan para shahabatnya, mengamalkannya dan mendakwahkannya serta berdo'a kepada Allah agar kita istiqomah di Jalan-Nya. Ingatlah sabda Rasulullah: "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan (padanya) niscaya Allah akan fahamkan dia tentang agamanya." (Muttafaqun 'alaih dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan)

    Dan juga sabdanya: "...Ummatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. Beliau ditanya: "Siapa dia wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "(golongan) yang berada di atas apa yang aku dan para shahabatku berada (di atasnya)." (HR. At-Tirmidzi dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash).

    Publish 3 weeks ago by Abu Afif
  • daurohqatar5
    Buku-buku Ustadz Yazid Jawas dalam Dauroh Qatar ke-5

    Berikut sedikit ulasan tentang isi buku-buku yang akan dibahas pada Dauroh Qatar ke-5 bersama Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, semoga Alloh ta'ala memudahkan kita untuk dapat menghadiri kajian ilmu syar'i ini:

     

    Syarah AQIDAH Ahlus Sunnah wal Jamaah

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya :
    “Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
    (Q.S asy-Syu’araa’: 78-79)

    ‘Aqidah yang benar adalah perkara yang amat penting dan kewajiban yang paling besar yang harus diketahui oleh setiap Muslim dan Muslimah. Karena sesungguhnya sempurna dan tidaknya suatu amal, diterima atau tidaknya, bergantung kepada ‘aqidah yang benar. Kebahagiaan dunia dan akhirat hanya diperoleh oleh orang-orang yang berpegang pada ‘aqidah yang benar ini dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menafikan dan mengurangi kesempurnaan ‘aqidah tersebut.

    ‘Aqidah yang benar adalah ‘aqidah al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat), ‘aqidah ath-Thaaifatul Manshuurah (golongan yang dimenangkan Allah), ‘aqidah Salaf, ‘aqidah Ahlul Hadist, Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

    Publish 2 months ago by Abu Afif
  • tauhid-utama
    Prioritas dalam Menuntut Ilmu

    Kita semua telah tahu bahwa berIslam itu dimulai dari menuntut ilmu tentang Islam itu sendiri. Tidak langsung mengamalkan suatu amalan yang amalan itu mungkin belum jelas apakah ada dasarnya dari Al-Qur'an atau As-Sunnah. Dan juga tidak langsung berdakwah dengan ilmu yang pas-pasan. Lalu jika kita mau belajar Islam, sebenarnya apa yang harus kita prioritaskan untuk kita pelajari lebih dahulu?

    Mari kita pikirkan sejenak! Agama ini datang dari Pencipta kita, dan disampaikan oleh RasulNya. Tujuan agama ini adalah menegakkan ibadah kepada Pencipta kita tersebut dengan cara-cara yang telah disampaikan oleh Rasulnya. Jadi sebelum kita belajar Islam lebih dalam, maka seharusnyalah kita mengetahui siapa Pencipta kita itu, dan bagaimana cara berinteraksi denganNya. Juga mengetahui siapa RasulNya dan bagaimana kita bersikap terhadap beliau.

    Dua hal tersebut tercakup dalam ilmu yang disebut 'aqidah. Aqidah berasal dari kata 'aqd yang berarti pengikatan. Jika ada orang yang berkata, " Saya ber'aqidah begini". Maksudnya adalah, ia mengikat hati terhadap sesuatu tersebut.  Singkat kata, 'aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu. Secara terinci, aqidah adalah rukun iman, yaitu iman kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya dan kepada hari akhir serta kepada qadar yang baik dan yang buruk. Jadi, ilmu Islam yang harus kita prioritaskan untuk kita pelajari lebih dahulu adalah 'aqidah.

    Publish 3 months ago by Abu Afif
  • Tempat/Titik Bekam

    Dikutip dari www.ikhwan-interaktif.com


    1.      Di bagian atas kepala (ummu mughits), caranya dengan mencukur rambut
    pada bagian yang akan dibekam. Bekam di kepala sangat efektif untuk
    terapi penakit migrain, vertigo, sakit kepala menahun, darah tinggi,
    stroke, suka mengantuk, sakit gigi, sakit mata, melancarkan peredaran
    darah, perbaikan sistem kekebalan tubuh, dan lain-lain.

    Publish 5 years ago by Admin
  • Sifat Hasad ( Iri & Dengki )

    Doha , 27/072007

    Sejarah timbulnya sifat  hasad ( sifat iri & dengki ) sudah ada sejak penciptaan manusia pertama yaitu Nabi Adam'alaihissalam . Hal ini bisa kita simak di dalam Al Qur’an Surat Al- Baqarah ayat 30 Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."Dengan firman Allah tersebut , Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla  menciptakan manusia dan menjadikannya pemimpin di muka bumi , dari sinilah  iblis kemudian menampakkan hasadnya kepada Nabi Adam 'alaihissalam, seperti yang di sebutkan di ayat 34 S Al Baqarah :   Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah[36] kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. 
    [36]. Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah.

    Publish 5 years ago by agus.abuaufa
  • Memahami Makna dan Pentingnya Aqidah serta Sebab-sebab Penyimpangan Aqidah

    (Sumber tulisan dari : Kitab Tauhid, jilid 1, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan, Penerbit Darul Haq, dan Kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa)


    Arti Aqidah

    - Aqidah adalah apa yang diyakini seseorang, bebas dari keraguan.

    - Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya.

    - Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu.

    Aqidah Islam

    - Aqidah Islam merupakan syarat pokok menjadi seorang mukmin, dan merupakan syarat sahnya semua amal kita. Untuk memperoleh aqidah yang lurus kita perlu mempelajari dan memahami sifat-sifat Allah dan apa-apa yang disukai dan dibenci Allah. Tanpa aqidah yang lurus maka amal ibadah kita tidak diterima-Nya. Salah satu hal yang paling dibenci Allah SWT adalah syirik, yaitu mensejajarkan diri-Nya dengan makhluk atau benda ciptaan-Nya. Allah berfirman, “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang yang merugi” (QS, Az-Zumar: 65).

    Publish 5 years ago by Admin

“س: أريد تفسيراً لكلمة السلف ومن هم السلفيون . . . ؟

ج : السلف هم أهل السنة والجماعة المتبعون لمحمد صلى الله عليه وسلم من الصحابة رضي الله عنهم ومن سار على نهجهم إلى يوم القيامة، ولما سئل صلى الله عن الفرقة الناجية قال : “هم من كان على مثل ما أنا عليه اليوم وأصحابي… ” .


Pertanyaan : Saya ingin mengetahui tafsir kalimat salaf dan siapa yang dimaksud dengan salafiyyun?

Jawaban : salaf , mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, orang-orang yang mengikuti Nabi Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, mulai dari sahabat rodhiyallahu ‘anhum dan orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka sampai hari kiamat. Ketika Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama ditanya tentang Al Firqoh An Najiyah (golongan yang selamat) beliau menjawab, “Mereka adalah orang yang berada di atas semisal apa-apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya hari ini”. (Fatawa Al-Lajnah Ad Daimah no. 6149, 2/164)

 

“س: ما هي السلفية وما رأيكم فيها ؟

ج : السلفية نسبة إلى السلف والسلف هم صحابة رسول الله صلى الله عليه وسلم وأئمة الهدى من أهل القرون الثلاثة الأولى {رضي الله عنهم} الذين شهد لهم رسول الله صلى الله عليه وسلم بالخير في قوله: {خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم ثم يجئ أقوام تسبق شهادة أحدهم يمينه ويمينه شهادته} رواه الإمام أحمد في مسنده والبخاري ومسلم، والسلفيون جمع سلفي نسبة إلى السلف، وقد تقدم معناه وهم الذين ساروا على منهاج السلف من اتباع الكتاب والسنة والدعوة إليهما والعمل بهما فكانوا بذلك أهل السنة والجماعة. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم”.


Pertanyaan : apa yang dimaksud dengan salafiyyah dan apa pandangan anda padanya?

Jawaban : As Salafiyyah adalah penisbatan kepada salaf , dan salaf adalah sahabat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama serta imam-imam petunjuk dari generasi tiga periode pertama (rodhiyallahu ‘anhum), yang mana Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama telah bersaksi untuk kebaikan mereka di dalam sabdanya, “Sebaik-baik manusia adalah masaku, kemudian orang-orang sesudahnya, kemudian orang-orang sesudahnya. Kemudian datanglah kaum-kaum yang kesaksian salah seorang mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya”. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Munadnya, Bukhari dan Muslim.

Dan As-Salafiyyun adalah bentuk jama’ dari kata As-Salafy yaitu penisbatan kepada salaf. Dan maknanya telah dijelaskan di depan, yaitu mereka adalah orang-orang yang  berjalan di atas minhaj (jalan) dengan mengikuti Al Kitab dan Assunnah serta  berdakwah kepada keduanya dan mengamalkan keduanya. Maka dengan demikian mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Wabillahit Taufik wa shollallahu ‘ala Nabiyyinaa Muhammadin wa Aalihi wa Shohbihi wa Sallama”. (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah no. 1361, 1/165)
Page 1 of 70
You are here: Admin
Lebih dari 1000 member dan 600 artikel, mau mendaftar?! Klik di sini!

Silakan Pilih!

Mutiara Hadits

"Sesungguhnya Allah menghalangi taubat setiap pelaku kebid'ahan."
(HR. Baihaqi, Thabrani, dan lain-lain)