Seorang yang bertaqwa pasti akan memahami hakikat kehidupan dunia dengan mempersiapkan akhirat dengan menjadikan dunia sebagai daarul amal, tempat beramal dan tempat berjuang.
Sikap manusia dalam menyikapi dunia:
1. Orang yang mengharap dunia untuk dunia, inilah orang yang merugi/pailit.
2. Orang yang mengharap dunia untuk akhirat, ia mendapat dunia hanya sebatas yang ditentukan Alloh untuk dunia.
Yang diantara kedua golongan ini tidak ada, mustahil. Hal ini dijelaskan dalam surat Ali-Imron:152
![]()
Setiap mukmin wajib memahami hakikat ini. Dunia ini tidak setia kepada orang yang telah mendapatkannya. Tidak sedikit orang yang kaya pada akhirnya menjadi miskin dan tidak sedikit orang yang gembira menjadi bersedih karena ditinggalkan dunia.
Hakikat dunia menurut Alloh terdapat dalam surat Al-hadid:20

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Untuk lebih jelasnya, silakan simak kajian Tazkiyatun Nufus yang disampaikan oleh Ustadz Abu Zubair Al-Hawaary dengan tema Hakekat Kehidupan Dunia:








Angan-angan adalah lautan yang luas yang memisahkan seorang hamba muslim dari cita-cita sesungguhnya. Khayalan adalah mengharapkan sesuatu tanpa beramal. Cita-cita adalah khayalan yang diiringi dengan usaha dan perbuatan. Terkadang berhasil dan terkadang tidak. 


