Kategori Artikel Hadits

Hadits

Intisari Daurah Qatar ke-10 bersama Ustadz Abu HAidar Hafidzahullah Pertemuan ke-4

Membahas tanda kiamat termasuk mengikuti sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para ulama karena hal berikut :

  1. Beriman kepada hari akhir mencakup percaya tanda kiamat.
    Ali al-Hasan dalam Mukhtashar Ma’arijul Qabul menjelaskan beriman kepada hari akhir. Mencakup percaya tanda-tanda kiamat.
  2. Wajib percaya ghaib karena termasuk tanda orang yang bertaqwa.
    Dalam surat Albaqoroh : ayat 3 menjelaskan bahwa orang bertaqwa beriman kepada perkara ghaib.

Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Meyakini perkara ghaib dapat menanamkan rasa takut yang positif yang akan meningkatkan ketaqwaan. Sehingga pembicaraan kiamat termasuk bagian dari aqidah.

Tanda-tanda kiamat ada empat:

1. Tanda kecil yang sudah terjadi dan tidak terjadi lagi. Diantaranya :

  • Diutusnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Hadits yang shahih dari hadits Anas dan Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu anhuma:

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ.

‘Diutusnya aku dan hari Kiamat bagaikan dua (jari) ini.’ [hahiih al-Bukhari, kitab ar-Riqaaq]

Beliau mendekatkan jari telunjuk dan yang ada setelahnya (jari tengah).

  • Terbelahnya bulan.

Berita ini dikeluarkan oleh At Tirmidzi dari sahabat Anas, beliau berkata,

سَأَلَ أَهْلُ مَكَّةَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- آيَةً فَانْشَقَّ الْقَمَرُ بِمَكَّةَ مَرَّتَيْنِ فَنَزَلَتِ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ) إِلَى قَوْلِهِ (سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ)

“Penduduk Makkah meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu bukti. Akhirnya bulan terbelah di Makkah menjadi dua bagian, lalu turunlah ayat : ‘Telah dekat datangnya hari kiamat dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mu’jizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.(QS. Al Qamar: 1-2)” (HR. Tirmidzi no. 3286. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih).

  • Kematian Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Beliau menyatakan hitung olehmu enam tanda menjelang kiamat. Salah satunya 'kematianku'.

2. Tanda kecil yang sudah terjadi dan masih terjadi sekarang :

Hadits Jibril: hai Muhammad beritahukan kepadaku tentang iman. Lahirlah rukun iman, kemudian ditanya tentang ihsan, maka lahirlah pengertian ihsan dan yang ketiga ditanya tentang kiamat dan dijelaskan tanda kiamat kecil. (HR Muslim no.  8).

Tanda-tanda kiamat kecil ini antara lain :

  • Hamba sahaya melahirkan tuannya.

Maknanya secara majazi kedurhakaan anak kepada orang tua. Makna hakiki sesuai text hadits hamba melahirkan anak dari tuannya.
Yang anaknya dinisbatkan ke nama tuanya dan berstatus merdeka.

  • Sedikitnya ilmu dan merajalelanya kebodohan, lantas mereka memberi fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

إن بين يدي الساعة لأيَّاماً يُنزَلُ فيها الجهلُ، ويُرْفَعُ العلم.

“Sesungguhnya menjelang hari kiamat kelak, akan ada hari-hari yang diturunkanya kebodohan dan diangkatnya ilmu”. [Shahih Al-Bukhari, Kitaabul-Fitan]

  • Diangkatnya orang-orang yang hina.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.

‘Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.’” (Shahiih al-Bukhari, kitab al-‘Ilmi, bab Kaifa Yuqbadhul ‘Ilmi (I/194, al-Fath)

  • Banyaknya pembunuhan.

Banyak nash shahih yang menunjukkan, salah satu di antara tanda hari Kiamat yaitu banyak terjadinya kekacauan, peperangan dan pembunuhan.

3. Tanda-tanda Kiamat kecil yang belum terjadi.

4. Tanda-tanda kiamat besar.  Ada 10 tanda-tanda besar. Dan belum ada yang muncul.

Cara mengantisipasi :

1. Jauhilah fitnah dan jangan melibatkan diri.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

سَتَكُوْنَ فِتَنٌ القاعِدُ فِيْها خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ والقائمُ فيها خيرٌ من المَاشِي والماشِي فيها خير من السَّاعِي. مَنْ تَشَرَّفَ لَها تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذاً فَلْيَعِذْ بِهِ

“Kelak akan ada banyak kekacauan dimana di dalamnya orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berusaha (dalam fitnah). Siapa yang menghadapi kekacauan tersebut maka hendaknya dia menghindarinya dan siapa yang mendapati tempat kembali atau tempat berlindung darinya maka hendaknya dia berlindung.” (HR. Al-Bukhari no. 3601 dan Muslim no. 2886)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يَأْتِي عَلَى النّاسِ زَمَانٌ تَكُوْنُ الْغَنَمُ فِيْهِ خَيْرٌ مَالِ المُسْلِمِ يَتْبَعُ بِهَا شَعِفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ القَطَرِ يَفِرُّ بِدِيْنِهِ مِنَ الْفِتَنِ

“Akan datang kepada manusia sebuah zaman dimana harta terbaik yang dimiliki oleh seorang muslim adalah kambing. Dia membawa kambingnya menelusuri puncak-puncak bukit dan tempat-tempat turunnya hujan, untuk menjauhkan agamanya dari fitnah.” (HR. Al-Bukhari no. 3600)

2. Hancurkan senjata kita. Dengan maksud menghindari peperangan.

Dalam rangka agar kita tidak menyakiti sesama muslim. Karena jika sudah tertumpah darah yang tidak akan berakhir sampai kiamat.

... Maka patahkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian dan pukulkanlah pedang-pedang kalian ke batu. Jika salah seorang dari kalian dimasukinya (fitnah), maka jadilah seperti salah seorang anak Adam yang paling baik (Habil).’” [HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak].

3. Menjaga lisan dari sumber fitnah.

Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَ إِنَّ العَبْدَ لَيَتكلَّمُ بالكَلِمَةِ مِنْ سُخْطِ اللهِ لا يُلْقي لَهَا بالاً يَهوى بها فى جَهَنَّمَ

“Sungguh seseorang mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karenanya dia dilemparkan ke dalam api neraka”. (HR. Bukhari no. 6478 dalam Kitabur Riqaq, Bab “Menjaga Lisan”)

Hudzaifah Ibnul Yaman memberikan nasehat kepada sahabatnya: hindari olehmu fitnah, jangan sampai kamu terlibat ke sana, kerana siapa yang mendekat pasti terlibat. Seperti batu jatuh di pusaran air.

Pertanyaan-pertanyaan dalam kajian ini:

  1. Tanggung jawab sebagai admin Whattsap group.
  2. Menghukumi orang yang menyebut kalimat kufur.
  3. Permasalahan mencegah kemungkaran dengan efek kemungkaran lain.
  4. Jika suami kecanduan nonton berita.
  5. Pergi ke negara kafir.
  6. Masalah banci dan siaran tv

 

Ikuti audio kajian ini selengkapnya:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download

Download di sini saja.

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook